Sejumlah umat muslim membaca Surat Yasin saat berkunjung ke kuburan massal korban gempa dan gelombang tsunami di Desa Suak Indrapuri, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Selasa (26/12).
Kincai Media , JAKARTA – Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin menerangkan bahwa dapat diketahui orang yang dicintai ketika bakal meninggal dari rupanya ketika nyaris meninggal bumi adalah tenang dan diam.
Sementara dari lisannya dia mengucapkan syahadat dan dari kalbunya dia berbaikan sangka kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda:
ارقبوا الميت عند ثلاث: إذا رشح جبينه ودمعت عيناه ويبست شفتاه ، فهي من رحمة الله قد نزلت به ، وإذا غط غطيط المخنوق واحمر لونه واربدت شفتاه ، فهو من عذاب الله قد نزل به
"Perhatikanlah orang meninggal dan tiga hal. Yaitu, andaikan dahinya berpeluh, kedua matanya mengalir air mata, dan kedua bibirnya kering. Maka tiga perihal itu adalah termasuk rahmat Allah yang turun kepadanya. Dan andaikan dia mendengkur seperti dengkurnya orang yang tercekik, warnanya merah, dan kedua bibirnya pucat, maka tiga perihal itu adalah termasuk siksaan Allah yang telah turun kepadanya." (HR Imam At-Tirmidzi dan Hakim)
Adapun kelancaran lidahnya mengucapkan kalimat syahadat, maka dia adalah tanda kebaikan. Abu Sa'id al-Khudri berkata, Rasulullah SAW bersabda:
لقنوا موتاكم لا إله إلا الله
"Ajarkanlah orang yang nyaris meninggal di antara Anda dengan kalimat La ilaha illallah."
Dalam riwayat Hudzaifah:
لقنوا موتاكم لا إله إلا الله فإنها تهدم ما قبلها من الخطايا
“Sesungguhnya kalimat itu (La ilaha illallah) dapat menghancurkan segala kesalahan sebelumnya."
English (US) ·
Indonesian (ID) ·