Jakarta -
Saat berbelanja di supermarket banyak orang yang tergoda memilih keripik, kue, soda, dan beragam makanan sigap saji sebagai comfort food. Padahal, kebiasaan mengonsumsi makanan tersebut bisa berakibat serius, terutama bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa makanan ultraproses alias ultra processed foods (UPF) termasuk dalam kategori makanan bikin kesempatan mengandung menurun yang perlu diwaspadai.
Apa itu makanan ultraproses?
Makanan ultraproses (UPF) adalah jenis makanan yang telah melalui banyak tahapan pengolahan dan biasanya mengandung bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, pemanis buatan, hingga bahan kimia tertentu. Contoh makanan ultraproses yang sering ditemukan di supermarket antara lain keripik kemasan, kue dan biskuit, minuman bersoda alias manis, sereal instan sampai makanan siap saji.
Banyak penelitian telah mendokumentasikan akibat jelek dari makanan ultraproses (ultra processed foods/UPF), termasuk namun tidak terbatas pada peningkatan akibat serangan jantung dan stroke, kanker, sindrom metabolik, obesitas, demensia, apalagi kematian dini.
Makanan ultraproses (UPF) juga sebelumnya telah dikaitkan dengan akibat negatif terhadap kesuburan pria, dan sekarang studi lain menunjukkan pengaruh makanan yang umum ditemukan di supermarket ini terhadap keahlian wanita untuk hamil.
Penelitian dari McMaster University yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition and Health mengungkapkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses berangkaian dengan penurunan kesuburan pada perempuan.
Penelitian ini menganalisis informasi lebih dari 2.500 wanita dari survei besar National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES). Hasilnya cukup mencolok:
- Perempuan yang mengalami kesulitan mengandung mengonsumsi sekitar 31 persen makanan ultraproses dalam pola makan harian mereka.
- Mereka juga condong kurang mengonsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan lemak sehat.
- Konsumsi UPF yang tinggi dikaitkan dengan penurunan kesempatan mengandung hingga sekitar 60 persen.
Kaitan makanan ultraproses dan kesuburan
Studi ini merupakan salah satu yang pertama meneliti hubungan antara makanan ultraproses dan infertilitas pada perempuan. Hasilnya menunjukkan bahwa apa yang dikonsumsi oleh wanita usia reproduktif serta seberapa banyak makanan tersebut diproses mempunyai peran yang jauh lebih besar terhadap kesehatan mereka, tidak hanya dari segi berat badan dan kalori.
"Makanan ultra-proses sering kali mengandung bahan kimia seperti ftalat, BPA, dan akrilamida, yang dapat berasal dari bungkusan alias apalagi dari mesin plastik yang digunakan selama proses produksi. Senyawa-senyawa ini diketahui dapat mengganggu hormon, dan perihal itu mungkin menjadi salah satu argumen kenapa kita memandang adanya kaitan ini," ujar salah satu penulis studi, Angelina Baric dikutip dari laman Nypost.
Makanan ultraproses ini termasuk produk kemasan, minuman, sereal, dan makanan siap saji yang umumnya tinggi gula, lemak jenuh, garam, serta rendah vitamin dan serat. Meski akibat bahan kimia dari UPF terhadap kesehatan reproduksi tetap terus diteliti, Angelina Baric menambahkan bahwa wanita yang mau mengandung tetap dapat meningkatkan peluangnya melalui pilihan makanan.
"Ini bukan soal kesempurnaan melainkan tentang memperhatikan gimana makanan diproses, memilih lebih banyak makanan dalam corak alaminya dan memilih bahan-bahan yang Anda kenali. Bahkan perubahan sederhana seperti itu dapat mengurangi paparan terhadap hal-hal yang tetap belum sepenuhnya kita pahami," kata Angelina Baric.
Namun akibat yang belum sepenuhnya diketahui dari makanan ultraproses (UPF) terhadap kesuburan wanita secara unik menjadi argumen untuk khawatir.
“Jika makanan ultraproses juga memengaruhi jalur hormon, itu menjadi masalah yang jauh lebih besar dan ini adalah sesuatu yang belum banyak disadari oleh orang-orang,” ujar penulis senior Anthea Christoforou.
Begitulah penjelasan tentang makanan bikin kesempatan mengandung menurun yang perlu ibu waspadai lantaran dipercaya dapat menurunkan kesuburan pada perempuan. Meski belum sepenuhnya dipahami, bukti yang ada menunjukkan bahwa pola makan sehat berkedudukan besar dalam mendukung kesuburan.
Oleh lantaran itu, mulai mengurangi makanan ultra-proses dan beranjak ke makanan alami bisa menjadi langkah sederhana namun krusial bagi Bunda yang sedang merencanakan kehamilan. Semoga informasinya berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·