Mengganti bagian rambut disebut-sebut bisa membantu mencegah penipisan, tapi apakah benar sesederhana itu?
Pernah merasa rambut di area bagian kelihatan semakin tipis saat bercermin? Kalau iya, mungkin Anda pernah mendapat saran untuk lebih sering mengganti arah bagian rambut. Trik sederhana ini memang sering dilakukan untuk membikin rambut kelihatan lebih bervolume sekaligus menghindari tekanan berulang pada area yang sama. Tapi, apakah kebiasaan ini benar-benar bisa mencegah rambut menipis?
Apakah mengganti bagian rambut bisa mencegah penipisan?

Jawabannya: bisa membantu secara tidak langsung, tetapi bukan solusi utama untuk mencegah penipisan rambut. Mengubah posisi bagian dapat membantu mengurangi tekanan dan tarikan yang terus-menerus terjadi pada area rambut tertentu, terutama jika Anda terbiasa menata rambut dengan gaya yang sama setiap hari.
Ketika rambut selalu dibelah di tempat yang sama, area tersebut bisa lebih sering terkena paparan cahaya matahari dan kelihatan lebih jelas karena rambut di sekitarnya terus mengikuti arah yang sama. Namun, tidak ada bukti kuat bahwa sekadar mengganti bagian dapat menghentikan proses kerontokan alias mengatasi penyebab rambut menipis dari dalam.
Meski begitu, kebiasaan ini statis bisa menjadi salah satu cara styling yang cukup aman untuk membikin rambut tampak lebih penuh. Kamu bisa mencoba memindahkan bagian beberapa sentimeter dari posisi biasanya alias bergantian antara bagian tengah dan samping.
Baca juga: Foundation Sering Abu-Abu? Ini Cara Tau Undertone Kulit yang Mudah!
Yang lebih krusial justru cara menata rambut

Kalau tujuanmu adalah menjaga rambut statis sehat dan tidak gampang patah, perhatikan juga cara Anda mengikat dan menata rambut. Ponytail, cepol, alias kepangan yang terlalu kencang dan dilakukan terus-menerus dapat memberikan tarikan pada akar rambut. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kerusakan akibat tarikan alias traction.
Hindari mengikat rambut terlalu kencang, terutama ketika rambut statis basah. Pilih ikat rambut yang tidak terlalu mencengkeram dan berikan waktu bagi kulit direktur serta rambut untuk “beristirahat” dari gaya rambut yang menarik.
Selain itu, jangan terlalu sering menggunakan alat styling dengan suhu tinggi tanpa perlindungan panas. Rambut yang sering mengalami kerusakan batang dapat kelihatan semakin tipis karena lebih gampang patah.
Baca juga: Song Hye Kyo Curi Perhatian di Event Guerlain, Intip Detail Beauty Look-nya yang Stunning!
Kapan harus mulai khawatir?
Jika bagian rambut kelihatan semakin lebar, kulit direktur semakin gampang terlihat, alias kerontokan berlangsung terus-menerus, mengganti bagian saja tentu tidak cukup. Penipisan rambut dapat dipengaruhi banyak faktor, mulai dari genetik, fluktuasi hormon, stres, kondisi kulit kepala, hingga asupan nutrisi.
Perhatikan juga apakah kerontokan disertai gejala lain seperti munculnya area rambut yang botak, rasa gatal alias nyeri pada kulit kepala, maupun fluktuasi tekstur rambut yang cukup drastis. Jika iya, sebaiknya konsultasikan dengan master kulit untuk mengetahui penyebabnya.
Jadi, mengganti bagian rambut boleh amat dilakukan sebagai trik styling dan untuk mengurangi kebiasaan menarik area rambut yang sama, tetapi jangan menganggapnya sebagai cara utama untuk mencegah rambut menipis. Perawatan rambut yang halus dan mencari tahu penyebab kerontokan justru jauh lebih penting.
Image: Dok. iStock