Setan Dibelenggu Di Bulan Ramadhan, Kenapa Maksiat Marak?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Kincaimedia– Salah satu sabda terkenal di bulan suci Ramadhan nan mungkin berkawan kita dengarkan adalah sabda perihal “setan dibelenggu di bulan Ramadhan”. Hadis ini seringkali disampaikan penceramah alias khatib di beragam kesempatan, seperti saat menjelang berbuka puasa dan setelah shalat tarawih. 

Namun banyak kalangan umat muslim nan bertanya tanya perihal sabda ini. Salah satu Pertanyaannya adalah kenapa di bulan Ramadhan tetap banyak manusia nan melakukan maksiat? Katanya setan dipenjara? Lantas apa maksud sabda tersebut? 

Hadis perihal dipenjaranya setan saat bulan Ramadhan diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Sahih Muslim sabda ke 2173 berikut;

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال “إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة، وغلقت أبواب النار، وصفدت الشياطين”

Artinya, “Dari Abi Hurairah Ra sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda:”Jika bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”

Mengenai ihwal kesahihan sabda diatas tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebab sabda diatas tertulis dalam kitab Sahih Muslim nan menjadi kitab hadits paling otoritatif di tengah kaum Muslimin.

Menjawab pertanyaan kenapa di bulan Ramadhan tetap banyak manusia nan melakukan maksiat padahal setan telah dipenjara? Hal tersebut telah dijelaskan dalam kitab Fathul Mun’im Syarah Sahih Muslim juz 4 laman 488 berikut:

قال القرطبي: فإن قيل: كيف ونحن نرى الشرور والمعاصي واقعة في رمضان كثيراً؟ فلو صفدت الشياطين لم يقع ذلك؟ فالجواب أنها إنما تقل عن الصائمين للصوم الذي حوفظ على شروطه، وروعيت آدابه، أو المصفد بعض الشياطين، وهم المردة، لا كلهم كما جاء في بعض الروايات، أو المقصود تقليل الشرور فيه، وهذا أمر محسوس، فإن وقوع ذلك فيه أقل من غيره، إذ لا يلزم من تصفيدهم جميعهم أن لا يقع شر ولا معصية، لأن لذلك أسباباً غير الشياطين، كالنفوس الخبيثة والعادات القبيحة والشياطين الإنسية

Artinya:” Al-Qurthubi berkata:”Jika ditanya:”Mengapa kita sering memandang keburukan dan pelanggaran di bulan Ramadhan? Padahal setan dirantai, semestinya perihal ini tidak terjadi? Kejelekan tersebut menjadi jarang terjadi pada orang nan berpuasa dengan menjalankan semua syarat-syaratnya dan menjaga adab-adabnya.

Atau nan diborgol hanyalah sebagian setan tidak semuanya seperti keterangan di sebagian riwayat terdahulu. Atau nan dimaksud adalah sedikitnya kejelekan di bulan Ramadhan, ini adalah perihal nyata lantaran kejelekan di bulan ramadhan kenyataannya memang lebih sedikit dibanding bulan-bulan lainnya dan bukan berfaedah andaikan semua setan diborgol di bulan Ramadhan sekalipun, tidak bakal terjadi kejelekan dan kemaksiatan lantaran tetap dimungkinkan kejelekan tersebut terjadi disebabkan oleh nafsu nan jelek alias setan dari setan sebangsa manusia”

Dari penjelasan diatas dapat diambil konklusi bahwa untuk menjawab pertanyaan kenapa tetap ada tindakan maksiat di bulan Ramadhan padahal setan telah dipenjara? setidaknya ada 3 jawaban:

  1. Seorang muslim nan tetap bermaksiat pada bulan Ramadhan berfaedah dia belum menjalankan semua syarat-syarat puasa dan menjaga adab-adanya.
  2. Tidak semua setan nan dipenjara melainkan hanya sebagian, oleh karenanya tetap memungkinkan adanya kemaksiatan.
  3. Dibelenggunya setan bukan agunan tidak terjadi keburukan alias kemaksiatan. Karena ada aspek lain nan menyebabkan manusia melakukan maksiat. Yakni nafsu nan buruk, kebiasaan nan hinia dan setan nan berbentuk manusia.

Demikian penjelasan perihal jika saat setan dibelenggu di Bulan Ramadhan, kenapa maksiat tetap merajalela? Semoga berfaedah Wallahu a’lam bissawab. [Baca juga: Kultum Ramadhan Singkat; Puasa Ramadan dan Ketakwaan Sosial]

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah