Jakarta -
Banyak ibu bekerja memilih untuk kembali ke instansi usia melahirkan. Pilihan ini biasanya diambil untuk melanjutkan pekerjaan alias mencari penghasilan tambahan yang digunakan dalam membesarkan anak.
Namun, tampaknya pilihan tersebut tak lagi bisa menjadi langkah untuk menambah penghasilan, Bunda. Menurut temuan dari Office for National Statistics (ONS) Inggris, penurunan penghasilan terjadi setelah seorang wanita menjadi ibu.
Dalam temuan ini, ONS menyoroti para ibu di Inggris yang menghadapi 'penurunan pendapatan yang substansial dan berkelanjutan' setelah mempunyai anak. Dilansir BBC, lima tahun setelah melahirkan anak pertama, pendapatan para ibu turun rata-rata £1.051 per bulan (Rp23 juta) dibandingkan dengan penghasilan setahun sebelum mempunyai anak. Pendapatan para ibu tersebut juga terus terdampak setelah kelahiran anak kedua dan ketiga.
Dalam kumpulan informasi ini, ONS telah mengawasi pendapatan dan status pekerjaan para ibu setelah mempunyai anak pertama, kedua, dan ketiga selama periode delapan tahun, ialah dari April 2014 hingga Desember 2022.
Hasilnya, para ibu mendapatkan penghasilan £313 per bulan (Rp6 juta) yang rata-rata lebih rendah dalam lima tahun setelah kelahiran anak kedua mereka, dan £689 per bulan (Rp15 juta) lebih rendah dalam lima tahun setelah anak ketiga mereka lahir. Setiap nomor tersebut dibandingkan dengan penghasilan para ibu satu tahun sebelum setiap kelahiran.
Menurut data, para ibu ini mengalami 'kerugian maksimum' pada tahun pertama setelah anak mereka lahir, alias ketika mereka kemungkinan mengambil libur yang diperpanjang. Nah, jika dibandingkan dengan pendapatan seorang ibu pada tahun sebelum anaknya lahir, maka total kerugian pendapatan selama lima tahun ditaksir mencapai:
- £65.618 alias sekitar Rp1,4 miliar pada anak pertama
- £26.317 alias sekitar Rp580 juta pada anak kedua
- £32.456 alias sekitar Rp720 juta pada anak ketiga
Kisah Bunda yang alami penurunan pendapatan usai melahirkan
Femilola Miller adalah salah satu Bunda yang mengalami penurunan pendapatan usai melahirkan. Perempuan dari London, Inggris, ini mempunyai tiga anak berumur tujuh, lima, dan tiga tahun.
Sebelum menikah, dia dan suaminya David, mempunyai penghasilan yang serupa. Namun, sekarang penghasilan David £55.000 (Rp1,2 miliar) lebih banyak daripada dari istrinya per tahun. Baik dia maupun suaminya sama-sama mengambil libur kerja beberapa bulan setelah anak mereka lahir. Namun, setiap kali suaminya kembali bekerja, dia selalu mendapat promosi.
"Para ibu tidak mendapatkan kompensasi meskipun mereka kembali bekerja penuh waktu dan berdedikasi pada pekerjaan mereka," katanya.
Menurut Miller, beberapa orang tetap mempunyai stereotip mengenai pekerjaan seorang wanita usai melahirkan. Miller sendiri mengingat beberapa komentar orang kepadanya tentang apakah dia bakal kembali bekerja setelah mempunyai anak.
"Bahkan tidak ada yang bertanya tentang apa yang bakal terjadi pada pekerjaan David. Saya sudah berkarier sebelum mempunyai anak dan saya mau terus bekerja penuh waktu," ungkap Miller.
Kata master soal diskriminasi kehamilan dan persalinan
Pendiri Pregnant Then Screwed, Joeli Brearley, mengatakan bahwa 'hukuman' menjadi ibu seperti angin besar bias yang sempurna, lampau ditambah undang-undang yang ketinggalan zaman, dan norma-norma budaya di masyarakat. Menurutnya, sebagian besar kesenjangan bayaran berasas kelamin mengenai dengan 'hukuman' menjadi ibu, yang dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, seperti:
- Biaya pengasuhan anak yang tidak terjangkau bagi sebagian keluarga
- Sistem libur orang tua yang tidak seimbang
- Beberapa pekerjaan tidak menawarkan jam kerja elastis dan paruh waktu
- Diskriminasi kehamilan dan persalinan
Menurut penelitian dari Pregnant then Screwed dan Women in Data, hingga 74.000 ibu baru alias calon ibu kehilangan pekerjaan setiap tahunnya akibat diskriminasi kehamilan dan persalinan.
Sejak tahun lalu, undang-undang baru mengenai perihal ini telah bertindak di Inggris, Wales, dan Skotlandia. Undang-undang ini memberikan perlindungan lebih besar kepada wanita dari pemutusan hubungan kerja (PHK) saat mengandung alias sedang libur melahirkan.
Demikian buletin mengenai penghasilan ibu di Inggris yang diperkirakan menurun usai melahirkan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·