Jakarta -
Anak rewel, susah tidur, hingga bolos sekolah lantaran kulit eksim, memang bisa? Ternyata, perihal ini bisa terjadi pada anak-anak yang mengalami dermatitis atopik (DA).
Mengutip penjelasan dari National Health Service (NHS), dermatitis atopik adalah kondisi kulit kronis yang dapat kambuh dan menyebabkan rasa gatal hebat, kulit kering, dan peradangan. Dapat berakibat berat alias kronis jika tidak segera ditangani.
Pada 60 persen kasus, dermatitis atopik terdiagnosis pada bayi berumur satu tahun. Kondisi ini, bisa bersambung hingga usia dewasa lantaran kondisi ini tidak dapat disembuhkan, Bunda.
"Eksim atopik merupakan kasus yang sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Eksim ini sangat mengganggu kualitas hidup pasien lantaran sangat gatal dan nomor kekambuhannya sangat tinggi. Sangat krusial bagi pasien dan family untuk memahami penyebab, pencegahan kekambuhan dan gimana langkah perawatan kulit sehari-hari pada pasien eksim atopik, agar eksim tidak bolak kembali kambuh dan menyebabkan pasien ketergantungan obat," ungkap dr. Grace N.S. Wardhana, Sp. KK, FINSDV, FAADV pada HaiBunda, beberapa waktu lalu.
Namun, tak perlu cemas lantaran ada beberapa pengobatan yang dapat membantu meringankan gejalanya. Simak ulasan selengkapnya!
Penyebab dermatitis atopik
Beberapa penyebab dermatitis atopik di antaranya:
- Genetik, di mana orang tua mempunyai riwayat atopi
- Bersentuhan dengan alergen alias iritan seperti sabun, detergen, hewan peliharaan, serbuk sari, kain seperti polister dan wol, tungau, debu, dan makanan tertentu.
- Perubahan suhu ekstrem
- Infeksi kulit
- Perubahan hormon
Meskipun DA alias biasa disebut sebagai eksim, merupakan gatal pada kulit, ini bukan penyakit menular. Sehingga tidak perlu takut menyebar melalui kontak fisik.
Gejala dermatitis atopik alias eksim pada anak
Kulit gatal tentu kondisi umum yang dapat dialami semua anak. Namun, ada beberapa karakter unik gatal pada anak dengan DA. Berikut indikasi alias ciri-cirinya dikutip dari NHS:
- Gatal
- Kulit kering, dan pecah-pecah
- Kulit berwarna kemerahan pada kulit yang lebih terang. Sementara pada pemilik kulit gelap, lesi bakal terlihat lebih keunguan, abu-abu, alias kecoklatan
- Melepuh alias berdarah
- Kulit tebal, kasar, dan bersisik
Namun, gejala-gejala yang lebih unik bisa muncul pada bayi dan anak-anak. Mengutip dari Medical News Today, berikut di antaranya!
Gejala dermatitis atopik pada bayi
Pada bayi, indikasi yang muncul secara unik adalah timbulnya bercak merah, kering, dan bersisik pada wajah. Terutama di bagian pipi dan tersebar luas di seluruh tubuh.
Gejala dermatitis atopik pada balita dan anak
Pada balita bisa ditandai dengan munculnya ruam yang terlokalisasi pada lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan siku. Sedangkan pada anak yang lebih besar gatal terjadi di lipatan tubuh, terutama di bagian belakang dengkul dan siku bagian dalam.
Tingkat keparahan dermatitis atopik
Setelah melakukan pemeriksaan oleh dokter, biasanya bakal diketahui seberapa parah DA yang dialami anak. Sehingga dapat diketahui pengobatan yang tepat untuknya.
Untuk lebih jelasnya, pahami tingkat keparahan DA berikut ini:
- Dermatitis atopik akut
Ini merupakan fase awal di mana gejala-gejala awal pertama kali muncul. Dokter menyatakan bahwa 15-30 persen anak-anak terdeteksi mengalami eksim alias DA di tahun pertama kehidupan mereka. Selama fase awal ini, anak mungkin bakal sering mengalami ruam gatal.
- Dermatitis atopik subakut
Fase ini terjadi antara eksim akut dan kronis, di mana rasa gatal pada kulit dapat menyebabkan munculnya sisik dan pecah-pecah. Namun, rasa gatal justru bakal terasa berkurang pada fase ini.
Meski berkurang, ini bukan tanda DA bakal sembuh dan mereda, Bunda. Kondisi ini disebut subakut yang dapat berkembang menjadi kronis.
- Dermatitis atopik kronis alias parah
Sebuah penelitian di tahun 2021, menemukan bahwa 74 persen gen yang mengalami disregulasi pada DA akut bakal semakin parah pada fase kronis. Rasa gatalnya pun bakal terasa lebih parah, dan lesi dapat menyebar lebih luas sehingga dapat mengganggu kualitas hidup anak.
Selain itu, kulit dapat mengalami beberapa kondisi berikut:
- Menebal dan terjadi retakan pada kulit
- Hiperpigmentasi
Dampak dermatitis atopik pada kualitas hidup anak
Melansir dari jurnal The Journal of Allergy and Clinical Immunology, DA diketahui berakibat jelek terhadap kualitas hidup pasien dan family mereka. Dampak DA dikaitkan dengan kesulitan tidur, depresi, dan kekhawatiran pada pasien dengan tingkatan sedang hingga berat.
Selain itu, orang dengan DA juga bakal mengalami gangguan dalam kehidupan sosialnya. Lesi kulit yang terlihat bakal menurunkan rasa percaya diri mereka. Dampaknya pun bakal meluas ke aspek ekonomi, baik dari sisi biaya perawatan kesehatan dan kerugian tidak langsung akibat menurunnya produktivitas selama masa kekambuhan.
Cara meminimalisir indikasi dermatitis atopik
Berikut langkah mengatasi indikasi DA yang mengganggu:
- Hindari hal-hal yang memperburuk eksim seperti pemakaian sabun, detergen, kain berbahan wol dan poliester, hingga hewan peliharaan.
- Oleskan produk perawatan yang membantu melembabkan kulit sesering mungkin (minimal dua kali sehari).
- Hindari pemakaian sabun yang mengandung busa (sodium lauryl sulphate), pewangi, antiseptik.
- Hindari panas berlebih lantaran dapat memicu gatal kambuh.
- Jaga kuku anak agar tetap pendek, pada bayi dapat diberikan sarung tangan untuk membantu mencegah luka akibat garukan.
- Kontrol ke master untuk mendapatkan saran dan rekomendasi perawatan yang tepat.
Pengobatan dermatitis atopik
Pengobatan DA melibatkan beragam jenis perawatan yang disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dialami, serta usia dan riwayat medisnya. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi indikasi dan mencegah kekambuhan.
Pada banyak kasus, indikasi DA condong membaik seiring bertambahnya usia anak. Penting untuk berkonsultasi dengan master terlebih dahulu, untuk mengetahui pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi anak.
Perawatan topikal untuk anak dengan dermatitis atopik
- Mengoleskan krim, salep, dan gel pelembab ke kulit dan dibersihkan dengan produk yang mengandung emolien
- Krim, lotion alias gel steroid yang dioleskan ke kulit anak
- Penghambat PDE4 untuk menekan peradangan kulit dan gatal
- Penghambat kalsineurin untuk menekan sel peradangan.
Obat sistemik untuk anak dermatitis atopik
- Antihistamin untuk menekan rasa gatal akut
- Obat biologis yang membantu mengurangi peradangan
- Obat imunosupresif untuk mengubah respons imun
- Penghambat JAK (Janus Kinase) alias JAK inhibitor untuk menekan sel imun yang terlibat dalam proses peradangan kulit.
Terapi fisik
Dokter biasanya mencoba melakukan perawatan dengan menggunakan gelombang sinar ultraviolet B dan psoralen UVA dalam terapi cahaya, untuk merawat area yang ruam dan gatal. Perawatan ini mungkin hanya bertindak untuk pasien DA yang mengarah ke tahap kronis.
Namun, yang paling krusial adalah memastikan kondisi anak terlebih dulu dengan berkonsultasi pada master ahli kulit, Bunda. Melalui proses observasi dokter, nantinya bakal diketahui terapi terbaru DA yang sesuai untuk kondisi anak.
Demikian ulasan mengenai penyebab DA, ciri-cirinya, akibat untuk kehidupan anak, hingga pengobatan yang dianjurkan. Semoga informasinya berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·