Siapa Saja Yang Boleh Bayar Fidyah Sebagai Ganti Puasa Ramadhan?   

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Selama Ramadhan, seluruh umat Islam nan aqil baligh diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa. 

Namun, ada situasi tertentu nan membolehkan umat Islam untuk tidak melakukan ibadah puasa di bulan suci ini. 

Dalam Alquran, Allah SWT membolehkan seorang Muslim untuk mengganti puasa wajibnya dengan bayar fidyah. Namun di ujung ayat tersebut, Allah SWT juga menekankan bahwa mengusahakan diri untuk tetap berpuasa adalah perihal nan paling baik daripada mengqada puasa alias bayar fidyah. Allah SWT berfirman: 

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ  لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara Anda sakit alias dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari nan lain. Bagi orang nan berat menjalankannya, wajib bayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan,51) itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika Anda mengetahui." (QS Al-Baqarah [2]:184)

Fidyah adalah pembayaran nan wajib bagi seseorang nan tidak bisa berpuasa lantaran argumen kesehatan alias usia tua, nan tidak dapat mengganti puasa nan ditinggalkan. Fidyah digunakan untuk memberi makan kepada orang nan memerlukan sebagai gantinya atas puasa nan tidak dapat dilaksanakan.

Secara bahasa, Fidyah berasal dari kata fadaa yang artinya mengganti alias menebus. Sedangkan secara istilah, fidyah adalah kekayaan barang nan dalam kadar tertentu, wajib diberikan kepada orang miskin sebagai pengganti ibadah nan ditinggalkan.

Sebenarnya, fidyah adalah corak kasih sayang Allah SWT kepada hambanya. Karena, alih-alih menghukum orang nan tidak bisa berpuasa, Allah SWTt justru memberi kemudahan dengan membolehkan seseorang bayar fidyah dan tanpa kudu mengqada puasanya lagi. Lalu siapa saja orang nan boleh bayar fidyah?  

1. Orang tua lanjut usia

Orang tua nan sudah tua renta dibolehkan untuk bayar fidyah untuk mengganti puasanya. Dalam kitab Asna al Mathalib, Syekh Zakariya al Anshari menjelaskan, lansia nan tak bisa lagi untuk menunaikan ibadah puasa, ialah nan betul-betul menimbulkan kepayahan jika dipaksa puasa (musyaqqah) alias apalagi bisa berakibat semakin memperburuk kondisi kesehatannya, maka tidak terkena tuntutan untuk berpuasa alias pun bayar utang puasa dengan qadha puasa. 

Mereka hanya diwajibkan membayar fidyah puasa Ramadhan sebanyak satu mud makanan untuk setiap hari puasa Ramadhan yang ditinggalkannya. Berikut dalil orang tua renta boleh bayar fidyah:

“Menceritakan Ahmad bin Abdillah wakil Abi Sakhrah, menceritakan Hussain bin ‘Urfah, menceritakan Ruuh’, menceritakan Zakaria bin Ishaq daripada Umar bin Dinnar daripada Attha’, sesungguhnya saya mendengar Ibnu Abbas mambaca ayat (Al-Baqarah: 184). Maka beliau berkata: “Ayat tersebut tidaklah dihapus hukumnya, namun bertindak untuk laki-laki dan wanita nan lanjut usia nan tidak bisa lagi untuk berpuasa pada bulan Ramadan. Keduanya wajib bayar fidyah kepada seorang miskin untuk setiap hari nan ditinggalkannya (tidak berpuasa).” (Ali bin Umar Ad-Daruquthni)

2. Orang nan sakit parah nan tak ada angan sembuh 

Jika ada umat Islam nan sakit parah nan permanen nan membuatnya tidak mungkin untuk menunaikan puasa karena jika dipaksa berpuasa justru bakal berisiko besar pada kesehatannya, maka baginya tidak terkena tuntunan untuk berpuasa Ramadhan. Ia juga tak perlu mengqadha puasa Ramadhan nan ditinggalkannya. Namun, orang dalam kondisi seperti ini boleh menggantinya dengan bayar fidyah. Dalam riwayat nan diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Abbas Ra dijelaskan:

Baca juga: Bawah Masjid Al Aqsa Penuh Terowongan, Mitos Kuil Sulaiman dan Sapi Merah nan tak Muncul 

“Dikabarkan kepada kami, Muhammad bin Ismail bin Ibrahim berkata; menceritakan kepada kami dari Yazid dia berkata; telah menyampaikan kepada kami Warqa’ daripada Umar bin Dinar daripada Atha’ dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, tentang Firman Allah Azza wa Jalla: “Ayat tersebut (Al-Baqarah: 184) memberi pengertian bahwa orang nan tidak bisa berpuasa, maka dia dibolehkan menebusnya dengan fidyah (memberi makan satu orang miskin) dan siapa bisa memberikan lebih dari satu orang, maka perihal itu lebih baik baginya. Sebenarnya ayat tersebut tidaklah dimansukhkan oleh ayat sesudahnya, tetapi tidaklah diberi keringanan dalam ayat tersebut (untuk bayar fidyah), selain untuk orang nan tidak bisa berpuasa alias sakit nan susah diharapkan kesembuhannya.” (Ali bin Umar Ad-Daruquthni)

3. Wanita mengandung alias menyusui

Wanita hamil... 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Kincaimedia, Klik di Sini

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam