Sikap Nabi Muhammad Rendah Hati Dan Sederhana, Buat Semua Orang Nyaman

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA --  Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menggambarkan sikap Nabi Muhammad SAW nan sangat mulia, rendah hati dan sederhana. Padahal Nabi Muhammad SAW adalah Rasulullah yang kedudukannya di bumi tidak ada nan menandingi. 

Meski demikian, Nabi Muhammad SAW tidak mau dihormati secara berlebihan, dan tidak mau ada jarak pemisah antara beliau dan manusia lainnya. Hal ini tergambar dari adab Nabi Muhammad SAW nan dituliskan oleh Imam Al Ghazali bergelar Hujjatul Islam Zainuddin al-Thusi dalam kitab Ihya Ulumuddin.  

Dalam Ihya Ulumuddin dijelaskan bahwa kedudukan Rasulullah SAW sangat mulia. Rasulullah SAW adalah manusia paling rendah hati dan sederhana. 

Ibnu Umar Radhiyallahu anhu meriwayatkan, "Aku memandang Rasulullah SAW melempar jumratul aqabah di atas unta. Beliau sedikit pun tidak menyakiti, tidak menyeret-nyeret dan tidak mengusir alias menghalau orang lain." 

Nabi Muhammad SAW tidak merasa malu duduk pada selembar kain di atas punggung baghal (keledai) dan membonceng seseorang di belakang beliau. 

Nabi Muhammad SAW suka menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, menghadiri undangan walaupun dari seorang hamba sahaya.

Nabi Muhammad SAW memperbaiki sendiri dasar kakinya dan menambal sendiri bajunya nan sobek. Rasulullah SAW suka membantu pekerjaan rumah tangga para istrinya. 

Para sahabat Nabi Muhammad SAW tidak pernah berdiri menyambut kehadiran (untuk menghormati) Nabi Muhammad SAW, lantaran mereka tahu Nabi Muhammad SAW tidak bakal suka.

Rasulullah SAW selalu menyapa dan memberi salam kepada orang nan ditemuinya, meskipun seorang anak kecil. Demikian dijelaskan Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali alias nan lebih dikenal sebagai Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin.

Pada suatu hari, seseorang dibawa ke hadapan Rasulullah SAW. Orang itu gemetar ketakutan dan sangat segan (karena kewibawaan Nabi Muhammad SAW). 

Mengetahui perihal itu, Nabi Muhammad SAW berfirman kepada orang itu, "Tenanglah, tidak usah takut. Aku bukan seorang raja. Aku hanyalah anak laki-laki dari seorang wanita Quraisy sederhana nan suka makan labu."

Nabi Muhammad SAW duduk berbareng dengan para sahabatnya seperti orang kebanyakan. Ketika datang seorang asing untuk menemui Nabi Muhammad SAW, orang asing itu tidak bakal langsung mengetahui nan mana Nabi Muhammad SAW sebelum diberitahu oleh para sahabat. 

Aisyah Radhiyallahu anha berbicara kepada Rasulullah SAW, "Semoga Allah menjadikan saya sebagai tebusan bagimu. Sesungguhnya makan dengan duduk bersandar bakal lebih ringan bagimu." 

Mendengar perihal itu, Nabi Muhammad SAW menundukkan kepalanya hampir-hampir dahinya menyentuh tanah. 

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Aku suka makan seperti hamba-sahaya makan, dan saya duduk seperti duduknya hamba-sahaya."

Nabi Muhammad SAW tidak makan di atas meja makan dan tidak makan pada suatu bajan dengan beragam macam makanan sampai beliau (wafat) menemui Allah SWT.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam