Siksa Kubur Adalah Pasti, Ini Amalan-amalan Yang Menghindarkan Darinya Menurut Ibnu Qayyim

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA –Alam kubur adalah alam menunggu peristiwa hisab. Di alam kubur ini, orang mukmin hanya bakal diimpit bumi sementara, sedangkan orang kafir bakal dihimpit oleh bumi untuk selama-lamanya dia menunggu hari perhitungan.

Seorang ulama, imam, dan mujahid dari kalangan kaum Muslimin, Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengungkapkan beberapa perihal nan dapat menyelamatkan dari siksa kubur. 

Hal ini disampaikan Ibnu  Qayyim dalam kitabnya nan berjudul Kitab ar-Ruh. Menurut dia, perihal pertama nan dapat menyelamatkan manusia dari siksa kubur adalah dengan menghindari semua perkara nan dapat menyebabkan dijatuhkannya siksa kubur.

Salah satu di antara ibadah krusial berfaedah nan dapat menghindarkan manusia dari siksa kubur ialah hendaklah seorang hamba duduk sejenak dengan menyebut nama Allah SWT sebelum tidur guna melakukan muhasabah atas diri sendiri dengan menghitung kembali segala kerugian dan untung nan telah didapat dalam satu hari nan baru saja berlalu.

Setelah itu, menurut Ibnu Qayyim, hendaklah seorang hamba memperbaiki tobatnya dengan tobat nan tulus di hadapan Allah SWT, lampau tidur dalam pertobatan itu sembari berkeinginan untuk tidak mengulangi dosa nan telah dilakukannya andaikan kelak dia bangun dari tidurnya.

“Hendaklah seorang hamba melakukan ibadah itu setiap malam,” kata Ibnu Qayyim dikutip dari kitab berjudul “Rahasia Ruh dan Kematian” terbitan TuRos.

Jika dia meninggal pada malam itu juga, lanjut Ibnu Qayyim, maka dia meninggal dalam tobat. Apabila dia terbangun dari tidurnya, dia bakal bangun dalam kondisi siap untuk beramal dengan kegembiraan atas ditundanya ajalny,  sampai dia memohon perjumpaan dengan Tuhannya dan berupaya mengetahui apa saja nan telah luput darinya.

Ibnu Qayyim mengatakan, tidak ada nan lebih berfaedah bagi seorang hamba selain tobat seperti itu. Terlebih andaikan tobat itu diiringi dengan dzikir mengingat Allah SWT serta mengamalkan beragam sunah nan berasal dari Rasulullah di saat tidur, demikian terus sampai dia tertidur.

“Siapapun nan Allah inginkan kebaikan bagi baginya, maka Allah pasti bakal memberi taufik baginya untuk menuju kebaikan itu. Tidak ada kekuatan selain hanya pada Allah SWT,” jelas Ibnu Qayyim.

Baca juga: Amalan Para Nabi nan Langgengkan Nikmat dan Lancarkan Rezeki Menurut Alquran

Selain itu, Ibnu Qayyim juga menyampaikan beberapa sabda nan berasal dari Rasulullah dan berisi mengenai hal-hal nan dapat menyelamatkan seorang hamba dari siksa kubur.

Di antaranya adalah sebuah sabda nan diriwayatkan oleh Muslim dalam Ash-Shahih, sebagai berikut: 

عن سلمان الفارسي رضي الله عنه مرفوعاً:رباط يوم وليلة خير من صيام شهر وقيامه، وإن مات جرى عليه عمله الذي كان يعمل، وأُجْرِيَ عليه رزقه، وأَمِنَ الفَتَّانَ

Dari Salman Al Farisi -raḍiyallāhu 'anhu- nan diriwayatkan secara marfū', (Nabi bersabda), "Ribāṭ (berjaga-jaga di garis perbatasan) sehari semalam lebih baik daripada puasa dan salat malam selama satu bulan. Jika dia meninggal bumi maka ibadah nan pernah dia lakukan tetap tetap mengalir (pahalanya), rezekinya tetap tetap diberikan, dan dia kondusif dari tuduhan kubur (pertanyaan Munkar dan Nakir)." (HR Muslim)       

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam