Qualcomm sebelumnya sudah memberitahu performa Snapdragon X2 Elite Extreme yang bisa bersaing dengan Intel dan AMD. Namun ternyata, Qualcomm tidak mesti mengandalkan varian Extreme untuk mendapatkan hasil tersebut.
Nah jadi, dalam pengetesan terbaru Signal65, Snapdragon X2 Elite 18-core justru bisa mengungguli Intel di beberapa sisi penting, mulai dari CPU, AI, battery life, hingga performance per dollar.
CPU Snapdragon X2 Unggul Jauh
Pengujian dilakukan menggunakan Snapdragon X2 Elite X2E-88-100 di Lenovo Slim 7x, kemudian dibandingkan dengan Intel Core Ultra X7 358H pada Dell XPS 14 dan AMD Ryzen AI 7 445 pada Lenovo Yoga 7a 14.
Nah dalam Geekbench 7, Snapdragon mendapatkan skor 24.016 untuk multi-core dan 3.237 untuk single-core. Sementara Intel cuma mendapatkan 18.360 dan 2.602.

Artinya, Snapdragon unggul sekitar 31% pada multi-core dan 24% pada single-core.
Performa AI Juga Lebih Tinggi
Dan untuk workload AI, Snapdragon X2 juga memberitahu kelebihan yang cukup besar. Dalam UL Procyon AI Computer Vision, Snapdragon mendapatkan skor 4.360, sementara Intel eksis di bilangan 2.302. Bahkan pada AI CV 2.0 WinML yang menggunakan Windows ML, Snapdragon statis unggul sekitar 31% dari Intel.

Ini cukup menarik karena pengetesan tersebut tidak cuma mengandalkan optimalisasi software khusus Qualcomm.
Battery Life Jadi Salah Satu Keunggulannya
Dari sisi battery life, Snapdragon X2 juga kelihatan kuat ketika laptop digunakan tanpa charger, karena dalam enam benchmark, mekanisme Snapdragon bisa mempertahankan rata-rata 97% performa plugged-in Balanced mode. Intel eksis di 95%, sedangkan AMD cuma 74%.

Dalam pengetesan local video playback, Lenovo Slim 7x dengan Snapdragon bisa bertetap 16,1 jam, dibandingkan Dell XPS 14 dengan Intel yang mencapai 14,4 jam.

Untuk Chrome browsing, Snapdragon juga unggul 11,2 jam berbanding 8,6 jam. Namun Intel statis menang dalam pengetesan Procyon Office battery dengan 17,4 jam dibandingkan 14,3 jam milik Snapdragon.
Harga Snapdragon Juga Lebih Murah
Yang bikin menarik adalah laptop yang digunakan dalam pengetesan juga memiliki perbedaan harga yang cukup jauh loh guys, dimana Lenovo Slim 7x dengan Snapdragon X2 dibanderol $1.999, sedangkan Dell XPS 14 dengan Intel mencapai $2.749. Ada selisih sekitar $750.

Signal65 kemudian menyimpulkan bahwa Snapdragon memberikan performance per dollar yang lebih baik. Berdasarkan benchmark yang digunakan, nilainya disebut sekitar 2,15 kali dibandingkan mekanisme Intel.
Tapi Intel Masih Unggul di GPU
Nah dari pengetesan tersebut, bukan berarti Snapdragon menang di semua aspek, karena Intel statis memiliki kelebihan cukup jelas pada graphics performance.
Dalam 3DMark Steel Nomad Light, GPU Intel Arc B390 unggul sekitar 23% dibandingkan Adreno X2-90 milik Snapdragon, baik pada DirectX 12 maupun Vulkan.

Jadi untuk masalah gaming maupun workload yang sangat bersandar pada GPU, Intel statis punya karena kuat untuk dipilih.
Dan Ini Bukan Chip Extreme
Nah hal yang paling menarik dari pengetesan ini sebenarnya bukan sekadar Snapdragon menang benchmark lagi. Karena sebelumnya, kelebihan Qualcomm bisa saja dianggap cuma berjalan pada varian Snapdragon X2 Elite Extreme yang merupakan produk flagship, namun dalam pengetesan tersebut rupanya varian 18-core yang lebih mainstream juga bisa memberikan performa CPU, AI, dan battery life yang sangat kompetitif.
Meski begitu, perlu diingat bahwa riset Signal65 ini didanai oleh Qualcomm, sehingga akibatnya statis perlu dilihat dengan konteks tersebut meskipun memang Signal65 sendiri merupakan institusi pengetesan independen.
Namun jika tren seperti ini terus berlanjut, Intel bukan cuma mesti menghadapi Snapdragon di kelas flagship, tetapi juga di laptop premium mainstream yang kemungkinan jauh lebih banyak digunakan konsumen.
Nah sepertiapa menurutmu? komen dibawah guys.
Via : Signal65
Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]