Studi Sebut Diet Ketogenik Bikin Janin Bebas Stres Saat Di Kandungan

Oct 20, 2025 07:50 AM - 5 bulan yang lalu 186042

Jakarta -

Diet saat mengandung terkadang dilakukan para ibu agar kesehatan kehamilannya terjaga maksimal. Namun, jangan sembarang diet ya lantaran bisa membahayakan bayi. Nah, ini dia jenis diet bumil yang bikin janin bebas stres saat di kandungan, Bunda.

Kehamilan memang rentan dengan akibat stres lantaran beragam alasan. Karenanya, asupan makanan ibu selama mengandung memang perlu dijaga sehingga emosi mereka bisa terkontrol dan akibat stres yang kerap menghampiri bisa diminimalisasi.

Studi: Diet ketogenik bantu janin bebas stres di kandungan 

Dalam sebuah studi baru mengusulkan bahwa bayi yang disapih dari ASI kudu mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat untuk melindungi diri dari kondisi psikologis dan perkembangan yang mungkin timbul akibat stres di dalam rahim.

“Kami menemukan bahwa memberi tikus muda diet ketogenik, pola makan tinggi lemak dan sangat rendah karbohidrat, tepat setelah disapih nyaris sepenuhnya melindungi mereka dari pengaruh stres jangka panjang yang mereka alami sebelum lahir,” kata peneliti utama Alessia Marchesin dari University of Milan seperti dikutip dari laman Nypost.

Mengenal diet ketogenik

Diet ketogenik merupakan diet yang berfokus pada kosumsi makanan yang rendah karbohidrat, berprotein sedang, dan tinggi lemak. Dilansir dari laman Healthline, perkiraan persentase konsumsi yang melakukan diet ketogenik ialah karbohidrat sebesar 5-10 persen, protein sebesar 15-20 persen, serta lemak yang mencapai 70-75 persen.

Diet ini bermaksud untuk mengurangi rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang, yang dapat membantu saat mencoba menurunkan berat badan.

Seperti diketahui bahwa wanita mengandung mungkin rentan stres akibat hormonal, perubahan fisik, alias penyesuaian hidup. Dan, diet tersebut tampaknya menjadi perisai bagi perkembangan otak mereka, sehingga mencegah masalah sosial.

Untuk mencapai konklusi tersebut, para peneliti kemudian memberi tekanan pada tikus mengandung tepat sebelum mereka melahirkan. Anak-anak mereka disapih 21 hari setelah lahir dan diberi pola makan keto dengan makanan pokoknya meliputi daging, ikan, sayuran rendah karbohidrat, telur, lemak sehat seperti alpukat dan minyak oliva alias pola makan kontrol.

Penelitian terhadap diet ketogenik dan kehamilan 

Pada hari ke-42, tikus-tikus muda diuji untuk masalah-masalah yang disebabkan oleh stres seperti kurangnya keahlian bersosialisasi dan depresi.

Hasilnya, tikus-tikus keto mempunyai waktu perawatan diri yang lebih lama dan keahlian bersosialisasi yang lebih baik. Hanya 22 persen tikus jantan dan 12 persen tikus betina yang diberi diet keto mengalami masalah mengenai stres di kemudian hari, dibandingkan dengan 50 persen tikus yang diberi diet normal.

“Kami menemukan bahwa tikus jantan dan betina mendapatkan faedah melalui jalur biologis yang berbeda di mana tikus jantan dengan mengurangi peradangan, tikus betina dengan meningkatkan pertahanan antioksidan, yang mengisyaratkan bahwa kita dapat mempersonalisasi dan menyempurnakan intervensi diet semacam itu,” kata Marchesin.

Hanya saja, penelitian yang dipresentasikan di the European College of Neuropsychopharmacology conference di Amsterdam tetap perlu dikonfirmasi pada manusia.

Jika temuannya diverifikasi, Marchesin dan rekan-rekannya berambisi pada akhirnya dapat mengobati trauma prenatal melalui makanan. "Daripada menunggu hingga indikasi muncul lampau mengobatinya dengan obat-obatan yang banyak mempunyai pengaruh samping, suatu hari kelak banyak orang mungkin dapat memanfaatkan faedah terapeutik dari intervensi diet sejak awal untuk mencegah manifestasi kondisi patologis yang parah," kata Marchesin.

Marchesin beranggapan bahwa salah satu argumen peningkatan kesehatan tikus keto mungkin lantaran mereka mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan tikus-tikus lain. Sehingga, studi menunjukkan hubungan yang kuat antara obesitas dan kesehatan mental yang buruk.

Aniko Korosi, seorang guru besar madya di Universitas Amsterdam, mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan secara tepat nutrisi mana yang berfaedah bagi kesehatan mental.

"Studi yang disajikan secara menarik menunjukkan bahwa akibat perubahan perilaku akibat stres prenatal dapat dimodulasi dengan diet ketogenik yang diberikan setelah penyapihan," kata Korosi, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

"Akan menarik untuk mengeksplorasi lebih lanjut proses biologis apa saja yang terlibat dalam pengaruh menguntungkan ini dan apakah pengaruh tersebut spesifik untuk setiap jenis kelamin,"imbuhnya.

Meskipun studi lebih lanjut tetap diperlukan, setidaknya secercah angan sudah terlihat. Semoga, diet keto yang dilakukan tersebut memang bisa efektif secara nyata dalam meminimalisasi stres janin dalam kandungan.

Apalagi, diet keto juga telah terbukti membantu anak-anak penderita epilepsi. Namun, para mahir medis menyarankan untuk berkonsultasi lebih dulu dengan master sebelum memulai diet apa pun untuk bayi. Karena apa pun alasannya, kehadiran  asupan karbohidrat sangatlah krusial untuk pertumbuhan, perkembangan, dan energi.

Sehat selalu sampai persalinan dan semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya