Sumpah Pemuda: Sejarah, Isi, Tokoh, Nilai Dan Makna Bagi Pelajar Dan Generasi Muda

Oct 27, 2025 07:10 PM - 5 bulan yang lalu 170331

Bunda, setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia merayakan Hari Sumpah Pemuda. Peristiwa ini bukan hanya menandai libur nasional, tetapi merupakan tonggak sejarah terpenting yang sukses menyatukan seluruh komponen bangsa Indonesia.

Tanpa semangat dari para tokoh Sumpah Pemuda ini, cita-cita Indonesia untuk merdeka  bakal menghadapi banyak tantangan. Simak penjelasan berikut, untuk menggali lebih dalam sejarah Sumpah Pemuda berasas kitab Sejarah Pergerakan Nasional karya Fajriudin Muttaqin dan kitab Sejarah Indonesia Jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI karya Dr. Abdurakhman, mulai dari isi Sumpah Pemuda hingga nilainya bagi pelajar dan generasi muda saat ini!

Sejarah lahirnya Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda Indonesia merupakan babak baru bagi perjuangan bangsa kita. Awalnya, perjuangan bangsa berkarakter kedaerahan (primordial).

Para pemuda sadar bahwa perlawanan yang berkarakter lokal adalah sia-sia di mata penjajah. Penjajah bisa mematahkan perlawanan mereka walaupun cukup kewalahan. Mereka akhirnya sadar bahwa hanya dengan persatuan dan kesatuan, cita-cita kemerdekaan dapat diraih.

Kebangkitan nasional sendiri ditandai pada tahun 1908, dengan berdirinya Budi Utomo. Meskipun Budi Utomo tetap bernapaskan kesadaran lokal, organisasi ini sangat berkedudukan krusial bagi pemuda saat itu. Budi Utomo mendorong bermunculannya organisasi pemuda lain, seperti Tri Koro Darmo (Jong Java), Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Betawi, Jong Minahasa, Sekar Rukun, dan Pemuda Timor. Organisasi-organisasi inilah yang nantinya mendorong lahirnya Sumpah Pemuda.

Perhimpunan pemuda yang paling gencar mengumandangkan persatuan adalah Perhimpunan Indonesia (PI). Ideologi pokok PI secara definitif mendorong bangsa Indonesia untuk berasosiasi meraih kemerdekaan. Ideologinya mencakup kesatuan nasional, solidaritas, dan swadaya. 

Usaha mewujudkan persatuan dan kesatuan antarpemuda sudah dilakukan acapkali sejak tahun 1920. Salah satu upaya tersebut menghasilkan Kongres Pemuda I yang dilaksanakan pada tahun 1926. 

Latar belakang Kongres Pemuda adalah adanya organisasi-organisasi pemuda yang kemudian merumuskan Kongres Pemuda. Kongres Pemuda I diadakan pada 30 April 1926. Kongres ini menghasilkan kesepakatan berbareng mengenai kegiatan pemuda pada segi sosial, ekonomi, dan budaya. Kongres ini diikuti oleh seluruh organisasi pemuda saat itu seperti Jong Java, Jong Sumatra, dan Jong Betawi.

Setelah itu, Kongres Pemuda II digelar dua tahun setelahnya. Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. Kongres ini dilaksanakan di tiga gedung berbeda dan dibagi menjadi tiga kali rapat.

Sidang Pertama diadakan pada Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), yang sekarang dikenal sebagai Lapangan Banteng. Rapat dibuka oleh Ketua Kongres, Sugondo Djojopuspito.

Sidang Kedua diadakan pada Minggu, 28 Oktober 1928, bertempat di gedung "Oost Java Bioscoop". Pembicaraan berfokus pada masalah pendidikan, dengan pembicara utama Nona Purnomowulan dan S. Mangunsarkoro.

Sidang Ketiga diadakan di Gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106. Setelah pembicara menyampaikan materinya, Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Sebelum ditutup, lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola.

Isi Sumpah Pemuda

Isi Sumpah Pemuda yang kita kenal sekarang adalah rumusan hasil dari Kongres Pemuda II, yang diselenggarakan pada 28 Oktober 1928. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasilnya, yang oleh para pemuda disebut sebagai Sumpah Setia.

Berikut adalah Isi Sumpah Pemuda yang kudu kita tanamkan di hati:

Pertama: Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia.

Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.

Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berkata satu, bahasa Indonesia.

Setelah mendengar putusan, rapat ini menetapkan bahwa isi Kongres tersebut wajib dipakai oleh semua perkumpulan kebangsaan Indonesia. Keputusan ini diserukan untuk disebarkan di beragam surat berita dan dibacakan di depan rapat perkumpulan.

Tokoh-tokoh Sumpah Pemuda

Bunda, para tokoh Sumpah Pemuda yang datang dalam Kongres Pemuda I dan II adalah representasi luar biasa dari beragam organisasi pemuda di seluruh Nusantara pada waktu itu. Mereka berkumpul dengan satu tekad, mengesampingkan identitas kedaerahan demi cita-cita besar Indonesia.

Di antara tokoh-tokoh krusial ini, ada Soegondo Djojopoespito dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang menjabat sebagai ketua sidang, ditemani oleh RM Djoko Marsaid dari Jong Java sebagai wakilnya. Tak ketinggalan, ada Mohammad Yamin dari Jong Sumateranen Bond yang menjadi sekretaris, serta Amin Syarifuddin dari Jong Bataks Bond sebagai Bendahara.

Mereka juga dibantu oleh para tokoh Sumpah Pemuda lainnya yang gigih, seperti Djohan Mohammad Tjai dari Jong Islamieten Bond, R Katja Soengkana (Pemuda Indonesia), Senduk (Jong Celebes), Johannes Leimena (Jong Ambon), dan Rochjani Soe’oed (Pemuda Kaum Betawi). Kehadiran mereka membuktikan bahwa semangat persatuan sudah menyala di hati para pemuda dari beragam penjuru, Bunda!

Filosofi Sumpah Pemuda

Salah satu perihal yang patut diapresiasi dari para delegasi Sumpah Pemuda adalah mereka sukses menyingkirkan ego dan dominasi. Dalam agenda kongres, mereka menciptakan situasi percakapan yang ideal. Hal berfaedah setiap peserta bebas untuk berbicara, bebas untuk mendengarkan, bebas dari rasa takut, bebas dari teror, dan bebas dari kontrol yang memaksa.

Situasi ideal ini bisa terwujud lantaran ada tiga prasyarat dasar yang mereka penuhi:

  1. Setiap perseorangan mendapat kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
  2. Setiap perseorangan diizinkan memperkenalkan ide-ide mereka.
  3. Setiap perseorangan berkomitmen untuk menghormati etika bersama.

Dengan semangat Sumpah Pemuda 1928, Hari Sumpah Pemuda tetap relevan dari waktu ke waktu dalam menghadapi beragam tantangan bangsa. Karena bagaimanapun juga, Indonesia sejahtera adalah cita-cita besar pemuda kita.

5 Nilai-nilai Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi teks sejarah, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang krusial bagi generasi muda saat ini. Berikut ini lima nilai Sumpah Pemuda tersebut. 

1. Nilai persatuan dan kesatuan

Kongres Pemuda II diikuti oleh para pemuda yang berasal dari perbedaan latar belakang, baik organisasi, daerah asal, suku bangsa, agama, maupun golongan. Meskipun mempunyai beragam perbedaan latar belakang, tetapi para pemuda dapat menunjukkan semangat persatuan dan kesatuan melalui janji Sumpah Pemuda. Dalam janji Sumpah Pemuda tersebut, terdapat pernyataan tentang kesatuan tanah air, bangsa, dan bahasa.

2. Nilai nasionalisme alias semangat kebangsaan

Nasionalisme adalah sifat alias aliran untuk mencintai bangsa, tanah air, dan negara sendiri. Nasionalisme disebut juga semangat kebangsaan. Dengan mengikrarkan Sumpah Pemuda pada tahun 1928, menunjukkan adanya semangat kebangsaan dalam diri para pemuda Indonesia.

3. Nilai rela berkorban

Rela berkorban artinya bersedia dengan tulus dan senang hati, mau memberikan sebagian yang dimiliki untuk kepentingan orang lain alias orang banyak dengan tidak mengharapkan imbalan. Sikap rela berkorban terlihat dalam penyelenggaraan Kongres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda.

4. Nilai gotong royong

Gotong royong artinya bekerja sama, tolong-menolong, alias bantu-membantu. Gotong royong sendiri merupakan salah satu kebudayaan original Indonesia. Pada umumnya, gotong royong terjadi ketika masyarakat mau mencapai suatu tujuan bersama.

Nilai gotong royong terdapat dalam proses lahirnya Sumpah Pemuda. Tanpa memandang perbedaan, para pemuda bersama-sama bekerja keras untuk menyelenggarakan Kongres Pemuda.

5. Nilai penguatan jati diri ke-Indonesia-an

Jati diri merupakan identitas  yang nampak pada seseorang. Dalam pelafalan Sumpah Pemuda tahun 1928, terdapat nilai penguatan jati diri ke-Indonesia-an. Hal itu terlihat dengan adanya pernyataan dan komitmen dari para pemuda tentang kesatuan tanah air, bangsa, dan bahasa. 

Makna Sumpah Pemuda bagi pelajar dan generasi muda

Bagi pelajar dan generasi muda saat ini, Sumpah Pemuda mempunyai makna yang sangat mendalam. Berikut ini enam di antaranya:

  1. Makna pertama, Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah pergerakan para kaum muda Indonesia dalam perjuangan berbareng melawan penjajah. 
  2. Makna kedua, Sumpah Pemuda merupakan sarana untuk mempersatukan seluruh organisasi kepemudaan dan para pemuda Indonesia yang awalnya tetap berkarakter kedaerahan menjadi berbudi pekerti nasionalis.
  3. Makna ketiga, Sumpah Pemuda merupakan keputusan krusial yang memberikan arah baru dan membangkitkan semangat bangsa dalam menentang adanya penjajahan. 
  4. Makna Keempat, Sumpah Pemuda merupakan komitmen nyata dari perjuangan rakyat sampai sukses mencapai Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. 
  5. Makna Kelima, Sumpah Pemuda merupakan manifestasi alias perwujudan semangat persatuan Indonesia yang mendorong

Bunda, rupanya Sumpah Pemuda yang kita kenal mempunyai sejarah panjang dan makna penting. Mari kita terapkan nilai-nilainya pada kehidupan sehari-hari!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya