Surat Jaminan Umar Bin Khattab Untuk Umat Nasrani Dan Gereja Ini Menginspirasi Dunia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA— Kisah toleransi nan dijunjung Umar bin Khattab saat menaklukkan Palestina sangat tersohor dan banyak diabadikan kitab sejarah. 

Di bawah kepemimpinan Khalifah Umar, kebebasan menjalankan ibadah dihormati. Toleransi antarumat berakidah begitu harmonis. 

Setiap pemeluk kepercayaan bisa menjalankan ibadahnya sesuai kepercayaan dan keyakinannya secara tenang dan aman. 

Tak heran, jika kepala rahib nan ada di Kota Elia banget berterima kasih kepada tentara Islam nan telah membebaskan mereka dari penindasan Bizantium. 

Secara Khusus, Khalifah Umar menulis surat agunan keamanan bagi seluruh masyarakat Kota Elia. Berikut bunyi surat agunan Khalifah Umar seperti dikutip dari Ath-Thabari, III/609.

“Dengan Nama Allah nan Mahapengasih lagi Mahapenyayang, agunan keamanan ini diberikan oleh hamba Allah, pemimpin umat Islam, Umar bin Khattab kepada masyarakat Elia. Umar menjamin bagi setiap jiwa, harta, gereja, salib, kaum lemah, kaum merdeka, dan semua kepercayaan nan ada.”

Gereja-gereja tak bakal dihuni serta dirusak, dikurangi, alias dipindahkan, demikian pula dengan salib dan harta-harta mereka. Mereka tak bakal dibenci alias diancam lantaran agama. Tidak ada satu orang Yahudi pun nan bakal tinggal berbareng mereka di Elia…”

Dalam Ath-Thabari disebutkan, pemberian agunan itu disaksikan oleh Khalid bin Walid, Amr bin Ash, Abdurrahman bin Auf, Muawiyah bin Abi Sufyan. Jaminan itu ditulis dan diberlakukan pada tahun ke-15 Hijriah.

Saat berada di Kota Elia, Khalifah Umar sempat ditawari untuk beribadah di dalam Church of the Holy Sepulcher, namun Umar menolak dan meminta agar dibawa ke Masjidil Aqsa Al Haram Al Sharif. Umar mendapati tempat itu dalam kondisi kotor. Ia lampau memerintahkan agar tempat itu dibersihkan.

Khalifah pun membangun sebuah masjid kayu di tempat nan sekarang merupakan kompleks gedung Masjid Al-Aqsa. Setelah itu, pemerintahan Umar membangun Kubah Sakhrah alias nan kemudian dikenal sebagai Kubah Umar.

Sejak itu, Kota Elia berada di bawah kekuasaan umat Islam. Setelah era Khulafa Ar-Rasyidin berakhir, kota itu berada dalam kekuasaan Dinasti Umayyah (650-750 M), lampau dilanjutkan Dinasti  Abbasiyyah (750-969), hingga Dinasti Fatimiyah.

Kota Elia lampau direbut pasukan tentara Perang Salib pada 1099 M dari kekuasaan Khalifah Al-Musta’li. Umat Islam, Yahudi, dan apalagi Kristen pun dibantai tentara Perang Salib. Umat Islam kembali sukses merebut kembali Masjdil Aqsha pada  1187 M di bawah komando pahlawan perang Islam, Salahuddin Al-Ayubi.

Kedamaian kembali tercipta di kota itu. Pada 1243,  kota itu jatuh kembali ke tangan tentara Salib. Pada 1517, Masjidil Aqsha kembali dikuasai Kesultanan Turki Usman. Kota itu terlepas dari genggaman kekuasaan umat Islam setelah Turki kalah dalam Perang Dunia I.

Kini, Masjid Al-Aqsa dikuasai Zionis Israel. Umat Islam pun selalu dihalang-halangi untuk shalat di masjid itu. Israel pun secara sengaja terus mencoba menghancurkan Masjid Al-Aqsa dengan membangun terowongan di bawah masjid  itu. Akibatnya, sudah banyak bagian Masjid Al-Aqsa nan rusak.

sumber : Harian Republika

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam