Surat Yasin Lengkap: Arab, Latin, Dan Terjemahannya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Berikut ini adalah surah Yasin beserta terjemahan dan latinnya.

yā sīn

  1. Yaa siin

wal-qur`ānil-ḥakīm

2. Demi Alquran nan penuh hikmah,

innaka laminal-mursalīn

3. Sesungguhnya Anda salah seorang dari rasul-rasul,

‘alā ṣirāṭim mustaqīm

4. (yang berada) diatas jalan nan lurus,

tanzīlal-‘azīzir-raḥīm

5. (sebagai wahyu) nan diturunkan oleh nan Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,

litunżira qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfilụn

6. Agar Anda memberi peringatan kepada kaum nan bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, lantaran itu mereka lalai.

laqad ḥaqqal-qaulu ‘alā akṡarihim fa hum lā yu`minụn

7. Sesungguhnya telah pasti bertindak perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.

innā ja’alnā fī a’nāqihim aglālan fa hiya ilal-ażqāni fa hum muqmaḥụn

8. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lampau tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka lantaran itu mereka tertengadah.

wa ja’alnā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubṣirụn

9. Dan Kami adakan di hadapan mereka tembok dan di belakang mereka tembok (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

wa sawā`un ‘alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn

10. Sama saja bagi mereka apakah Anda memberi peringatan kepada mereka ataukah Anda tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak bakal beriman.

innamā tunżiru manittaba’aż-żikra wa khasyiyar-raḥmāna bil-gaīb, fa basysyir-hu bimagfiratiw wa ajring karīm

11. Sesungguhnya Anda hanya memberi peringatan kepada orang-orang nan mau mengikuti peringatan dan nan takut kepada Tuhan nan Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka berita ceria dengan pembebasan dan pahala nan mulia.

innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamụ wa āṡārahum, wa kulla syai`in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn

12. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang meninggal dan Kami menuliskan apa nan telah mereka kerjakan dan bekas-bekas nan mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk nan nyata (Lauh Mahfuzh).

waḍrib lahum maṡalan aṣ-ḥābal-qaryah, iż jā`ahal-mursalụn

13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, ialah masyarakat suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.

iż arsalnā ilaihimuṡnaini fa każżabụhumā fa ‘azzaznā biṡāliṡin fa qālū innā ilaikum mursalụn

14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lampau mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) nan ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu”.

qālụ mā antum illā basyarum miṡlunā wa mā anzalar-raḥmānu min syai`in in antum illā takżibụn

15. Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah nan Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, Anda tidak lain hanyalah pembohong belaka”.

qālụ rabbunā ya’lamu innā ilaikum lamursalụn

16. Mereka berkata: “Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang nan diutus kepada kamu”.

wa mā ‘alainā illal-balāgul-mubīn

17. Dan tanggungjawab kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”.

qālū innā taṭayyarnā bikum, la`il lam tantahụ lanarjumannakum wa layamassannakum minnā ‘ażābun alīm

18. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami bernasib malang lantaran kamu, sesungguhnya jika Anda tidak berakhir (menyeru kami), niscaya kami bakal merajam Anda dan Anda pasti bakal mendapat siksa nan perih dari kami”.

qālụ ṭā`irukum ma’akum, a in żukkirtum, bal antum qaumum musrifụn

19. Utusan-utusan itu berkata: “Kemalangan Anda adalah lantaran Anda sendiri. Apakah jika Anda diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya Anda adalah kaum nan melampui batas”.

wa jā`a min aqṣal-madīnati rajuluy yas’ā qāla yā qaumittabi’ul-mursalīn

20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas dia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu”.

ittabi’ụ mal lā yas`alukum ajraw wa hum muhtadụn

21. Ikutilah orang nan tiada minta jawaban kepadamu; dan mereka adalah orang-orang nan mendapat petunjuk.

wa mā liya lā a’budullażī faṭaranī wa ilaihi turja’ụn

22. Mengapa saya tidak menyembah (Tuhan) nan telah menciptakanku dan nan hanya kepada-Nya-lah Anda (semua) bakal dikembalikan?

a attakhiżu min dụnihī ālihatan iy yuridnir-raḥmānu biḍurril lā tugni ‘annī syafā’atuhum syai`aw wa lā yungqiżụn

23. Mengapa saya bakal menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) nan Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafa’at mereka tidak memberi faedah sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

innī iżal lafī ḍalālim mubīn

24. Sesungguhnya saya jika begitu pasti berada dalam kesesatan nan nyata.

innī āmantu birabbikum fasma’ụn

25. Sesungguhnya saya telah beragama kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.

qīladkhulil-jannah, qāla yā laita qaumī ya’lamụn

26. Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke surga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kamumku mengetahui.

bimā gafara lī rabbī wa ja’alanī minal-mukramīn

27. Apa nan menyebabkan Tuhanku memberi maaf kepadaku dan menjadikan saya termasuk orang-orang nan dimuliakan”.

wa mā anzalnā ‘alā qaumihī mim ba’dihī min jundim minas-samā`i wa mā kunnā munzilīn

28. Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

ing kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa iżā hum khāmidụn

29. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan bunyi saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

yā ḥasratan ‘alal-‘ibād, mā ya`tīhim mir rasụlin illā kānụ bihī yastahzi`ụn

30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

a lam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurụni annahum ilaihim lā yarji’ụn

31. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka nan telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

wa ing kullul lammā jamī’ul ladainā muḥḍarụn

32. Dan setiap mereka semuanya bakal dikumpulkan lagi kepada Kami.

wa āyatul lahumul-arḍul-maitatu aḥyaināhā wa akhrajnā min-hā ḥabban fa min-hu ya`kulụn

33. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah nan besar) bagi mereka adalah bumi nan mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

wa ja’alnā fīhā jannātim min nakhīliw wa a’nābiw wa fajjarnā fīhā minal-‘uyụn

34. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

liya`kulụ min ṡamarihī wa mā ‘amilat-hu aidīhim, a fa lā yasykurụn

35. agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa nan diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

sub-ḥānallażī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-arḍu wa min anfusihim wa mimmā lā ya’lamụn

36. Maha Suci Tuhan nan telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa nan ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa nan tidak mereka ketahui.

wa āyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahāra fa iżā hum muẓlimụn

37. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah nan besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.

wasy-syamsu tajrī limustaqarril lahā, żālika taqdīrul-‘azīzil-‘alīm

38. dan mentari melangkah ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan nan Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

wal-qamara qaddarnāhu manāzila ḥattā ‘āda kal-‘urjụnil-qadīm

39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah nan terakhir) kembalilah dia sebagai corak tandan nan tua.

lasy-syamsu yambagī lahā an tudrikal-qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār, wa kullun fī falakiy yasbaḥụn

40. Tidaklah mungkin bagi mentari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

AYAT 40 HINGGA AKHIR...Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam