
Instagram/@ayuelzasftr_
Kincai Media - Banyak orang mematangkan alpukat dengan langkah diperam menggunakan karbit lantaran dianggap paling cepat. Selain itu, ada juga yang menusuk alpukat dengan tusuk gigi alias memendamnya di dalam beras. Berbagai langkah ini sering dicoba di rumah meski hasilnya tidak selalu sama.
Namun, metode tersebut kadang kurang efektif dan hasil matangnya tidak merata. Alpukat bisa saja terasa lunak di luar, tetapi tetap keras alias tawar di bagian dalam. Bahkan, ada juga yang justru membikin tekstur alpukat jadi kurang lezat saat dimakan.
Kini, muncul langkah baru untuk mematangkan alpukat, ialah menggunakan garam. Cara ini dinilai lebih praktis dan mudah dilakukan tanpa perangkat khusus. Selain itu, metode ini juga dianggap lebih kondusif lantaran tidak melibatkan bahan kimia berisiko.
Namun agar alpukat bisa matang sempurna dengan menggunakan garam, Anda kudu simak langkah menggunakannya dengan tepat biar hasilnya maksimal. Berikut tutorialnya yang telah BrilioFood rangkum dari IG @ayuelzasftr_ pada Senin (15/12).
Cara mematangkan alpukat dengan garam.
1. Potong ujung atas alpukat dan taburi garam.

foto: Instagram/@ayuelzasftr_
Potong sedikit bagian ujung atas alpukat hingga terlihat bagian dagingnya. Taburi area potongan tersebut dengan garam secukupnya, tidak perlu terlalu banyak. Garam membantu menarik kelembapan dan mempercepat proses pematangan dari dalam buah.
2. Tutup dengan tisu dan rekatkan menggunakan solasi.

foto: Instagram/@ayuelzasftr_
Setelah diberi garam, tutup bagian yang terbuka dengan tisu agar garam tetap menempel dan tidak berceceran. Rekatkan tisu menggunakan solasi agar tertutup rapat dan tidak mudah lepas. Langkah ini juga membantu menjaga kondisi alpukat tetap stabil selama diperam.
3. Bungkus alpukat dengan kain dan simpan di tempat tertutup.

foto: Instagram/@ayuelzasftr_
Bungkus alpukat menggunakan kain bersih agar suhu di sekitarnya tetap hangat. Simpan alpukat yang sudah dibungkus di tempat tertutup alias wadah rapat udara. Kondisi ini membantu gas alami dari alpukat terperangkap sehingga proses pematangan melangkah lebih cepat.
4. Diamkan 1–2 hari hingga alpukat matang.

foto: Instagram/@ayuelzasftr_
Diamkan alpukat selama sekitar satu hingga dua hari tanpa dibuka. Setelah waktu tersebut, lepaskan kain, tisu, dan solasi, lampau cek tingkat kematangannya. Biasanya alpukat bakal terasa lebih empuk, matang merata, dan siap langsung dikonsumsi.
FAQ Seputar tips memilih alpukat.
Memilih alpukat yang tepat sering jadi kunci agar rasa dan teksturnya sesuai harapan. Kesalahan mini saat memilih bisa membikin alpukat terasa pahit, keras, alias justru terlalu lembek.
1. Apakah warna kulit alpukat selalu menandakan tingkat kematangan?
Warna kulit alpukat bisa menjadi petunjuk, tetapi tidak selalu jeli untuk semua jenis alpukat. Beberapa varietas tetap hijau meski sudah matang, sementara yang lain berubah lebih gelap. Karena itu, warna sebaiknya dikombinasikan dengan cek tekstur saat ditekan.
2. Apakah menekan alpukat terlalu keras bisa merusak kualitasnya?
Menekan alpukat terlalu kuat bisa menyebabkan memar di bagian dalam yang tidak terlihat dari luar. Memar ini membikin daging alpukat sigap kecokelatan dan rasanya menurun. Cukup tekan ringan menggunakan telapak tangan, bukan ujung jari.
3. Apakah alpukat yang bertangkai copot menandakan sudah matang?
Tangkai yang mudah copot bisa menjadi tanda alpukat sudah cukup matang. Namun, jika bagian bawah tangkai berwarna cokelat gelap, bisa jadi alpukat sudah terlalu matang. Warna hijau cerah di bagian tersebut biasanya menandakan kondisi tetap baik.
4. Apakah ukuran alpukat memengaruhi rasa dan teksturnya?
Ukuran alpukat tidak selalu menentukan rasa, lantaran tergantung varietas dan tingkat kematangannya. Alpukat mini bisa saja lebih creamy dibanding yang besar. Yang terpenting adalah keseimbangan antara lembek dan padat saat ditekan.
5. Apakah alpukat dengan kulit mulus selalu lebih bagus?
Kulit yang terlalu mulus memang terlihat menarik, tetapi tidak selalu menjamin kualitas dagingnya. Sedikit tekstur kasar alias bintik mini tetap tergolong normal. Selama tidak ada bagian yang lembek berlebihan alias berbau, alpukat tetap layak dipilih.
(brl/psa)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·