Tali Silaturahmi Putus Gara-gara Rebutan Harta Warisan, Begini Akibatnya

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA – Nabi Muhammad SAW mengajarkan seluruh umat muslim untuk saling membantu sesama muslim dan menjalin silaturahmi dengan keluarga. Tetapi, gimana hasilnya jika tali persaudaraan tersebut putus akibat rebutan kekayaan warisan?

Rebutan masalah kekayaan warisan merupakan masalah nan tidak ada habisnya untuk dibahas. Karena masalah tersebut juga telah terjadi sejak era – era dahulu. Saling berebut untuk mendapatkan kekayaan warisan dapat memecah belah family dan memutus tali silaturahmi. Padahal, Nabi Muhammad SAW berbicara jika seseorang mau diberikan rezeki nan melimpah, dia kudu menjalin silaturahmi, seperti nan tertulis pada Hadits Riwayat Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ 

Artinya : “Barangsiapa nan mau dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah dia bersilaturahmi.”

“Permasalahan waris rupanya kisahnya berulang – ulang dan banyak, apalagi jika kita tunjuk tidak ada satu kampung selain ada orang berebut waris. Inilah pintu setan nan luar biasa besar. Maka, jangan sampai Anda masuk pintu ini, kita kudu berbaikan dengan kerabat urusan waris,” kata Buya Yahya, dikutip dari akun Youtube, Al Bahjah TV, Minggu (05/05/2024).

Buya Yahya menjelaskan bahwa kekayaan warisan adalah kekayaan nan diberikan hasil jerih payah orang tua kepada anak – anaknya. Jika dia mendapatkan warisan tersebut dengan langkah legal tanpa ada perselisihan dengan kerabat – saudaranya, maka kekayaan nan digunakan tersebut bakal diberikan keberkahan.

“Warisan adalah rezeki nomplok, bukan jerih payah anda, bakal tetapi rezeki nan Allah SWT berikan sepeninggalan ibu ayah Anda langsung pindah kewenangan milik menjadi milik anda. Ambillah dengan langkah nan baik. Maka, jika kekayaan waris diambil dengan langkah nan halal, bakal menjadi keberkahan di kekayaan kita,” kata Buya Yahya.

Tapi sebaliknya jika kekayaan waris diambil dengan langkah nan haram bakal panas dan membakar kekayaan linnya menjadi tidak bekah bagi anak – anak dan istri mereka. 

Buya Yahya menjelaskan jangan mengedepankan kesenangan sesaat di bumi tetapi menjadi sengsara di neraka. Jika melakukan dzalim dengan saudaranya akibat kekayaan waris nan didapat untuk segera diselesaikan dengan baik dan jangan membiarkan diri untuk masuk ke dalam neraka. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam