Tanda Orang Yang Ajalnya Sudah Dekat, Begini Penjelasannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Tak ada nan luput dari kematian. Semua ciptaan Allah, pasti bakal musnah. Mereka bakal hancur untuk kemudian dihidupkan kembali di alambaka untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.

Kematian bisa datang kapan saja dan di mana saja. Bisa jadi manusia sedang dalam keadaan beragama alias sedang dalam melakukan kemaksiatan. Tapi, takdir Allah tidak bisa dihindari, jika sudah menjadi takdirnya untuk meninggal maka Allah bakal mencabut nyawanya. 

Sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ 

Tiap-tiap nan berbudi pekerti bakal merasakan mati. (Q.S Al-Imran:185). 

Terdapat beberapa tanda-tanda kematian seseorang dalam satu tahun.

Pertama, Allah datangkan malaikat untuk membimbingnya (orang shaleh), alias Allah datangkan setan untuk disesatkan (orang murka)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu anhu dalam Kitab At-Tadzkirah, “Jika Allah menghendaki kebaikan pada seseorang, maka setahun sebelum kematiannya Allah memerintahkan malaikat untuk membimbing orang itu dan memberinya taufik, sehingga orang-orang berkata, ‘Fulan telah meninggal dalam keadaan nan terbaik.”

Ketika orang itu bakal meninggal dan memandang pahala amalnya, maka rohnya sangat rindu. Pada saat itulah dia mau berjumpa dengan Allah, dan Allah pun mau berjumpa dengannya.

Apabila Allah menghendaki keburukan pada seseorang, maka setahun sebelum kematiannya Allah membiarkan setan mendatangi orang itu, lampau disesatkannya dan diteror, sehingga orang-orang berkata, 'Fulan meninggal dalam keadaan terburuk.' 

Ketika orang itu bakal meninggal dan memandang balasan nan bakal menimpanya, hatinya sangat gelisah. Saat itulah dia enggan berjumpa dengan Allah dan Allah pun enggan berjumpa dengannya."

Kedua, Allah memberikan hidayah kepada orang nan beriman. 

Hadis ini diriwayatkan At-Tirmidzi pada bab Al-Qadar dari Anas, Rasulullah bersabda: 

"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla andaikan menghendaki kebaikan pada seseorang, maka Dia mempekerjakannya."

Seseorang bertanya kepada beliau, "Bagaimana Allah mempekerjakannya, wahai Rasulullah?"

Beliau bersabda, "Memberinya taufik ke arah kebaikan saleh sebelum meninggal."

Dalam Shahih Al-Jami' juga disebutkan sabda serupa. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya, maka Dia memberinya madu."

Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa maksud 'memberinya madu'?"

Beliau menjawab, "Allah membukakan (taufik) baginya untuk beramal saleh menjelang matinya, sehingga orang-orang di sekelilingnya meridhai dia."

Lihat laman berikutnya >>> 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Kincaimedia, Klik di Sini

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam