Tanda-tanda Akhir Zaman Yang Sudah, Sedang, Dan Akan Terjadi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Sebagai seorang Muslim, meyakini hari hariakhir merupakan rukum ketaatan nan keempat. Meski demikian, tidak ada nan mengetahui kapan. Tapi, hari hariakhir itu bakal terjadi.

Hanya Allah satu-satunya nan mengetahui waktu terjadinya kiamat. Bahkan nabi-nabi dan para malaikat pun tidak mengetahuinya.  Allah berfirman:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةًۗ يَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ

“Mereka menanyakan kepadamu (Nabi Muhammad) tentang kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Tuhanku. Tidak ada (seorang pun) nan dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk yang) di langit dan di bumi. Ia tidak bakal datang kepadamu selain secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Al-A’raf ayat 187).

Di antara tanda-tanda kiamat, baik shugra, wustha maupun kubra adalah musibah nan dimulai sejak wafatnya Rasulullah dan tidak bakal berakhir, selain dengan munculnya dajjal. Kemunculan dajjal merupakan musibah terbesar sebelum terjadinya kiamat.

Berikut ini tanda-tanda hariakhir nan dimuat dalam kitab Asyrath As-Sa’ah Al-‘Alamat Ash-Sughra wa Al-Wustha karya Mahir Ahmad Ash-Shufiy.

Tanda-Tanda Kiamat nan Sudah Terjadi

1. Budak Melahirkan Tuannya

Pada masa pemerintahan Abbasiyah dan Umawiyah, banyak terdapat budak wanita dari hasil rampasan perang. Dikatakan pula bahwa perihal itu terjadi pada masa Harun Ar-Rasyid.

Pada saat itu, orang nan paling miskin mempunyai rumah di Baghdad dengan tiga budak. Pemilik budak-budak itu bersenang-senang dengan mereka tanpa pernikahan sehingga melahirkan anak untuk tuannya.

Anak nan lahir dari budak itu menjadi anak tuannya, sedangkan dia sendiri tetap sebagai budak. Ketika anak itu tumbuh besar dan menjadi seorang tuan, ibunya tetap menjadi budak, tetapi tidak boleh dijual. Ketika tuan dari budak itu mati, anaknya memerdekakannya.

Dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Jika Anda memandang budak melahirkan tuannya, maka itulah pengetahuan tentang hariakhir dan tanda-tandanya.” (HR Ahmad)

Selanjutnya...

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam