Tangkuban Perahu Bandung, Harga Tiket, Daya Tarik, Aktivitas Seru Dll

Oct 22, 2025 10:03 AM - 5 bulan yang lalu 176680

Wisata Tangkuban Perahu – Siapa sih yang tidak kenal dengan letak wisata yang satu ini? Gunung Tangkuban Perahu sudah sejak dulu menjadi letak wisata saat musim liburan tiba. Bagi siapapun yang ke Bandung, maka berjamu ke Tangkubang Perahu adalah perihal yang mutlak, taidak komplit rasanya jika ke Bandung tidak mampir ke Tangkuban Perabu.

Kali ini Kincai Media bakal membujuk Anda kembali mengunjungi letak wisata tangkuban perahu, bagi Anda yang belum pernah ke Tangkuban Perahu, sebaiknya membaca panduannya terlebih dahulu, agar liburan Anda lebih menyenangkan dan bisa maksimal.

Jangan lewatkan: 31 Tempat Nongkrong di Bandung

Legenda Gunung Tangkuban Perahu

Sebelum itu, ada baiknya jika kita telaah terlebih dulu legenda yang berkembang dimasyarakat terkai asal-muasal gunung yang mirip dengan perahu telugkup ini. Singkat cerita, ada wanita elok berjulukan Dayang Sumbi.

Wanita elok ini  hidup ditengah rimba belantara berbareng anaknya yang berjulukan Sangkuriang, dan seekor anjing kesayangan berjulukan si Tumang. Sebenarnya si Tumang tak lain adalah ayah dari Sangkuriang, namun dia tak mengetahui perihal tersebut.

Pada suatu hari, Sangkuriang pergi berburu rusa berbareng anjing kesayangannya ialah si Tumang. Namun malang, hingga tenggelamnya matahari, sangkuriang tak mendapatkan buruannya. Ia takut untuk pulang, lantaran bisa mengecewakan ibunya. Sangkuriang memutuskan untuk membunuh si Tumang dan membawa dagingnya pulang.

Sesampainya di rumah, dayang Sumbi pun menyambut hangat kehadiran anaknya. Ia pun segera memasak daging yang dibawa oleh Sangkuriang. Setelah matang, mereka pun menikmatinya bersama. Namun belum selesai kegiatan makan berbareng anaknya, Dayang Sumbi pun sadar bakal ketidakhadiran si Tumang.

Ia menanyakan pada anaknya tentang keberadaan si Tumang. Dengan gugup dan takut, Sangkuriang mengakui bahwa daging yang dibawanya adalah daaging anjing yang tak lain adalah si Tumang. Dayang Sumbi pun sangat marah pada Sangkuriang. Ia memukul anak kesayangannya tersebut, apalagi melemparinya dengan batu sehingga mengenai kepala sang anak. Dayang Sumbi pun memutuskan untuk mengusir Sangkuriang.

Gunung Tangkuban PerahuGunung Tangkuban Perahu

Setelah Sangkuriang pergi, Dayang Sumbi merasa menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan. Ia selalu menangis, dan bermohon agar dipertemukan lagi dengan anak kesayangannya. Ia meminta umur panjang dan awet muda agar bisa berjumpa dengan sangkuriang. Doa Dayang Sumbi pun terkabul, dia tetap elok dan awet muda meski umurnya sudah tua.

Pada suatu ketika dia berjumpa dengan pemuda yang sangat tampan. Pemuda itu terpesona bakal kecantikan yang dimiliki Dayang Sumbi. Dayang Sumbi pun merasa kagum dengan ketampanan dari pemuda tersebut. Mereka berdua pun menjalin kasih. Pemuda tampan itu meminta Dayang Sumbi untuk menjadi istrinya. Dan pada saat yang bersamaan, Dayang Sumbi memandang jejak luka yang sama di kepala pemuda itu dengan jejak luka yang ada di kepala Sangkuriang.

Dayang Sumbi pun kaget dan merasa panik. Ia mengatakan pada pemuda itu, bahwa dirinya adalah ibunya. Namun pemuda tersebut tak percaya, lantaran mana mungkin seorang ibu tetap terlihat seperti seorang gadis. Dayang Sumbi mencoba menjelaskannya pada pemuda itu agar dia percaya, namun sama sekali tak di gubrisnya, malah pemuda itu bersikeras untuk menikahi Dayang Sumbi.

Dayang Sumbi pun merasa bingung, akhirnya dia mungajukan syarat yang tidak logis pada pemuda tersebut. Jikalau mau menikahinya, pemuda itu kudu membikin waduk beserta perahu yang sangat besar dalam semalam, dengan dalih dirinya mau berlayar keesokan harinya.

Mendengar permintaan dari Dayang Sumbi pemuda itu merasa bingung, namun lantaran cintanya, dia pun menyanggupinya. Pemuda itu, yang tak lain adalah sangkuriang, dengan gigih membikin waduk beserta perahu yang sangat besar. Menjelang pagi, pekerjaan Sangkuriang nyaris selesai. Namun disisi lain, Dayang Sumbi bermohon agar, mentari terbit lebih cepat.

Dan akhirnya angan Dayang Sumbi pun terkabul, mentari terbit lebih sigap dan Sangkuriang belum sukses menyelesaikan pekerjaanya. Sangkurian pun marah dan menendang perahu yang telah dibuatnya hingga terbalik tepat di tengah – tengah danau. Dari perahu terbalik itulah, kemudian disebut Tangkuban Perahu. Memang jika kita cermati dengan seksama, corak dari gunung ini menyerupai perahu yang terbalik.

Cerita di atas merupakan legenda yang sudah berkembang dimasyarakat mengenai asal mula Gunung Tangkuban yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat kita.

Status Gunung Tangkuban Perahu

Untuk gunung ini sendiri tetap berstatus gunung berapi aktif. Gunung Tangkuban perahu hingga sekarang tetap dalam pengawasan  Badan Direktorat Vulkanologi Indonesia. Secara kasat mata, kita bisa memandang gunung Tangkuban perahu tetap aktif dari beberapa kawahnya yang terus mgneluarkan gas belerang serta sumber-sumber air panas yang berada di kaki gunungnya, di antaranya adalah yang terdapat di kasawan Ciater, Subang.

Keberadaan dari gunung ini serta corak dari topografi Bandung yang seperti cekungan dengan banyak bukit dan gunung pada setiap sisinya semakin menguatkan teori bahwa adanya sebuah telaga besar yang sekarang merupakan area Bandung.

Rute Menuju Objek Wisata Tangkuban Perahu

Mari kita kembali ke topik pembahasan diawal, bagi pengunjung yang belum pernah ke gunung tangkuban perahu, ada beberapa pilihan yang bisa Anda ambil untuk menuju ke area wisata ini.

Untuk Anda yang berasal dari luar Bandung, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi ada dua rute yang bisa Anda pilih yaitu:

  • Keluar pintu tol Pasteur menuju ke Jalan Dr. Djunjunan – Pasirkaliki – Sukajadi – Setiabudi – Lembang – Gunung Tangkuban Perahu.
  • Keluar pintu tol Padalarang menuju arah Cimahi – belok kiri ke arah Jalan Kolonel Masturi – sampai pertigaan Jalan Raya Lembang, belok kiri – Gunung Tangkuban Perahu.

Sementara untuk Anda yang menggunakan kendaraan umum, Anda bisa mengambil rute:

  • Dari Terminal Leuwi Panjang (Bandung) – naik bus bidang Bandung-Indramayu – turun di pertigaan gerbang Gunung Tangkuban Perahu.
  • Dari Stasiun Hall (Bandung) – naik angkot bidang Stasiun Hall-Lembang – turun di perempatan (Lembang – Maribaya – Tangkuban Perahu) – naik angkot bidang Lembang-Cikole – turun di pinggir kawah Gunung Tangkuban Perahu.

Jarak letak wisata Tangkuban Perahu dari kota bandung hanya sekitar 20 km. Selama perjalanan Anda bakal digsuhi pemandangan yang menawan jejeran pohon pinus serta kebun teh yang membentang luas menghijau sejauh mata memandang.

Alamat Lengkap Objek Wisata Tangkuban Perahu

Untuk alamat komplit letak wisata Tangkuban perahu ada yaitu: Gunung Tangkuban Parahu, Sukajaya, Lembang, Bandung Barat 40391, Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia.

Harga Tiket Masuk Objek Wisata Tangkuban Perahu

Untuk dapat memasuki area wisata alam ini, Anda kudu bayar tiket masuk.

Wisatawan domestik

  • Tiket masuk: Rp 20.000/Orang Weekday – Rp 30.000/Orang Weekend
  • Parkir motor: Rp 5.000
  • Parkir mobil: Rp 10.000
  • Parkir bus: Rp 20.000

Wisatawan asing

  • Tiket masuk: Rp 200.000/Orang Weekday – Rp 300.000/Orang Weekend
  • Parkir motor: Rp 7.000
  • Parkir mobil: Rp 15.000
  • Parkir bus: Rp 25.000

*Harga bisa berubah sewaktu-waktu.

Objek wisata tangkuban perahuObjek wisata tangkuban perahu

Kawah Gunung Tangkuban Perahu

Setidaknya ada 3 buah kawah gunung Tangkuban Perahu yang paling dikenal, yaitu:

1. Kawah Domas

Kawah di gunung tangkuban perahu yang pertama adalah kawah doma. Di kawah ini pengunjung diperbolehkan memandang kawah dari dekat. Tidak hanya melihat, Anda juga bisa mencoba menikmati telur rebus di sini. Menarik bukan?

Jika Anda mau mengunjungi Kawah Domas di atas jam empat sore, maka Anda kudu menyewa seorang pemandu demi argumen keselamatan.

Selain tiga kawah tersebut, ada lagi yang menarik dari Gunung Tangkuban Perahu, ialah Pohon Manarasa. Pohon yang banyak tumbuh di sekitar letak wisata ini mempunyai daun berwarna merah dan jika dimakan rasanya mirip dengan daun jambu. Menurut penduduk sekitar, daun pohon ini bisa mengobati diare. Uniknya, mereka juga percaya bahwa daun ini juga bisa membikin awet muda. Dayang Sumbi dipercaya selalu makan daun ini, sehingga dia tetap elok dan awet muda.

2. Kawah Upas

 Citruz GrandisCredit : Citruz Grandis

Kawah yang kedua adalah kawah upas. Untuk bisa menuju ke kawah upas kita kudu melewati jalan terjal dan berpasir. Mungkin perihal ini yang membikin jumlah pengunjung yang berjamu ke sini lebih sedikit jika dibandingkan dengan Kawah Ratu. Selain itu, Kawah Upas juga lebih mini dan lebih dangkal.

Kawah Upas berada di sebelah Kawah Ratu. Untuk mencapainya, Anda kudu melalui jalan terjal dan berpasir. Mungkin perihal ini yang membikin jumlah pengunjung yang berjamu ke sini lebih sedikit jika dibandingkan dengan Kawah Ratu. Selain itu, Kawah Upas juga lebih mini dan lebih dangkal.

3. Kawah Ratu

 Muhamad Nova / Wisata IDNCredit : Muhamad Nova 

Nah, kawha yang ketiga dan yang paling terkenal serta terbesara dalah kawah ratu. Kawah ini lokasinya berada di sebelah kawah upas. Untuk menuju ke kawah ini, Anda bisa menggunakan mobil pribadi maupun mobil sewaan di letak yang bakal mengantarkan Anda sampai ke Kawah Ratu. Jalan menuju ke kawah tidaklah sulit, sehingga banyak pengunjung yang datang.

Kawah Ratu dapat dilihat dari dataran yang lebih tinggi dengan pagar pembatas dari kayu untuk keselamatan wisatawan. Pemandangan yang elok bisa Anda saksikan di sini. Tanah di sekitar kawah umumnya berwarna putih dengan batu-batu berwarna kekuningan lantaran kandungan belerang. Selain itu juga Anda bisa memandang asap yang mengepul dari kawah.

Di skeitar kawah ini pengunjung dapat menikmati jenis jajanan ringan, jenis suvenir seperti topi, syal, sarung tangan, masker dan juga beragam kerajinan dari kayu. Tak hanya suvenir, ada juga warung makan yang menjual mie rebus dan teh hangat alias ketan bakar yang merupakan makanan unik Lembang.

Kawah Ratu Gunung Tangkuban PerahuKawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu

Tips Liburan ke Objek Wisata Tangkuban Perahu

Berikut ini beberapa tips yang kudu Anda perhatikan sebelum dan selama liburan ke letak wisata gununug Tangkuban perahu:

  1. Sebaiknya Anda menyewa pemandu yang bakal menjadi guide Anda selama liburan perihal ini bermaksud untuk  memudahkan perjalanan wisata Anda menyusuri area wisata ini.
  2. Karena suhu disini lumayan dingin, sebaiknya Anda mempersiapkan jaket alias sweater.
  3. Untuk petualangan yang lebih terasa, sebaiknya Anda menggunakan sepatu boot agar memudahkan perjalanan Anda
  4. Karena ada banyak titik yang mengandung gas belerang, sebaiknya Anda menggunakan masker.
  5. Sebaiknya Anda memakai kaca mata agar mata Anda tidak kemasukan debu.

Kuliner di Objek Wisata Tangkuban Perahu

Seperti sudah disinggung sedikit di atas, Anda juga bisa menikmati kuliner unik Lembang berupa ketan bakar yang terkenal dengan rasanya yang nikmat. Ketan yang dibakar kemudian diberi campuran sedikit santan dan rempah – rempah.

Ketan bakar ini dibungkus mini dengan daun pisang, dan selanjutnya dibakar. Aromanya sangat menggugah selera, dengan rasa yang nikmat, sehingga membikin penikmatnya ketagihan. Menikmati ketan bakar biasanya dipadu dengan secangkir kopi hangat, yang dapat menambah selera.

Anda juga bisa mencoba tahu susu yang juga terkenal dengan rasanya yang nikmat. Juga ada Oncom Raos. Kuliner unik Bandung yang terbuat dari bahan olahan kacang fermentasi. Hm, pokoknya lezat deh.

Demikianlah info seputar letak wisata gunung tangkuban perahu dari kami, semoga bermanfaat. Jangan lupa juga untuk membagikan tulisan ini kepada yang lainnya agar bisa menjadi pedoman untuk yang lainnya

Kunjungi juga Liburan Seru ke Floating Market Lembang Bandung Jawa Barat

Selengkapnya