Tata Cara Sholat Hajat Beserta Doa Agar Impian Jadi Kenyataan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Dalam Islam, sholat rencana menjadi sarana untuk memohon pertolongan dan berkomunikasi langsung dengan Allah SWT dalam menghadapi kesulitan, kebutuhan, alias aspirasi tertentu.

Sholat rencana merupakan sarana untuk memperkuat ikatan spiritual antara manusia dengan Allah SWT. Dalam setiap rakaatnya, seorang mukmin mempersembahkan doa-doa dan permohonan kepada Allah dengan penuh keikhlasan dan harapan. 

Dengan demikian, melakukan sholat rencana secara rutin menunjukan bahwa dia memperdalam hubungan spiritualnya dengan Sang Pencipta, sehingga terjalinlah kekuatan ketaatan dan keteguhan hati dalam menghadapi segala ujian hidup.

Berikut tata langkah sholat hajat

Pertama, melafalkan niat sholat hajat:

أَصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Usholli sunnatal hajati rak'ataini lillahi ta'ala.

Kedua, melakukan rakaat pertama dengan membaca Surat Al-fatihah dan ayat kursi.

Surat Al-Fatihah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ ملِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Dengan nama Allah nan Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. nan Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami minta pertolongan. Tunjukilah kami jalan nan lurus. (yaitu) jalan orang-orang nan telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka nan dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka nan sesat.

Ayat Kursi:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

Allāhu lā ilāha illā huwal ḥayyul qayyūmu, lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naumun, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi, man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnihī, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'a, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍa, wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal 'aliyyul 'aẓīmu.

Allah, tidak ada tuhan selain Dia, nan Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa nan ada di langit dan apa nan ada di bumi. Tidak ada nan dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa nan ada di hadapan mereka dan apa nan ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, selain apa nan Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah nan Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Ketiga, melakukan rakaat kedua dengan membaca Surat Al-fatihah dan Surat Al-ikhlas. 

Surat Al-Fatihah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ ملِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Surat Al-Ikhlas:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدُ اللَّهُ , الصَّمَدُ , لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ, وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ 

Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, nan Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu nan setara dengan Dia. (QS. Al-Ikhlas: 1-4). 

Keempat, di setiap sujud membaca 10x :

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ  

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar wala haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim.

Kelima, membaca angan sholat hajat:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil 'arsyil karimul 'azhim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin. As Aluka mujibati rahmatika, wa 'azaaima maghfiratika, wal ghanimata min kulli birrin, wassalamata min kulli itsmin. La tada' li dzanban illa ghofartah, wala hamman illa farrajtah, wala acara hiya laka ridhon illa qodoitaha ya arhamar rahimin.

Tiada Tuhan selain Allah nan Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan penguasa singgasana nan agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku Mohon kepada-Mu segala perihal nan bisa menghadirkan rahmat-Mu dan dorongan kuat untuk mendapatkan ampunan-Mu, luapan segala kebajikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan Engkau biarkan dosa menghampiriku selain Engkau mengampuninya, jangan biarkan kesedihan menghinggapiku selain Engkau memberikan jalan keluarnya, dan tiada suatu rencana nan Engkau ridhai selain Engkau memenuhinya, wahai Zat nan Maha Kasih di antara para pengasih. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam