Terbentuknya Gunung dan Hikmah Banyaknya Gunung Berapi di Indonesia

Intisari Islam oleh Waktu baca 3 menit 519x dilihat
Terbentuknya Gunung dan Hikmah Banyaknya Gunung Berapi di Indonesia

Bagikan Postingan

Kincai Media, CILEGON -- Sejumlah gunung di Indonesia belakangan ini mengalami erupsi. Di antaranya ialah Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, dan Gunung IIi Lewatolok di Nusatenggara Timur.

Kitab suci Alquran menjelaskan info mengenai pembuatan gunung. Sebenarnya, berapa banyak Alquran mengabadikan kata gunung di dalamnya?

Pakar Ilmu Alquran Ustaz Syahrullah Iskandar dari PSQ menjelaskan, gunung adalah salah satu makhluk Allah SWT yang istimewa. Ia tersebut dalam Alquran tidak kurang dari 40 kali dalam beragam surah Alquran.

"Ia disebutkan sifat dan fungsinya dalam kehidupan alam," kata Ustaz Syahrullah dikutip dari arsip pemberitaan Kincai Media pada 10 Desember 2022 lalu.

Gunung dengan realitasnya adalah nikmat yang terkadang tidak disadari oleh banyak manusia. Betapa tidak? Gunung diciptakan Allah sebagai pancang di bumi agar tidak bergoncang. Menurut dia, gunung menjadi penyeimbang dalam kegiatan bumi itu sendiri.

Dengan begitu, manusia, hewan dan selainnya dapat hidup tenang dan bebas menjalankan kehidupannya. Contohnya secara jelas disebutkan dalam Alquran Surah An-Nahl ayat 14, dan Surah An-Naziat juga menyebut gunung sebagai akomodasi nikmat kehidupan manusia dan hewan di alam raya ini.

Secara umum, kata dia, gunung sebagai bagian dari alam mempunyai dua tugas utama, ialah kegunaan utilitas (wazhifah naf'iyah) sebagaimana banyak disebutkan dalam Alquran. Selain itu, alam juga melakoni perannya ialah kegunaan petunjuk (wazhifah irsyadiyah) bagi umat manusia. Fungsi yang terakhir ini, lanjut Ustaz Syahrullah, sering kali dilewatkan oleh kebanyakan manusia dari realitas alam raya, termasuk gunung.

Alam merupakan sebagian dari tanda kebesaran Allah SWT yang jika bisa diperhatikan dan direnungkan secara saksama dapat memberi pelajaran dan petunjuk untuk lebih mengenal kebesaran dan kemahakuasaan Allah SWT. Menurut dia, gunung mempunyai dinamika dan alur kehidupannya sendiri. Gunung meletus merupakan kejadian alam yang sering terjadi.

"Tentu berakibat pada situasi sosial, terutama pada pemukiman sekitar alias yang terdampak dalam radius tertentu. Kita kudu meresponsnya bahwa itu juga tanda kebesaran Allah SWT dan ujian bagi manusia," ujar dia.

Dia menekankan bahwa yang tak kalah pentingnya adalah berupaya menyelamatkan diri dan selalu siap siaga dalam mengantisipasi akibat yang ditimbulkannya. Prinsip dalam Islam adalah menghindari ancaman adalah sebuah keniscayaan dan jauh lebih utama daripada mendatangkan manfaat. Pihaknya menambahkan, solidaritas sosial juga kudu tetap terajut sehingga yang terdampak musibah segera mendapatkan support yang diperlukan.

Dalam Surah An-Naml ayat 88 disebutkan, "Kamu lihat gunung-gunung, Anda sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia melangkah sebagaimana jalannya awan. Begitulah perbuatan Allah, yang membikin dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang Anda kerjakan,".

Pakar Ilmu Tafsir Prof Quraish Shihab dalam kitab Mukjizat Alquran menjelaskan, dari hasil rekaman satelit diperoleh bukti bahwa Jazirah Arab beserta gunung-gunungnya bergerak mendekati Iran beberapa sentimeter setiap tahunnya. Sebelumnnya sekitar lima jut tahun yang lampau Jazirah Arab memisahkan diri dari Afrika dan membentuk Laut Merah.

Sekitar daerah Somalia sepanjang pantai timur ke selatan saat ini telah membentuk 'Lembah Belah' yang membujur ke selatan melalui deretan waduk Afrika. Itulah, kata Prof Quraish, yang dimaksud ayat tadi dengan berjalannya gunung-gunung sebagaimana berjalannya awan.

sumber : Dok Republika

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads