Ternyata Ulama Sangat Anjurkan Minum Kopi, Begini Penjelasannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ilustrasi sajian kopi.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Kopi dalam bahasa Arab disebut qahwah. Konon pada awalnya kopi dikenal sebagai minuman kaum sufi agar tetap terjaga saat malam hari. 

Kopi ini juga telah menjadi minuman nan melekat dalam beragam budaya di seluruh dunia. Selain sebagai penyegar dan pemberi semangat, kopi juga mempunyai kedalaman dalam sejarah dan tradisi, termasuk dalam konteks tasawuf. 

Dalam tasawuf, tindakan-tindakan sehari-hari dapat dianggap sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Minum kopi adalah salah satu praktik nan sering kali diselaraskan dengan nilai-nilai tasawuf.

Dilansir dari al-ibar.net, minum kopi pada tradisi tasawuf memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

Pertama, kopi dijadikan sebagai pelarut kesusahan.

Hal ini disampaikan oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami nan menyebutkan: 

ثم اعلم ايها القلب المكروب أن هذه القهوه قد جعلها اهل الصفاء مجلبة للأسرار مذهبة للأكدار

Ketahuilah duhai hati nan gelisah, kopi ini telah dijadikan oleh Ahli shafwah (orang orang nan bersih hatinya) sebagai pengundang bakal datangnya sinar dan rahasia Tuhan, penghapus kesusahan.

Maka, kopi ini dianggap sebagai sarana untuk mengatasi alias melunakkan beban kekusahan alias kesulitan nan dialami seseorang. 

Kedua, kopi sebagai ungkapan cinta dan kerinduan.

Umar bin Abdullah Bamakhramah dalam kumpulan sajaknya, Diwan Bamakhramah menyebutkan:

“Dalam gelas kerinduan itu membikin orang nan meminumnya berada dalam tingkatan para perindu dan memakaikannya busana mahir pecinta dalam kedekatan kepada Allah. Bahkan jika seandainya diminum oleh seorang Yahudi maka niscaya hatinya bakal mendapatkan tarikan hidayah dan inayah Tuhan.” 

Lihat laman berikutnya >>>

sumber : Antara

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam