Thalhah Bin Ubaidillah, Pebisnis Kaya Raya Yang Dermawan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA--Thalhah bin Ubaidillah r.a adalah salah satu dari 10 orang nan dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW. Kedermawanan dan kemurahan hatinya merupakan keistimewaan dari Thalhah. Sejak muda, Thalhah dikenal sebagai pebisnis ulung sebagaimana dikutip dari "Sirah 60 Sahabat Nabi Muhammad SAW".

Atas keulungannya dalam berbisnis, dia pun masuk salah satu orang sukses nan kaya raya. Tetapi kekayaan kekayaan tak membuatnya gembira. Ia justru resah dengan kekayaan tersebut. Hingga istrinya, Su'da binti Auf menanyakannya alasa suaminya itu pusing.

"Apa nan membuatmu sedih, wahai suamiku?" Tanya Su'da ketika memandang wajah sedih Thalhah.

"Harta nan ada padaku banget banyak. Hingga itu membuatku sedih dan pusing." Jawab Thalhah.

"Jangan pusing, bagikan saja kekayaan itu." Ujar Su'da memberikan solusi kepada Thalhah.

Solusi nan disampaikan istrinya disambut baik oleh Thalhah. Ia pun mengumpulkan masyarakat lampau hartanya dibagikan sampai tak tersisa.

Menurut Jabir bin Abdullah, Thalhah adalah jenis orang nan pemurah. Dia senang tanpa kalkulasi membagikan hartanya. Kendati demikian juga sangat memperhatikan keluarganya. Thalhah tak segan membiaya pernikahan di keluarganya serta membiayai kebutuhan mereka nan tak mampu.

Kemurahan hati Thalhah ditegaskan oleh Said bin Zaid r.a. Ketika itu, Said berjalan berbareng dengan Thalhah melaksanakan tugas. Said berkata, "Aku tidak pernah memandang orang nan begitu dermawan memberikan harta, pakaian, dan makanan, selain dia!".

Thalhah adalah orang nan beragama di awal datangnya Islam. Sepulang dari perjalanan bisnisnya, Thalhah berjumpa dengan seorang pendeta di Bushra. Pendeta itu memberikan nasehat tentang kehadiran Nabi di Makkah. Sang pendeta juga menyarankan agar menjadi pengikut Nabi lantaran dengan itu hidupnya bakal penuh dengan keberkahan, petunjuk, rahmat dan kebebasan.

Setibanya di Makkah, dia langsung menemui Abu Bakar. Dan sepanjang perjalanan pulang, Thalhah sudah mendengar bahwa Muhammad telah mendeklarasikan sebagai Nabi dan Rasul Allah SWT. Thalhal pun percaya atas Muhammad sebagai utusan Allah saat mengetahui Abu Bakar sudah berasosiasi dalam barisan Rasulullah SAW.

Dalam gumamnya, Thalhah semakin percaya lantaran Muhammad dan Abu Bakar tak pernah berbohong. Maka ditemani Abu Bakar, Thalhah menemui Rasulullah dan menyatakan keimanannya. Ia apalagi menjadi kepercayaan Rasulullah dalam sejumlah peristiwa krusial dalam peperangan. 

Salah satunya pada saat Rasulullah dan pasukannya terdesak oleh musuh pada perang Uhud. Thalhah menyerang dengan semangat. Akibatnya tubuhnya penuh dengan nyaris 70 tusukan tombak, sabetan pedang dan panah nan menancap.

Atas aksinya itu, Rasulullah memuji Thalhah. Dan Thalhah pun merasa senang atas pujian nan diberikan oleh Rasulullah.

"Barangsiapa nan suka memandang seorang laki-laki nan tetap melangkah di muka bumi, padahal dia telah memberikan nyawanya kepada Allah, hendaknya dia memandang Thalhah," bunyi pujian Rasulullah kepada Thalhah.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam