Tidur Saat Puasa Bisa Menjadi Dosa Jika Diniatkan Untuk Ini

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, DEPOK – Seluruh umat muslim tidak boleh makan dan minum ketika puasa di bulan Ramadhan. Hal tersebut menjadikan seseorang tidak mempunyai stamina di sepanjang hari dan seringkali memutuskan untuk tidur seharian selama Ramadhan. Namun, gimana norma tidur seharian saat puasa Ramadhan?

Pada kitab karya Ruhyat Ahmad nan berjudul Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah dijelaskan, bahwa menurut Imam Syafi’I, tidur seharian tidak membikin puasa jadi tidak sah alias rusak. Beberapa ustadz juga beranggapan bahwa jika tidur nan menghilangkan kesadaran sepanjang hari, maka puasanya dikatakan tidak sah. Tetapi, jika tetap sadar pada sebagian hari, maka puasanya dapat dikatakan sah.

Sebenarnya norma tidur saat berpuasa adalah mubah (boleh) dan bukan ritual ibadah. Tidur juga bisa berbobot sebagai ibadah jika diniatkan sebagai penunjang ibadah. Misal, seseorang tidur lantaran mau mengistirahatkan tubuh agar dapat menjadi kuat saat melakukan ibadah lainnya.

Pada bulan puasa, umat Islam sebenarnya dituntut untuk mengoptimalkan keistimewaan Ramadan. Terlebih, ibadah baik bakal dilipatgandakan sehingga sayang jika waktu Ramadan dilewatkan untuk sekadar bermalas-malasan.

Seperti nan disampaikan oleh Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin nan berbunyi, "Sebagian dari tata krama puasa adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari, hingga seseorang merasakan lapar dan haus dan merasakan lemahnya kekuatan, dengan demikian hati bakal menjadi jernih”.

Apabila aktivitas tidur tersebut sengaja dilakukan hingga meninggalkan ibadah lain, maka haram hukumnya. Jika sudah begini, maka norma tidur sepanjang hari menjadi dosa. Karena derajat norma salat lebih tinggi daripada puasa. Maka dari itu, puasa tidak berbobot alias tidak sah hukumnya andaikan umat muslim meninggalkan salat. Jadi, bukannya mendapat pahala berpuasa, umat muslim nan melakukan perihal ini justru hanya mendapat rasa lapar dan dahaga saja.

Terdapat tips untuk mengatasi rasa kantuk ketika puasa. Pentingnya mengonsumsi air putih nan cukup. Setiap orang dewasa dapat meminum air sebanyak 2 liter setiap hari. Ketika berpuasa dapat mengonsumsi masing – masing 2 gelas saat sahur, berbuka, setelah shalat tarawih, dan sebelum tidur. Untuk menghindari ngantuk dapat melakukan ibadah seperti membaca Alquran, berdzikir, dan melakukan ibadah nan lainnya. (mgrol150)

[23/3 13.56] Revli Magang Uin: Bagaimana Keutamaan Orang nan Meninggal pada Bulan Ramadhan?

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Setiap orang nan hidup di bumi pasti bakal meninggal pada waktunya. Tetapi, semua orang di bumi tidak bisa memilih kapan dia bakal meninggal. Bagaimana jika orang meninggal bumi ketika bulan Ramadhan? Karena bulan Ramadhan dipercaya sebagai bulan nan penuh keberkahan oleh umat muslim.

Dijelaskan dalam kitab karya Syeikh Mutawalli Sya Rawi nan berjudul Keistimewaan Puasa Menurut Syariat & Kedokteran nan mengisahkan seseorang nan bertemu Nabi Muhammad SAW dan berkata,

"Wahai Rasulullah, apa pendapatmu andaikan saya mengucapkan syahadat lailahaillahu wa annaka Rasulullah (tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Anda adalah utusan Allah), saya salat lima waktu, melakukan puasa Ramadan, mengerjakan ibadah (shalat tarawih) bulan Ramadan dan menunaikan zakat?" Rasulullah SAW berkata, "Barangsiapa nan meninggal bumi seperti ini maka dia termasuk golongan syuhada' dan shiddiqin."

Bagi setiap muslim nan meninggal pada bulan Ramadhan bakal mendapat pahala nan besar seperti nan tertulis pada surat An Nahl ayat 97, Allah SWT berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Arab Latin : Man ‘amila ṣāliḥam min żakarin au unṡā wa huwa mu'minun fa lanuḥyiyannahū ḥayātan ṭayyibah(tan), wa lanajziyannahum ajrahum bi'aḥsani mā kānū ya‘malūn(a).

Artinya : “Siapa nan mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti bakal berikan kepadanya kehidupan nan baik dan bakal Kami beri jawaban dengan pahala nan lebih baik daripada apa nan selalu mereka kerjakan.”

Menurut tafsir tahlili Kemenag, Allah SWT dalam ayat ini berjanji bahwa Allah SWT betul-betul bakal memberikan kehidupan nan senang dan sejahtera di bumi kepada hamba-Nya, baik laki-laki maupun perempuan, nan mengerjakan kebaikan saleh ialah segala kebaikan nan sesuai petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Rasul, sedang hati mereka penuh dengan keimanan.

Kehidupan senang dan sejahtera di bumi ini adalah suatu kehidupan di mana jiwa manusia memperoleh ketenangan dan kedamaian lantaran merasakan kelezatan ketaatan dan kenikmatan keyakinan. Jiwanya penuh dengan kerinduan bakal janji Allah SWT, tetapi rela dan tulus menerima takdir. Jiwanya bebas dari perbudakan benda-benda duniawi, dan hanya tertuju kepada Tuhan nan Maha Esa, serta mendapatkan limpahan sinar dari-Nya.

Jiwanya selalu merasa puas terhadap segala nan diperuntukkan baginya, lantaran dia mengetahui bahwa rezeki nan diterimanya itu adalah hasil dari ketentuan Allah SWT. Adapun di alambaka dia bakal memperoleh jawaban pahala nan besar dan paling baik dari Allah SWT lantaran kebijaksanaan dan kebaikan shaleh nan telah diperbuatnya serta ketaatan nan bersih nan mengisi jiwanya. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam