Tiga Amalan Setara Ibadah Haji

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Haji merupakan sebuah ibadah nan selalu diidam-idamkan setiap Muslim. Umumnya orang Islam menyimpan kemauan untuk menjadi tamu Allah di Masjidil Haram. Melihat Ka’bah dari dekat sekali tentu menimbulkan emosi haru dalam diri insan nan beriman.

Akan tetapi, Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW telah menyatakan, pergi haji adalah bagi nan mampu. Kesanggupan itu pun mencakup perkara-perkara nan luas, tidak hanya dalam aspek finansial, tetapi juga kesehatan bentuk dan mental.

Untuk itu, Rasulullah SAW menunjukkan beberapa ibadah yang insya Allah diganjar pahala setara berhaji. Berikut adalah kebajikan-kebajikan itu.

Anak berbakti

Dari Anas RA, dikatakan bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW. Lelaki ini sangat mau pergi berjihad, tetapi sayangnya tidak mampu. Nabi SAW pun bertanya kepadanya, “Apakah salah satu dari kedua orang tuamu tetap hidup?”

“Ibuku tetap ada,” jawabnya.

Rasulullah SAW pun bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dengan melakukan baik kepada ibumu. Jika engkau melakukan baik kepadanya, statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad” (HR ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Ausath).

Hadis di atas menunjukkan, hormat seorang anak kepada orang tuanya adalah ibadah nan mulia. Bahkan, amal itu insya Allah diganjar dengan pahala setara pergi ke Baitullah.

Bagaimana dengan seorang yatim alias piatu? Bukti baktinya dapat ditunjukkan dengan kebiasaan mendoakan kebaikan bagi orang tuanya. Sebab, salah satu ibadah nan tak putus mengalirkan pahala adalah angan dari anak nan saleh.

Hadiri majelis ilmu

Dari Abu Umamah RA, diketahui bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa nan berangkat ke masjid, sedangkan nan diinginkannya hanyalah belajar kebaikan alias mengajarkan kebaikan, dia bakal mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya” (HR ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Kabir).

Menurut sabda tersebut, seorang penuntut ilmu-ilmu kepercayaan dapat memperoleh pahala setara berhaji ke Tanah Suci. Itu insya Allah terjadi ketika dirinya menghadiri kajian-kajian keislaman di masjid.

Rasulullah SAW memuji umatnya nan suka menuntut ilmu. Beliau berfirman kepada para sahabatnya, “Apabila kalian melangkah melewati taman-taman surga, perbanyaklah berzikir.” Mereka bertanya, ''Wahai Rasulullah, apakah nan dimaksud taman-taman surga itu?'' Nabi SAW menjawab, ''Yaitu halaqah-halaqah zikir (majelis ilmu).”

Berzikir

Ada kaum miskin menghadap Nabi SAW. Mereka berkata, “Orang-orang kaya itu pergi membawa derajat nan tinggi dan kenikmatan nan kekal. Mereka shalat, seperti kami shalat. Mereka puasa, seperti kami berpuasa. Namun, mereka mempunyai kelebihan kekayaan sehingga bisa berhaji, berumrah, berjihad serta bersedekah.”

Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kalian saya ajarkan suatu ibadah nan dengannya kalian bakal mengejar orang nan mendahului kalian itu dan dengannya pula dapat terdepan dari mereka? Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir shalat sebanyak 33 kali.”

Seorang sahabat bertanya tentang referensi zikir. Nabi menjelaskan, “Ucapkanlah subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar, sampai 33 kali” (HR Bukhari).

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam