Tiga Cara Untuk Memperkuat Iman

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Tawakal alias kepercayaan sepenuhnya kepada Allah SWT, adalah salah satu konsep nan sangat krusial dalam Islam. Hal ini menggambarkan kepercayaan seseorang bahwa segala sesuatu nan terjadi di bumi ini telah ditakdirkan oleh Allah, dan bahwa hanya dengan mengandalkan-Nya lah kita bisa mencapai ketenangan dan kebahagiaan sejati.

Salah satu contoh nyata dari tawakal kepada Allah adalah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, seseorang nan mencari pekerjaan dapat berupaya dengan sungguh-sungguh dalam mencari peluang, mempersiapkan diri melalui pendidikan dan latihan, namun pada akhirnya meletakkan hasilnya kepada kehendak Allah SWT. 

Maka sikap tersebut menunjukan bahwa dia percaya rezeki dan keberhasilan akhir adalah hasil dari kehendak Allah SWT, bukan semata-mata lantaran upaya manusia.

Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَعَلَى اللّٰهِ فَتَوَكَّلُوْٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Bertawakallah Anda hanya kepada Allah, jika Anda orang-orang beriman. (QS. Al-Maidah: 23). 

Oleh lantaran itu, setiap manusia kudu selalu bertawakal kepada Allah SWT. Berikut beberapa langkah untuk bisa memperbanyak bertawakal diri kepada Allah, yaitu:

Pertama, merenungkan nikmat nan diberikan Allah

Dalam keheningan hati seseorang terdapat hubungan mendalam dengan Allah. Percayalah pada petunjuk dan Qadar-Nya, lantaran hikmah-Nya tidak mengenal batas.

Allah ta’ala berfirman:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Jika Anda menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya Anda tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah betul-betul Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nahl: 18).

Allah selalu memberikan nikmat kepada setiap orang nan beriman. Nikmat tidak selalu tentang uang, tetap bisa tentang kemudahan dalam perjalanan hidup, kelancaran dalam menggapai sesuatu, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, nikmat dari Allah tidak bakal bisa dihitung lantaran begitu banyaknya. Sebagai umat Muslim nan kudu dilakukan adalah berterima kasih dan merenungi segala pemberian dari Allah SWT. 

Kedua, jangan mencari pengesahan dari orang lain

Menginginkan kepuasan kekal orang lain adalah kebalikan dari tawakkul (bergantung pada Tuhan). Hanya Allah sajalah nan memegang semua manfaat.

Dalam perjalanan hidup, seringkali kita tergoda untuk mencari pengesahan dari orang lain tentang keberhasilan alias upaya nan telah kita lakukan. Namun, ketergantungan pada pengesahan eksternal dapat menjadi perangkap nan menghalang pertumbuhan dan kemandirian pribadi. 

Penting untuk memahami bahwa nilai dan keberhasilan sejati tidak terletak pada persetujuan orang lain, melainkan dalam pengakuan dan kepercayaan pada diri sendiri.

Ketiga, giat beragama terutama sholat

Setiap umat Muslim wajib untuk melaksanakan kewajiban-kewajibannya. Di samping itu, Allah juga telah menganjurkan umat-Nya untuk selalu berdzikir dan bermohon agar hidupnya penuh keberkahan. 

Mencari ketenangan melalui doa, melakukan rutinitas dzikir dan sholat nan konsisten. Karena melalui ketakwaan tersebut, kepercayaan kepada Allah bakal tumbuh subur. 

Ketika umat Islam berterima kasih dan mengingat Allah SWT maka bakal bertambah nikmat nan diberikan.

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Terjemah:

Karena itu, ingatlah Anda kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah Anda mengingkari (nikmat)-Ku. (QS. Al-Baqarah: 152). 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam