Tiga Ciri Orang Yang Sulit Mendapatkan Rezeki

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ilustrasi pedagang kaki lima (PKL) mencari rezeki.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Rezeki tidak hanya terbatas pada harta, tetapi juga mencakup kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam hidup. Meskipun Allah sudah menetapkan takaran masing-masing rezeki seseorang, tapi manusia tetap kudu berupaya mencari rezeki tersebut, karena Allah tidak bakal memberikan rezeki secara cuma-cuma kepada orang nan tidak berusaha.

Oleh lantaran itu, umat Muslim mengetahui ciri-ciri orang nan susah mendapatkan rezeki dari Allah. 

Pertama, jarang menjalankan ibadah sholat wajib maupun sunnah

Salah satu karakter utama sulitnya mendapatkan rezeki adalah kurangnya hubungan spiritual dengan Allah SWT. Sholat adalah sarana utama untuk memperkuat ikatan spiritual antara hamba dan Sang Pencipta. 

Jika seseorang jarang melaksanakan sholat, hubungan spiritualnya dengan Allah menjadi terputus. Akibatnya, rezeki nan didapat pun menjadi terhambat.

Sedikit shalat berfaedah kurang ketakwaan, padahal takwa itulah pembuka pintu rezeki. Allah berfirman dalam ayat berikut:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)

Barangsiapa nan bertakwa kepada Allah niscaya Dia bakal mengadakan baginya jalan keluar. Dan Dia memberinya rezeki dari arah nan tiada disangka-sangkanya. Barangsiapa nan bertawakal kepada Allah niscaya Allah bakal mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan nan (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu. (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Kedua, bermalas-malasan

Orang nan bermalas-malasan condong kurang produktif dalam aktivitas mereka sehari-hari. Produktivitas nan rendah bakal menghalang kemajuan dan pertumbuhan ekonomi seseorang. 

Dengan demikian, kesulitan dalam mencari rezeki dapat terjadi lantaran kurangnya upaya dan produktivitas.

Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam