Tiga Keutamaan Membangun Masjid

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA --Syaikh Hasan Muhammad Ayyub dalam bukunya “Panduan Beribadah Khusus Pria” menyebutkan, masjid merupakan tempat bagi umat Islam untuk beribadah, seperti sholat, berdzikir, membaca Alquran, ber’itikaf. Sekin itu, masjid juga kära digunakan untuk menyampaikan amar ma’ruf nahi mungkar, menyampaikan khutbah, hingga mendamaikan orang bertengkar.

Di dalam masjid, Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib ditempa menjadi pendidik. Di dalam masjid, Bilal, Ammar, Shuhaib, Salman, dan Ibnu Mas'ud sama-sama menimba ilmu.

Di dalam masjid, Rasulullah setia memimpin shalat bagi kaum muslimin dan mengajarkan beragam pengetahuan serta adab sepanjang hayatnya.

Di dalam masjid juga, para ustadz dari kalangan madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali, dan nan lainnya, mendapat berkah sehingga mereka tumbuh menjadi tokoh-tokoh kepercayaan nan ulung.

Di dalam masjid pula, para ustadz membenarkan dan mempercayai hadits-hadits nan dihimpun oleh pemimpin Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan nan lainnya.

Oleh lantaran itu, Islam sangat memerhatikan masjid dengan menjelaskan segala keutamaan, pengaruh, dan peranannya. Bukan hanya itu, Islam juga membikin patokan unik mengenai etika masuk-keluar masjid dan etika saat berdiam di dalamnya, menjelaskan segala perbuatan nan layak dan tidak layak untuk dilakukan di dalam masjid, serta siapa saja orang nan berkuasa dan tidak boleh memasukinya.

Semua itu membuktikan sungguh Agung dan sucinya masjid bagi umat muslim. Sehingga umat Muslim pun berlomba-lomba untuk bergotong rayong membangun masjid, lantaran mereka tahu besarnya keistimewaan membangun masjid. 

Berikut ini keutamaan-keutamaan membangun masjid.

Pertama, membangun masjid ibaratkan membangun istana untuk dirinya di surga

"Siapa nan membangun masjid untuk mengingat Allah, niscaya la bakal membangunkan untuknya sebuah rumah di surga. Siapa nan memerdekakan seorang budak muslim, maka tebusannya adalah (bebas dari) neraka Jahannam. Dan siapa nan tumbuh satu rambut putih (sebab berjuang) di jalan Allah, niscaya rambut putih itu bakal menjadi sinar baginya pada Hari Kiamat nanti." (HR. Ahmad dan Nasa'i dengan sanad jayyid).

Ibnu Abbas meriwayatkan Rasulullah bersabda, "Siapa nan membangun sebuah masjid lantaran (mengharap ridha) Allah, walaupun hanya seperti sarang bertelur burung qathat, niscaya Allah bakal membangunkan untuknya sebuah rumah di surga." (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban dalam Shahih Ibnu Hibbân. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Albani dalam Tartib al-Jami' ash-Shaghîr).

Artinya barangsiapa nan mau membangun sebuah masjid sekecil apa pun ukurannya, alias ikut membantunya dengan ikhlas, niscaya dia bakal mendapatkan jawaban seperti nan disebutkan.

Kedua,  mendapat naungan di akhirat

Setekah hari hariakhir datang, maka seluruh umat Manusia bakal dikumpulkan di Padang Mahsyar, di suatu tempat di mana jarak Matahari dengan kepada hanya sejengkal.

Pada saat itulah setiap orang memerlukan naungan untuk berlindung dari panasnya matahari. Amalan infak merupakan salah satu karena seseoang bakal mendapatkan naungan di Padang Mahsyar.

Rasulullah saw bersabda, “Setiap orang bakal berada di bawah naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara-perkara diantara manusia”. (Al-Musnad)

Demikian pula ketika kita mengeluarkan kekayaan kita untuk wakaf masjid, maka Allah bakal memberikan jawaban nan berlipat-ganda dan semoga Allah bakal berikan naungan di hari hariakhir kelak.

Ketiga, Pahala nan terus mengalir

Membangun masjid merupakan kebaikan Jariyah nan pahalanya bakal terus mengalir, meskipun kita telah meninggal dunia.

“Pahala ibadah kebaikan nan bakal menghampiri seorang mukmin sepeninggalnya, beliau menyebut di antaranya, (yakni) mushaf nan dia tinggalkan, masjid nan dia bangun, rumah untuk musafir nan dia bangun, sungai nan dia alirkan, alias infak nan dia keluarkan dari hartanya di kala sehat dan hidupnya, maka dia bakal menghampirinya sepeninggalnya." (HR. Ibnu Majah).

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam