Tips Menghindari Sikap Hasad

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Sikap hasad atau iri hati, merupakan salah satu penyakit hati nan merusak dan merugikan tidak hanya perseorangan nan mengalaminya, tetapi juga lingkungan sekitarnya. Bahaya sikap hasad tidak bisa diabaikan, lantaran dampaknya dapat meluas dan mengganggu kesejahteraan sosial.

Sikap hasad juga dapat merusak hubungan sosial antarindividu. Perasaan iri hati nan terpendam dapat memicu perilaku negatif seperti fitnah, gosip, dan penolakan terhadap perseorangan nan menjadi objek iri hati. 

Akibatnya, tercipta lingkungan sosial nan tidak sehat dan penuh dengan kecurigaan, nan pada akhirnya memecah belah silaturahmi antara sesama.

Namun, sikap hasad bisa diatasi dengan beberapa cara, ialah sebagai berikut:

Pertama, selalu berterima kasih dengan nikmat sekecil apapun 

Bersyukur bukan sekadar ungkapan kata-kata, tetapi sebuah sikap hidup nan mempengaruhi langkah kita memandang dan menjalani kehidupan. Dengan bersyukur, seseorang bisa membuka pintu menuju kebahagiaan, kedamaian, hubungan nan lebih kuat, produktivitas nan lebih tinggi, dan penghargaan terhadap kehidupan secara keseluruhan.

Selain itu, dengan berterima kasih seseorang bisa selalu mengingat Allah SWT lantaran atas segala sesuatu nan dia dapatkan semasa hidup, besar ataupun mini tetap menjadi kenikmatan nan Allah berikan. 

Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

Barang siapa nan tidak mensyukuri nan sedikit, maka dia tidak bakal bisa mensyukuri sesuatu nan banyak. (HR. Ahmad).

Kedua, mendoakan kebaikan pada orang nan mendapatkan nikmat agar kita mendapatkan pahala dari hasil mendoakannya

Dari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Doa seorang muslim kepada saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah angan nan mustajab (terkabulkan). Di sisinya ada malaikat (yang bekerja mengaminkan doanya kepada saudaranya). Ketika dia bermohon kebaikan kepada saudaranya, malaikat tersebut berkata: Aamiin, engkau bakal mendapatkan nan semisal dengannya. (HR. Muslim, no. 2733).

Mendoakan kebaikan bagi orang nan mendapatkan nikmat adalah tindakan nan tidak hanya menggambarkan kepedulian kita terhadap orang lain, tetapi juga merupakan investasi spiritual nan bernilai. Saat kita memandang seseorang meraih nikmat alias keberuntungan dalam hidup mereka, mendoakan kebaikan bagi mereka adalah salah satu langkah nan paling mulia untuk memberikan support dan memberikan faedah bagi diri sendiri.

Ketiga, selalu memandang orang nan di bawahnya dalam masalah dunia

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِى الْمَالِ وَالْخَلْقِ ، فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ

Jika salah seorang di antara kalian memandang orang lain diberi kelebihan kekayaan dan bentuk (atau kenikmatan bumi lainnya), maka lihatlah kepada orang nan berada di bawahnya. (HR. Bukhari, no. 6490; Muslim, no. 2963).

Dalam hadits lain disebutkan:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

Pandanglah orang nan berada di bawahmu (dalam masalah kekayaan dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang nan berada di atasmu. Dengan demikian, perihal itu bakal membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu. (HR. Muslim, no. 2963).

Seseorang kudu menyadari bahwa setiap orang adalah sama, sehingga dia tidak mudah iri dengan keberhasilan orang lain. Karena sikap hasad juga dapat menghalangi pertumbuhan dan kemajuan pribadi. 

Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam