
foto: Instagram/@karmilahmielda
Kincai Media - Menuang kecap dari sendok sering terlihat sepele, tetapi nyatanya tidak selalu melangkah mulus. Salah satu tantangan yang kerap muncul adalah kecap tidak langsung jatuh seluruhnya ke masakan. Sebagian justru tertinggal dan menempel di permukaan sendok.
Kecap yang kental membikin alirannya lebih lambat dan mudah melekat, terutama pada sendok berbahan logam alias plastik. Saat sendok dimiringkan, kecap sering membentuk lapisan tipis yang enggan turun. Akibatnya, takaran bisa meleset dan tangan pun berisiko terkena tetesan lengket.
Kondisi ini kerap mengganggu, terutama ketika memasak dalam waktu cepat. Selain membikin dapur terlihat kotor, kecap yang menempel juga membikin sendok kudu dicuci berulang kali. Dari sinilah banyak orang mulai mencari langkah agar kecap bisa dituangkan lebih bersih dan efisien.
Untuk mengatasi perihal tersebut, simak triknya yang telah BrilioFood rangkum dari IG @karmilahmielda pada Sabtu (27/12).
1. Lapisi sendok dengan minyak goreng.

foto: Instagram/@karmilahmielda
Sebelum menuang kecap, olesi seluruh permukaan sendok dengan sedikit minyak goreng. Tidak perlu banyak, cukup tipis saja agar sendok terasa licin. Lapisan minyak ini berfaedah sebagai penghalang agar kecap tidak mudah menempel.
2. Tuang kecap ke sendok lampau ke makanan.

foto: Instagram/@karmilahmielda
Setelah sendok dilapisi minyak, tuangkan kecap seperti biasa ke dalam sendok tersebut. Selanjutnya, miringkan sendok ke arah piring alias makanan yang mau diberi kecap. Aliran kecap bakal terasa lebih lancar dan tidak tertahan di permukaan sendok.
3. Minyak membantu kecap tidak lengket.

foto: Instagram/@karmilahmielda
Minyak goreng membikin permukaan sendok menjadi licin sehingga kecap mudah luruh. Hasilnya, nyaris tidak ada sisa kecap yang tertinggal di sendok. Selain lebih rapi, sendok juga jadi lebih mudah dibersihkan setelah digunakan.
FAQ seputar tips sehat pakai kecap.
Kecap sering digunakan untuk menambah rasa pada beragam hidangan sehari-hari. Meski lezat, pemakaiannya tetap perlu diperhatikan agar tidak berakibat jelek bagi kesehatan.
1. Apakah kondusif mengonsumsi kecap setiap hari?
Kecap kondusif dikonsumsi setiap hari selama jumlahnya dibatasi dan tidak berlebihan. Kandungan natrium dalam kecap cukup tinggi sehingga konsumsi berlebihan bisa memengaruhi tekanan darah. Menggunakan kecap sebagai penambah rasa, bukan sebagai saus utama, menjadi pilihan yang lebih sehat.
2. Bagaimana langkah mengurangi asupan garam saat memakai kecap?
Gunakan kecap dalam jumlah mini lampau imbangi dengan ramuan alami seperti bawang, jahe, alias rempah lain. Mencicipi masakan sebelum menambahkan kecap juga membantu mencegah pemakaian berlebihan. Jika memungkinkan, pilih kecap dengan kandungan natrium lebih rendah.
3. Apakah kecap manis dan kecap asin sama dampaknya bagi kesehatan?
Kecap manis condong tinggi gula, sedangkan kecap asin lebih tinggi natrium. Keduanya bisa berakibat kurang baik jika digunakan berlebihan dalam jangka panjang. Menyesuaikan jenis kecap dengan kebutuhan masakan membantu mengontrol asupan gula dan garam.
4. Kapan waktu terbaik menambahkan kecap saat memasak?
Menambahkan kecap di tahap akhir memasak membantu mengontrol jumlah yang digunakan. Cara ini juga menjaga rasa agar tidak terlalu dominan. Selain itu, kecap yang dimasak terlalu lama bisa membikin rasa menjadi pahit alias terlalu pekat.
5. Apakah anak-anak boleh mengonsumsi makanan dengan kecap?
Anak-anak boleh mengonsumsi makanan dengan kecap asalkan jumlahnya sangat dibatasi. Sistem metabolisme anak lebih sensitif terhadap garam dan gula. Sebaiknya perkenalkan kecap sebagai pelengkap rasa, bukan sebagai ramuan utama dalam makanan mereka.
(brl/lea)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·