Ucapan Positif Yang Harus Disebut Saat Menerima Kegagalan Menurut Ajaran Islam

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Gagal bisa membikin seseorang merasa tidak bisa untuk melakukan kebaikan kebaikan dan memikul tanggung jawab lagi. Perasaan ini dapat mendorong seseorang untuk menghindari beban dan akibat nan semestinya dipikul sebagai seorang hamba nan beragama kepada Allah SWT.

Dalam kondisi seperti ini, seseorang mungkin menjadi tunduk pada hawa nafsu, terjebak dalam nafsu duniawi, dan sibuk membicarakan kemenangan orang lain nan dapat memicu ketegangan.

Ketika mental seseorang sudah terpukul dan dia merasa kalah secara mental, maka dia tidak bakal pernah meraih kemenangan. Sebab, kemenangan hanya lahir dari kerja keras, ketekunan, dan keteguhan iman.

Dalam hadits nan diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

"Orang mukmin nan kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta 'ala daripada orang mukmin nan lemah. Pada masing-masing (mereka) memang terdapat kebaikan. Berjuanglah dengan sungguh-sungguh untuk sesuatu nan berfaedah bagimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla dan janganlah Anda menjadi orang nan lemah. Bila Anda tertimpa suatu kegagalan, maka janganlah Anda berbicara 'Seandainya tadi saya melakukan begini dan begitu, niscaya tidak bakal menjadi begini dan begitu'. Tetapi katakanlah 'Ini sudah takdir Allah dan apa nan dikehendaki-Nya pasti bakal dilaksanakan-Nya'. Karena sungguh ungkapan kata 'law' (seandainya) bakal membukakan jalan bagi bujukan setan.'" (HR. Muslim)

Hadits tersebut menunjukkan contoh gimana dan seperti apa “orang mukmin nan kuat”. Orang mukmin nan kuat tidak berangkaian dengan kepemilikan kekuatan fisik, tetapi justru lantaran keimanannya kepada Allah SWT.

Bila seorang Muslim menaati perintah Allah SWT dan menunaikannya dengan baik, tapi kegagalan menghampirinya, maka tidak boleh berbicara "Seandainya tadi saya melakukan begini dan begitu, niscaya tidak bakal menjadi begini dan begitu".

Namun katakanlah "Ini sudah takdir Allah", lantaran apa nan telah terjadi sesuai dengan qadha dan qadhar-Nya. Allah SWT melakukan apa saja nan Dia kehendaki, dan tidak ada penghapusan atas ketetapan-Nya.

Setelah Nabi Muhammad SAW melarang mengucapkan kata syarat "seandainya" dalam situasi seperti itu, beliau SAW menunjukkan bahwa ucapan tersebut bakal membuka pintu bujukan setan. Sehingga, siapapun nan ada dalam situasi itu menyelisihi apa nan telah ditetapkan Allah SWT dan menyesali apa nan sudah berlalu. Karena dia merasa keberatan dan meratapi nasib nan menimpanya.

Sejatinya qadha dan qadhar tidak bakal tertunda, selama seseorang telah bekerja keras, memaksimalkan logika budinya, memohon pertolongan Allah, dan memohon kebaikan kepada-Nya. Setelah itu, cukuplah diserahkan kepada Allah SWT.

Apapun nan telah ditetapkan Allah SWT adalah baik, meski apa nan telah terjadi ini tampak buruk. Tidak ada seorang pun di antara makhluk nan dapat memaksakan takdir Sang Pencipta nan Maha Esa dan mengubahnya tanpa izin Allah SWT, sekalipun bumi dan seisinya bersatu.

Sumber:

https://dorar.net/hadith/sharh/62791

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam