Ucapan Salam Saat Ziarah KuburKincai Media – Dalam fikih, kunjungan kubur hukumnya sunnah. Ziarah bermaksud untuk mendoakan para mahir kubur dan mengingatkan diri tentang kematian serta kehidupan akhirat. Nah berikut ini angan dan ucapan salam saat melaksanakan kunjungan kubur.
Sejatinya, mengucapkan salam kepada penunggu kubur menjadi salah satu etika krusial dalam kunjungan kubur. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ أَنْ تَزُورُوا الْقُبُورَ، فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ
Artinya; Aku dulu melarang kalian untuk mengunjungi kubur, maka sekarang kunjungilah, lantaran dia mengingatkan kalian pada akhirat.” (HR. Muslim)
Lebih jauh lagi, saat mengunjungi kubur, disunnahkan memberikan salam kepada penghuninya. Dalam hadits yang berasal dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
أنَّ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليْهِ وسلَّمَ خرجَ إلى المقبرةِ فقالَ السَّلامُ عليكم دارَ قومٍ مؤمنينَ وإنَّا إن شاءَ اللَّهُ بِكم لاحقونَ
Artinya; “Sesungguhnya Rasulullah keluar menuju kuburan, lampau beliau bersabda: ‘Salam sejahtera atas kalian, penunggu rumah orang-orang beriman. Sesungguhnya kami, insyaAllah, bakal menyusul kalian,” (HR. Abu Dawud)
Nah berikut referensi komplit ucapan salam saat kunjungan kubur;
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ
Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn
Salam sejahtera atas kalian, penunggu rumah orang-orang beriman. Sesungguhnya kami, insyaAllah, bakal menyusul kalian,
Selain itu, dianjurkan juga membaca angan untuk penunggu kubur agar mendapatkan rahmat dan pembebasan Allah. Doa yang terkenal dibaca adalah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ، وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُمْ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُمْ، وَاغْسِلْهُمْ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِمْ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُمْ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِمْ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِمْ، وَأَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْ أَزْوَاجِهِمْ، وَأَدْخِلْهُمْ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُمْ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Allahumma ighfir lahum warhamhum, wa ‘afihim wa’fu ‘anhum, wa akrim nuzulahum, wa wassi’ madkhalahum, waghsluhum bil-ma’i wath-thalji wal-barad, wa naqqihim min al-khataya kama naqqayta ath-thawba al-abyada min ad-danas, wa abdilhum daran khayran min darihim, wa ahlan khayran min ahlihim, wa azwajan khayran min azwajihim, wa adkhilhum al-jannah, wa a’idhhum min ‘adhabil-qabr wa ‘adhabin-nar].
Artinya; “Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, sehatkanlah mereka, maafkanlah kesalahan mereka, muliakanlah tempat tinggal mereka, lapangkanlah kubur mereka, mandikan mereka dengan air, salju, dan es, dan bersihkan mereka dari dosa sebagaimana Engkau membersihkan busana putih dari kotoran.
Gantilah tempat tinggal mereka dengan yang lebih baik dari tempat tinggal mereka, keluarganya dengan yang lebih baik dari keluarganya, pasangannya dengan yang lebih baik dari pasangannya, masukkan mereka ke dalam surga, dan lindungilah mereka dari siksa kubur [dan siksa neraka.
Dengan demikian, memberi salam saat kunjungan kubur sebagai corak penghormatan bagi penunggu kubur, kunjungan juga mengingatkan kita bakal kematian. Pun, menjadi sarana introspeksi diri agar hidup lebih baik.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·