Ustadz Ahong Tanggapi Video 44 Biksu Thudong Istirahat Di Masjid; Teladan Toleransi Yang Baik

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Kincaimedia– Pendakwah Digital, sekaligus peneliti el-Bukhari Institute, Ustadz Ahong memberikan tanggapan mengenai berita viral tentang 44 biksu Thudong nan disambut masyarakat di Masjid Baiturrohmah, Bengkal, Temanggung, Minggu (19/5). Biksu itu mampir rehat dalam perjalanan menuju Candi Borobudur.

Lebih lanjut, Ustadz Ahong mengapresiasi toleransi dan keramahan masyarakat Temanggung dalam menyambut para 44 orang biksu Thudong tersebut. Menurutnya, perihal ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara nan menjunjung tinggi nilai-nilai pluralisme dan saling menghormati antarumat beragama.

“Para Biksu berisitirahat di masjid, dan diterima sebagai tamu. Sebagai tuan rumah, takmir setempat menjamunya dengan baik. Ini teladan toleransi nan sangat baik, ” kata ustadz Ahong, sebagaimana dikutip dari akun X @Ustadz_Ahong, Jumat [24/05].

Menurut Ustadz Ahong, peristiwa ini mengingatkan kita pada kisah Kanjeng Nabi Muhammad SAW nan mempersilakan utusan Nasrani Najran untuk beragama di masjid.

Ustadz Ahong mengutip riwayat nan dicatat oleh Ibn Ishāq, Ibn Jarīr, dan al-Baihaqi, nan menceritakan gimana Kanjeng Nabi dengan penuh toleransi mempersilakan utusan Nasrani tersebut untuk beragama di masjid sesuai dengan kepercayaan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah kepercayaan nan penuh kedamaian dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

“Ibn Rajab al-Hanbali di antara ustadz nan mensahihkan riwayat ini. Bahkan riwayat ini dikutip juga oleh Dārul Iftā al-Mishriyyah,” tambahnya.

Ustadz Ahong menegaskan bahwa Islam merupakan kepercayaan nan rahmatan lil ‘alamin, kepercayaan nan penuh kedamaian dan kasih sayang. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kisah toleransi dan penghargaan terhadap kepercayaan lain dalam sejarah Islam.

Ia pun membujuk umat Islam untuk terus menjaga persaudaraan dan toleransi antar umat beragama, serta mencontohkan adab mulia Rasulullah SAW dalam pergaulan dengan non-Muslim.

Lebih dari itu, pendakwah digital nan menerima penghargaan dari Ma’arif Award 2020 ini juga membujuk masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Ia mengatakan bahwa toleransi adalah kunci untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Marilah kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini dengan saling menghormati perbedaan,” Ustadz Ahong menyerukan. “Kita kudu berasosiasi padu dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa nan maju dan sejahtera,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah