Volume Altcoin di Binance Tembus 60 Persen, Bitcoin Meredup?

Aug 01, 2026 01:38 PM - 15 jam yang lalu 72

Kincai Media – Volume altcoin di Binance sekarang mendominasi kegiatan perdagangan, sementara minat terhadap Bitcoin mulai menunjukkan tanda pelemahan. Pergeseran ini terjadi ketika nilai Bitcoin bergerak condong datar dalam beberapa pekan terakhir.

Analis on-chain CryptoQuant, Darkfost, menyebut volume perdagangan spot Bitcoin di Binance dan sejumlah bursa besar lain telah turun ke level sangat rendah.

Menurutnya, kondisi tersebut mendekati situasi yang terakhir terlihat pada 2023, setelah pasar mata duit digital keluar dari fase bear market.

Penurunan volume altcoin di Binance itu menjadi salah satu sinyal awal bahwa perhatian pelaku pasar terhadap Bitcoin mulai berkurang. Sebagian trader sekarang mencari kesempatan pada aset mata duit digital lain yang bergerak lebih agresif.

Volume Altcoin di Binance Kuasai Transaksi

Berdasarkan informasi yang dibagikan Darkfost, volume altcoin di Binance sekarang menyumbang lebih dari 60 persen total volume perdagangan.

Sementara itu, pangsa volume Bitcoin turun menjadi sekitar 22 persen. Ethereum berada di kisaran 18 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan perubahan besar dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Pada Mei, Bitcoin tetap menjadi aset paling aktif diperdagangkan dengan kontribusi nyaris 40 persen dari total volume transaksi di Binance.

Dengan pergeseran ini, volume altcoin di Binance tidak lagi sekadar menjadi pelengkap kegiatan pasar. Altcoin justru menjadi pusat transaksi terbesar di bursa tersebut berasas informasi yang disorot Darkfost.

Kondisi ini juga memperlihatkan perubahan selera akibat pelaku pasar. Ketika Bitcoin tidak banyak bergerak, trader condong mencari aset dengan volatilitas lebih tinggi.

Bitcoin Stagnan Bikin Trader Beralih

Darkfost menilai minimnya volatilitas Bitcoin menjadi salah satu penyebab utama rotasi menuju altcoin. Dalam beberapa pekan terakhir, nilai BTC bergerak dalam rentang yang relatif sempit.

Bagi trader jangka pendek, pergerakan yang datar dapat mengurangi kesempatan memperoleh untung dari perubahan harga. Akibatnya, sebagian pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian ke altcoin.

“Investor mulai merasa bosan. Bitcoin nyaris tidak bergerak selama beberapa minggu terakhir sehingga sebagian memilih beranjak ke altcoin untuk memanfaatkan volatilitas yang tetap tersedia,” ujar Darkfost.

Altcoin umumnya mempunyai pergerakan nilai yang lebih tajam dibandingkan Bitcoin. Karakter tersebut membuatnya menarik bagi trader yang mengejar kesempatan jangka pendek, meski risikonya juga lebih besar.

Dalam situasi ini, kenaikan volume altcoin di Binance dapat dibaca sebagai tanda meningkatnya minat terhadap aset dengan profil akibat lebih tinggi.

Altcoin Sudah Turun Lebih Dalam

Selain aspek volatilitas, Darkfost menyoroti posisi nilai altcoin setelah koreksi pada siklus sebelumnya. Banyak altcoin telah mengalami penurunan lebih tajam dibandingkan Bitcoin.

Koreksi yang lebih dalam membikin sebagian penanammodal memperkirakan bahwa altcoin mempunyai ruang pemulihan lebih besar andaikan pasar kembali membaik.

Strategi ini didasarkan pada dugaan bahwa aset yang jatuh paling dalam dapat naik lebih tinggi ketika sentimen berubah positif. Namun, dugaan tersebut tidak selalu bertindak pada setiap siklus pasar.

Altcoin yang turun tajam tidak otomatis pulih lebih cepat. Sebagian aset apalagi dapat tetap tertinggal andaikan likuiditas rendah, minat penanammodal lemah, alias narasi proyek tidak lagi menarik.

Karena itu, meningkatnya volume altcoin di Binance perlu dibaca berbareng akibat yang melekat pada aset-aset tersebut.

Baca Juga: Tekanan Jual Koin Meme di Binance Tembus US$1,21 Miliar

Peluang Besar Diikuti Risiko Tinggi

Darkfost mengingatkan bahwa rotasi ke altcoin tidak bebas risiko. Altcoin memang dapat mencatat kenaikan lebih garang saat pasar bullish, tetapi juga condong jatuh lebih dalam saat sentimen memburuk.

Risiko ini krusial lantaran sebagian trader mungkin tergoda memandang altcoin sebagai kesempatan sigap setelah Bitcoin bergerak datar. Tanpa manajemen posisi yang disiplin, eksposur besar ke altcoin dapat memperbesar kerugian.

Menurut Darkfost, strategi beranjak ke altcoin hanya berpotensi optimal andaikan penanammodal bisa mengelola ukuran posisi, risiko, dan momentum pasar.

Dengan kata lain, kenaikan volume altcoin di Binance menunjukkan meningkatnya aktivitas, tetapi tidak otomatis berfaedah kesempatan tersebut kondusif bagi semua pelaku pasar.

Data volume juga belum cukup untuk memastikan altcoin season. Pasar tetap perlu memandang apakah aliran modal betul-betul memperkuat di altcoin alias hanya menjadi rotasi sementara akibat Bitcoin yang stagnan.

Volume Bitcoin Jadi Sinyal Penting

Turunnya volume perdagangan Bitcoin tidak selalu berfaedah nilai BTC bakal langsung melemah. Namun, volume tetap menjadi parameter krusial untuk membaca tingkat partisipasi pelaku pasar.

Jika nilai Bitcoin naik tanpa didukung peningkatan volume, reli biasanya dianggap kurang kuat. Sebaliknya, kenaikan nilai yang disertai volume besar menunjukkan partisipasi pasar yang lebih luas.

Saat ini, informasi yang disorot Darkfost menunjukkan volume spot Bitcoin berada di level rendah. Kondisi itu membikin pasar menunggu apakah Bitcoin bakal kembali menarik minat trader alias justru terus kehilangan kekuasaan volume.

Meningkatnya kegiatan altcoin juga menunjukkan sebagian modal mulai bergerak ke aset dengan akibat lebih tinggi. Arah berikutnya bakal sangat berjuntai pada pergerakan Bitcoin dalam beberapa minggu mendatang.

Jika Bitcoin kembali volatil dan menembus rentang nilai yang kuat, perhatian pasar bisa kembali bergeser ke BTC. Namun, jika Bitcoin tetap datar, altcoin dapat terus menjadi arena utama trader jangka pendek.

Untuk saat ini, volume altcoin di Binance telah melampaui 60 persen, sementara pangsa Bitcoin turun ke sekitar 22 persen dan Ethereum berada di kisaran 18 persen menurut informasi yang dibagikan Darkfost.

📊 Altcoins now dominate 60% of Binance volume, Bitcoin falls to 22%

Bitcoin spot volumes on Binance and other major exchanges have dropped to very low levels, similar to those seen in 2023 coming out of the bear market.

This is a first signal pointing to the current lack of… pic.twitter.com/70wxcu3ty8

— Darkfost (@Darkfost_Coc) July 31, 2026

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)

Selengkapnya