Wasiat Untuk Umat Manusia Dari Nabi Muhammad Sang Pembawa Cahaya 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Satu dari sekian banyak prinsip kehadiran Nabi Muhammad SAW di muka bumi adalah sebagai pembawa sinar kepada semesta, ialah membawa Rahmatan lil Alamin (rahmat bagi seluruh alam). Cahaya Rasulullah SAW terjadi pada saat peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

Ibnu Ishak sebagaimana ditulis Ibnu Hisyam dalam Sirah Nabawiyah: Sejarah Lengkap Kehidupan Rasulullah berkata:

“Banyak orang mengatakan, dan hanya Allah nan lebih tahu, bahwa Aminah binti Wahb, ibu Rasulullah bercerita: Saat mengandung Rasulullah, dia bermimpi didatangi seseorang kemudian orang itu berbicara kepadanya: Sesungguhnya engkau sedang mengandung penghulu umat ini. Jika dia telah lahir ke bumi, maka ucapkanlah: Aku berlindung kepada Allah Tuhan nan Esa dari keburukan semua pendengki, dan namakanlah dia Muhammad.”

Saat mengandung Nabi Muhammad SAW, Aminah binti Wahb memandang sinar keluar dari perutnya nan dengannya dia bisa memandang istana-istana Bushra di wilayah Syam (Ishaq: 2018: 96). Sebagai catatan, wilayah Syam kurang lebih saat ini meliputi Palestina, Siria, dan Yordania.

Pada saat Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu pertama alias turunnya ayat Alquran ialah di Gua Hira di Jabal Nur alias dalam bahasa Indonesia artinya Bukit Cahaya alias Gunung Cahaya. Alquran mempunyai banyak nama nan menunjukkan keistimewaan dan fungsinya. 

Dalam kitab Mukadimah Alquran dan Tafsirnya (Kementerian Agama RI, 2010: 8-9) disebutkan nama Alquran di antaranya adalah Alquran nan artinya referensi alias nan dibaca, Al-Kitab artinya nan ditulis alias nan dikumpulkan. 

Selanjutnya, Al-Furqan artinya pembeda antara nan kewenangan dan nan batil, berikutnya adalah Az-Zikr artinya peringatan. Masih ada beberapa nama lainnya, termasuk juga An-Nur nan artinya cahaya.

Demikian dijelaskan Arkeolog, Profesor Ali Akbar dalam kitab Arkeologi Alquran: Penggalian Pengetahuan Keagamaan terbitan Lembaga Kajian dan Peminatan Sejarah, 2020.

Profesor Ali Akbar dalam bukunya menjelaskan bahwa pada saat Nabi Muhammad SAW berceramah dengan berbekal Alquran, Rasulullah SAW salah satunya berinteraksi dengan Ahli Kitab. 

Dalam Alquran, Surat Al-Maidah 15-16 misalnya dijelaskan ketika Nabi Muhammad SAW berhadapan dengan Kaum Yahudi nan menyembunyikan aliran Allah SWT nan tersebut dalam Kitab Taurat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ

Wahai Ahlul kitab, sungguh Rasul Kami telah datang kepadamu untuk menjelaskan banyak perihal dari (isi) kitab suci nan Anda sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak perihal (pula). Sungguh, telah datang kepadamu sinar dari Allah dan kitab suci nan jelas. (QS Al-Maidah Ayat 15)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

Dengannya (kitab suci) Allah menunjukkan kepada orang nan mengikuti rida-Nya jalan-jalan keselamatan, mengeluarkannya dari beragam kegelapan menuju sinar dengan izin-Nya, dan menunjukkan kepadanya (satu) jalan nan lurus. (QS Al-Maidah Ayat 16)

Dalam kitab Alquran dan Tafsirnya, Jilid 2, kata "nur" ditafsirkan dengan Nabi Muhammad SAW. Pada QS Al-Maidah Ayat 15 disebutkan “telah datang utusan Kami, Rasul dan Kitab nan jelas ialah Alquran.” Allah SWT menjadikan Nabi Muhammad SAW dan Alquran nan diturunkan kepadanya sebagai pemberi hidayah bagi orang-orang nan mengikuti jalan-Nya. 

Nabi Muhammad SAW diserupakan dengan nur alias sinar lantaran memberikan pencerahan ialah mengeluarkan dari era jahiliyah, kebodohan, jalan gelap gulita kepada jalan terang dan jalan lurus nan dilandasi keimanan.

Wasiat Nabi Muhammad SAW 

Pada saat Nabi Muhammad SAW meninggal, beliau juga menyampaikan pesan alias berwasiat. Sebagaimana wasiat alias pesan orang nan kita hargai, orang nan kita hormati, orang nan kita cintai, misalnya orang tua kita, maka kita ingat dan laksanakan wasiat tersebut.

Apa wasiat orang tua sebelum meninggal? Misalnya ayah kita? Jaga ibu kalian, jaga adik dan kerabat kalian. Pergunakanlah kekayaan di jalan nan benar, melakukan jujurlah, jangan korupsi dan menzalimi orang lain dan lingkungan, dan lain sebagainya. Sebagaimana anak nan ingat kepada pesan orang tua, anak nan ingat hari kelahiran dan kematian orang tua, anak nan ketika memegang alias memandang benda-benda peninggalan orang tua alias barang budaya (material culture) bakal terkenang wasiat itu. Anak nan ketika memandang foto-foto lama maka terkenang perilaku dan ucapan orang tua.

Lantas, apa kekayaan alias wasiat nan diberikan oleh Rasulullah SAW? 

Nabi Muhammad SAW dengan segala ucapan dan perilakunya adalah pembawa sinar penerang alam semesta. Ketika Nabi Muhammad SAW meninggal, maka sinar itu hendaknya dihidupkan, disebarkan dan diteruskan oleh pengikutnya. Caranya adalah dengan membaca dan mengamalkan Alquran serta melaksanakan ucapan dan perilaku Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW juga manusia. Lahir dan akhirnya meninggal. Nabi Muhammad dibekali Allah SWT kitab Alquran. Kitab itu diwasiatkan kepada umat manusia. 

Mengikuti jalan terang, jalan penuh sinar dari Alquran bakal membikin manusia selamat bumi dan akhirat. Tidak membaca Alquran, hanya meletakkan di rak buku, alias menyembunyikan isi Alquran, sama saja dengan upaya membiarkan, meredupkan, mematikan sinar nan bakal berakibat jelek bagi manusia tersebut dan keturunannya.

Menurut Arkeolog Profesor Ali Akbar, Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dimaknai dengan membuka, membaca, menyebarkan, dan mengamalkan Alquran. Sehingga sinar bakal menyinari semesta. 

Kelahiran Rasulullah SAW menerangi istana-istana Bushra di wilayah Syam dan akhirnya membentuk tatanan masyarakat nan hidup secara islami. Jika mau memperingati lahirnya Rasulullah SAW, maka kiranya dapat meneruskan perjuangannya dengan menggunakan Alquran sebagai sinar nan dapat menerangi hati nan kusam, pikiran nan muram, dan tindakan nan kelam. 

Hendaknya menyebarkan sinar Alquran kepada keluarga, tetangga, lingkungan sekitar, dan juga negara serta antarbangsa. Sebagai penerus aliran Rasulullah SAW, dengan kapabilitas masing-masing, hendaknya mencoba menerangi dan membawa rahmat bagi alam semesta.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam