Zakat Mal, Apakah Harus Ditunaikan Ketika Puasa Ramadhan?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Zakat mal atau amal harta merupakan amal nan wajib dikeluarkan seorang Muslim sesuai kekayaan nan dimilikinya. Pengertian sederhananya, amal mal adalah amal atas simpanan kekayaan seperti uang, emas, penghasilan profesi, aset perdagangan dan lainnya.

KH Isnan Ansory Lc pada laman Rumah Fiqih menjelaskan bahwa kewajiban amal mal telah ditetapkan oleh Alquran, As-Sunnah dan juga ijma’ seluruh umat Islam. Alquran dan As-Sunnah menyebut tanggungjawab ini dengan beberapa istilah seperti, zakat, sedekah, al-haqq, an-nafaqah, dan al 'afwu. 

Sedangkan dalil pensyariatan amal fitrah umumnya berasalkan dari sabda Nabi Muhammad SAW. Secara unik Rasulullah SAW menyebutnya dengan istilah amal fitrah. 

Sebagaimana perkataan Ibnu Umar Radhiyalahu anhu, "Rasulullah SAW memfardhukan amal fitrah bulan Ramadhan kepada manusia sebesar satu shaa' kurma alias sya'ir, ialah kepada setiap orang merdeka, budak, laki-laki dan wanita dari orang-orang Muslim.” (HR Jamaah selain Ibnu Majah dari Ibnu Umar).

Waktu Bayar Zakat Mal

Dari sisi waktu mengeluarkan amal mal maka dikenal istilah haul dan waqtul hashad. Haul secara bahasa artinya satu tahun. Terkait dengan zakat, ustadz sepakat bahwa haul merupakan salah satu syarat diwajibkannya mengeluarkan amal nan telah mencapai nishabnya untuk jenis amal hewan ternak, emas, perak, dan peralatan dagangan. 

Hal itu berasas sabda Nabi Muhammad SAW, ” Tidak ada amal atas kekayaan sehingga mencapai satu haul (tahun).” (HR Ibnu Majah dari Aisyah Radhuayalahu anha)

Sedangkan untuk jenis amal pertanian maka tidak disyaratkan adanya haul namun amal jenis ini dikeluarkan sejak waktul hashad alias masa penen berasas firman Allah SWT.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

۞ وَهُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَ جَنّٰتٍ مَّعْرُوْشٰتٍ وَّغَيْرَ مَعْرُوْشٰتٍ وَّالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا اُكُلُهٗ وَالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍۗ  كُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖٓ اِذَآ اَثْمَرَ وَاٰتُوْا حَقَّهٗ يَوْمَ حَصَادِهٖۖ وَلَا تُسْرِفُوْا ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَۙ

Dialah nan menumbuhkan tanaman-tanaman nan merambat dan nan tidak merambat, pohon kurma, tanaman nan beraneka ragam rasanya, serta oliva dan delima nan serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya andaikan dia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya. Akan tetapi, janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang nan berlebih-lebihan. (QS Al-An‘am Ayat 141)

Mengenai amal fitrah maka tidak dikenal kedua istilah tersebut. Sesuai dengan namanya, maka amal fitrah dikeluarkan pada hari fithr, ialah hari lebaran alias Hari Raya Idul Fitri pada tanggal 1 Syawwal. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW, "Cukupkan bagi mereka di hari ini." (HR Ad-Daruquthni).

Kapan Waktu Tepat Bayar Zakat Mal?

Mengenai kapan waktu nan tepat membayarkan amal mal? Yakni jika sudah mencapai nisab dan telah tersimpan satu tahun, maka kekayaan nan dimiliki seorang Muslim wajib dizakatkan.

Namun ada pula amal mal nan dapat ditunaikan langsung pada saat menerima pendapatan di bulan tersebut, ialah amal penghasilan. Misalnya menerima penghasilan setiap tanggal 1 maka langsung menunaikan amal mal setiap tanggal 1 setelah menerima gaji. 

Membayar amal penghasilan dapat dilakukan setiap bulan dengan tujuan untuk meringankan. Tapi juga dapat digabungkan dalam satu tahun dan dibayarkan di akhir tahun. (Baznas RI)

Bayar Zakat Mal Harus Bulan Ramadhan?

Pendapat lain ada nan mengatakan bahwa menurut ulama, waktu nan paling utama untuk menunaikan amal mal adalah pada bulan Ramadhan. Hal ini didasarkan pada hadits nan diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam At-Tirmidzi dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Zakat fitrah itu wajib dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk sholat Idul Fitri, sedangkan amal mal wajib dikeluarkan pada saat kekayaan telah mencapai nishab dan telah berlalu satu tahun Hijriah."

Dalam hadits ini, terlihat jelas bahwa Rasulullah SAW menekankan agar amal mal dikeluarkan setelah mencapai nishab dan telah berlalu satu tahun Hijriyah. Hal ini dikarenakan amal mal diberikan untuk membantu saudara-saudara muslim nan memerlukan dan juga untuk membersihkan kekayaan dari segala corak dosa dan keburukan.

Selain pada bulan Ramadhan, waktu nan paling utama untuk menunaikan amal mal adalah saat terdapat kebutuhan nan mendesak dari saudara-saudara Muslim nan membutuhkan. Sebab, amal mal merupakan instrumen sosial untuk membantu meringankan beban saudara-saudara Muslim nan sedang mengalami kesulitan.

Oleh lantaran itu, sebaiknya amal maal ditunaikan secepatnya jika memenuhi syarat-syarat nan telah ditetapkan dalam kepercayaan Islam. Dengan menunaikan amal mal pada waktu nan paling utama, bakal terasa lebih berarti dan memberikan keberkahan dalam kehidupan. (Baznas Kota Yogyakarta).

Jenis-jenis Zakat Mal

Pertama, amal hasil pertanian adalah amal nan dibayarkan dari hasil produksi pertanian.

Kedua, amal penghasilan adalah amal atas hasil jasa profesi. 

Ketiga, amal hewan ternak meliputi hasil peternakan hewan baik nan besar seperti sapi dan unta, sedang seperti kambing dan domba, dan nan mini seperti unggas dan lainnya.

Keempat, Islam memandang emas dan perak adalah kekayaan nan berpotensi berkembang nilainya, sama seperti hewan ternak. Zakat ini wajib dikeluarkan seorang muslim jika jumlahnya telah mencapai nisab dan terpenuhi syarat haul.

Kelima, amal aset perdagangan dikeluarkan dari hasil jual-beli peralatan dagangan selama setahun. Aset nan dimaksud meliputi modal awal, keuntungan, piutang dan stok peralatan dagangan nan tetap tersisa.

Keenam, amal hasil tambang dan tangkapan laut mempunyai prinsip nan sama dengan amal hasil panen dan hewan ternak.

Ketujuh, amal hasil penyewaan aset. Zakat ini wajib dibayarkan oleh pemilik properti alias aset nan disewakan. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam