Tes Kemampuan Akademik alias disingkat TKA adalah asesmen sukarela yang bermaksud untuk memberikan info capaian akademik siswa secara objektif dan adil. Menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, argumen TKA diadakan lantaran penilaian sekolah saat ini secara umum condong belum objektif sehingga susah digunakan pada situasi yang menuntut komparasi antar sekolah/wilayah.
Dalam perihal tersebut, misalnya untuk keperluan seleksi. Adanya TKA, dijadikan sebagai penyeimbang dan penguat kredibilitas penilaian, bukan sebagai pengganti sistem yang ada.
Dari laman Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), TKA Bahasa Indonesia SD/MI/sederajat difokuskan pada salah satu keahlian berbahasa, ialah membaca. Membaca dipilih sebagai konsentrasi lantaran merupakan keahlian yang menjadi fondasi untuk terus belajar dan bekerja pada era teknologi yang berubah dan berkembang sangat cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterampilan membaca diujikan pada dua jenis teks, ialah teks info dan teks fiksi. Teks yang digunakan TKA mempunyai karakter kosakata (kata dasar, kata berimbuhan, dll.), kalimat (pola kalimat dasar SPOK), dan wacana (seperti kohesi pengacuan/referensi, konjungsi antarparagraf penambahan/penjelasan, dll.)
Untuk bisa lebih memahami seperti apa tes berlangsung, maka latihan soal adalah kuncinya. Beikut beberapa soal dipilih dari contoh soal Kerangka Asesmen Tes Kemampuan Akademik Jenjang SD/MI/Sederajat oleh Kemendikdasmen dan Latihan TKA Bahasa Indonesia SD 2026 oleh Umar Maksum, eks Kepala Sekolah Penggerak di Kab. Malang.
Simak perincian soal dan kunci jawabannya di bawah ini:
Kenthus yang Sombong
(Untuk soal nomor 1 s.d. 3)
Di tengah padang rumput terdapat kolam. Kolam itu dihuni banyak katak. Kenthus adalah anak katak yang paling besar dan kuat. Dia merasa tidak terkalahkan.
Suatu pagi Kenthus melompat di padang rumput. Ada seekor anak lembu. Ia sedang bermain dan berlari-lari. Anak lembu itu menjulurkan lidahnya untuk makan. Lidahnya mengenai Kenthus.
Kenthus melompat. “Berani makhluk ini mengusikku!” kata Kenthus sembari menuju ke tepi kolam. Kenthus sampai di tepi kolam.
“Kenthus, kenapa Anda terengah-engah?” tanya Naka.
“Wajahmu terlihat pucat,” kata Tata.
“Lihatlah di padang rumput itu. Makhluk itu sangat sombong. Ia tadi hendak menelanku!” kata Kenthus dengan napas terengah-engah.Koko, kakak Kenthus, menjelaskan. “Makhluk itu anak lembu. Anak lembu tidak jahat. Lembu tidak makan katak. Ia hanya makan rumput.”
“Aku tidak percaya. Tadi, saya dikejarnya dan nyaris ditendang olehnya,” jawab Kenthus menggebu-gebu.
Koko hanya tak bersuara mendengar adiknya berbicara.
“Aku sebenarnya bisa melawannya dengan mengembungkan diriku,” lanjut Kenthus dengan bangga.
“Kamu tidak bakal dapat menandingi lembu itu. Perbuatan Anda berbahaya,” kata Koko.
Kenthus mengembungkan tubuhnya. Perutnya membesar secara berlebihan. Tiba-tiba dia jatuh lemas. Perutnya terasa sakit. Perlahan-lahan dia mengempiskan tubuhnya. Akhirnya tubuh Kenthus kembali ke ukuran semula.
“Kenthus, Anda tidak apa-apa?” tanya Koko.
“Aku baik-baik saja. Maafkan aku, Kak. Aku tidak mendengar kata-katamu,” kata Kenthus sembari menunduk.
1. Apa yang dijelaskan Koko tentang anak lembu?
Pilih setiap pilihan jawaban benar! Jawaban betul lebih dari satu.
- Makhluk itu sangat sombong.
- Anak lembu tidak jahat.
- Lembu tidak makan katak.
Kunci jawaban: Pernyataan 2 dan Pernyataan 3
2. Apa kejadian yang membikin Kenthus merasa menyesal?
- Kenthus hendak ditelan anak lembu di padang rumput.
- Kenthus berlari ke tepi kolam hingga terengah-engah.
- Kenthus mengembang terlalu besar hingga jatuh lemas.
- Kenthus dimarahi Koko lantaran terlalu menggebu-gebu.
Kunci jawaban: Kenthus mengembang terlalu besar hingga jatuh lemas.
3. Amel telah membaca cerita tersebut. Ia merasakan beberapa reaksi saat membacanya. Bagaimana reaksi Amel saat membaca akhir cerita tersebut?
Klik pada pilihan Benar alias Salah untuk setiap pernyataan berasas isi teks!
- Terharu lantaran Kenthus mau mengakui kesalahannya.
- Bahagia lantaran Kenthus berbaikan dengan anak lembu.
- Antusias lantaran Kenthus bisa membuktikan kekuatannya.
Kunci jawaban: Benar-Salah-Salah
Antre, Dong!
(Untuk soal nomor 4 s.d. 6)
Tia dan Devi sedang berada di Toko Buku Gemar. Mereka mencari kitab pelajaran. Setelah menemukan kitab yang dicari, mereka menuju ke kasir. Mereka menempati urutan kelima dan keenam. Tak lama kemudian, ada orang yang mengantre di belakang mereka. Mereka sabar menunggu giliran bayar di kasir.
Namun, tiba-tiba seorang pemuda melangkah ke antrean paling depan. Tentu saja, orang-orang yang sudah mengantre lebih dulu memprotes.
“Tolong, antre, Dik,” kata seorang ibu yang berada di belakangnya.
“Maaf, Bu, saya kudu cepat-cepat. Ini juga hanya satu buku, pasti tidak bakal lama. Tidak bakal sampai lima menit,” kata pemuda itu.
“Tidak boleh seperti itu, Nak. Kita kudu membudayakan antre. Jika Anda kudu cepat-cepat, bolehkah saya tahu alasannya?” ucap ibu itu.
“Iya, Kak, kita kudu antre. Semua yang ada di sini juga mau sigap dilayani. Apa Kakak tidak malu memandang seorang ibu-ibu saja bersedia mengantre? Kakak yang muda justru berkelakuan sebaliknya,” sahut Tia. Devi terlihat hanya tak bersuara dan menggangguk. Mendengar ada bunyi seperti keributan, Pak Satpam pun masuk. Dia menenangkan situasi. Pemuda itu kudu tetap mengantre sesuai antrean.
4. Siapakah tokoh yang menyelesaikan keributan dalam cerita tersebut?
- Tia.
- Devi.
- Kasir.
- Pak Satpam.
Kunci jawaban: Pak Satpam
5. Apa saja peristiwa yang dialami Tia dalam cerita?
Pilih pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban betul lebih dari satu!
- Mencari dan membeli kitab berbareng Devi.
- Dinasihati oleh seorang ibu untuk antre.
- Ikut menegur pemuda yang menyerobot antrean.
Kunci jawaban: Pernyataan 1 dan Pernyataan 3
6. Dalam cerita, seorang pemuda mengatakan, “hanya satu buku, pasti tidak bakal lama.”
Intan telah membaca cerita tersebut. Menurutnya, perkataan tersebut tidak dapat dibenarkan. Apa argumen yang mendukung pendapat Intan berasas isi cerita?
Pilih Mendukung alias Tidak Mendukung untuk setiap pernyataan berasas isi teks!
- Semua orang yang mengantre juga mau sigap dilayani.
- Mengantre memerlukan kesabaran setiap orang.
- Aturan antrean kudu dihormati oleh semua orang.
Kunci jawaban: Mendukung - Tidak Mendukung - Mendukung
Surat untuk Sahabat
(Untuk soal nomor 7 dan 8)
Senyum itu enggan lepas dari bibirmu
Ketika kau memandang kedatanganku
Uluran tanganmu menyambutku
Untuk selalu berbareng dan saling berpegang erat
Menghadapi segala suka maupun duka
Bila sesekali kau marah
Itu lantaran saya tak mau memahamimu
Bila sesekali saya melakukan salah
Maafmu selalu terbuka untukku
Kata terima kasih ku anggap lebih manis daripada kata maaf untuk segala keceriaan yang selalu kau bagi, untuk segala ketulusan hati yang selalu kau beri, dan untuk kesetiaan yang tak bakal pernah lekang oleh masa
Bila kita dewasa kelak dan jarak juga waktu memisahkan kita
Satu harapku dalam hati
Kata persahabatan tidak bakal pernah menjadi sebuah kenangan
7. Pesan apa yang mau disampaikan dalam puisi tersebut?
- Persahabatan membikin seseorang kudu mengalah demi menjaga hubungan.
- Persahabatan kudu selalu diutamakan di atas hubungan dengan keluarga.
- Persahabatan memerlukan pengertian, kesetiaan, dan saling menghargai.
- Persahabatan sering diuji oleh bentrok sehingga tidak selalu bertahan.
Kunci jawaban: Persahabatan memerlukan pengertian, kesetiaan, dan saling menghargai.
8. “kesetiaan yang tak bakal pernah lekang oleh masa”Makna pada larik puisi tersebut adalah …
- Simbol penerimaan, dukungan, dan rasa kondusif dalam persahabatan.
- Ungkapan kebahagiaan saat berjumpa seseorang yang lama tidak bertemu.
- Penghargaan dan rasa syukur sebagai perihal yang berkesan dalam persahabatan.
- Lambang hubungan abadi, tetap kuat meski waktu alias jarak memisahkan.
Kunci jawaban: Lambang hubungan abadi, tetap kuat meski waktu alias jarak memisahkan.
Hewan Pemakan Daun, Apa Itu?
(Untuk soal nomor 9 dan 10)
Hewan bisa dibagi menjadi tiga golongan berasas makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, ialah hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, ialah hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.
Dari golongan herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi jika sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung unsur yang bisa berbahaya.
Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya langkah khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada kuman baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda lantaran lebih lembut dan mudah dimakan.
Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di rimba dan sangat berjuntai pada daun untuk makan. Karena itu, rimba tempat mereka tinggal kudu dijaga agar mereka bisa terus hidup.
9. Apa saja contoh hewan folivora berasas info tersebut? Pilih pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban betul lebih dari satu.
- Sapi.
- Koala.
- Panda.
Kunci jawaban: Koala, panda
10. Apa pendapat utama yang disampaikan pada paragraf ketiga teks tersebut?
- Jenis daun yang cocok untuk hewan folivora.
- Pembagian hewan berasas makanan mereka.
- Cara unik tubuh hewan folivora mencerna daun.
- Peranan krusial rimba bagi kehidupan hewan folivora.
Kunci jawaban: Cara unik tubuh hewan folivora mencerna daun.
Misteri Buku Catatan Biru
(Untuk Soal Nomor 11 s.d. 20)
Aku menatap kitab catatan mini bersampul biru itu dengan ragu. Buku itu tergeletak begitu saja di bawah bangku taman sekolah, seolah sengaja ditinggalkan. Namaku Raka, dan rasa mau tahuku seringkali lebih besar daripada rasa takutku. Aku memungutnya. Tidak ada nama pemilik di sampulnya.
Perlahan, saya membuka laman pertama. Isinya bukan catatan pelajaran, melainkan sketsa-sketsa bagus tentang sudut-sudut sekolah kami yang jarang diperhatikan. Ada gambar sarang burung di pohon beringin tua belakang perpustakaan, retakan tembok di penyimpanan olahraga yang mirip peta, hingga kucing penjaga kantin yang sedang tidur pulas. Setiap gambar diberi keterangan tanggal dan puisi pendek.
"Indah sekali," gumamku.
Tiba-tiba, dari arah lorong kelas, Arum berlari dengan wajah panik. Matanya menyapu sekeliling taman, mencari sesuatu. Arum adalah siswa baru yang pendiam. Ia jarang berbicara, tetapi matanya selalu tampak mengawasi sekeliling dengan tajam.
"Kamu mencari ini?" tanyaku sembari mengangkat kitab biru itu.
Wajah Arum berubah. Bukan lega, melainkan pucat pasi. Ia menyambar kitab itu dari tanganku dengan kasar. "Jangan pernah sentuh barangku!" bentaknya, lampau berlari pergi.
Aku terpaku. Bukan lantaran bentakannya, tapi lantaran saya sempat memandang laman terakhir kitab itu yang terbuka saat dia menyambarnya. Di sana tergambar sketsa wajahku yang sedang menatap kitab itu dengan ragu, persis seperti kejadian satu menit yang lalu. Tanggalnya pun tertulis hari ini.
11. Di mana peristiwa penemuan kitab catatan biru itu terjadi?
- Di dalam ruang kelas.
- Di perpustakaan sekolah.
- Di taman sekolah, di bawah bangku.
- Di penyimpanan olahraga.
Kunci jawaban: Di taman sekolah, di bawah bangku.
12. Watak tokoh "Aku" (Raka) dalam cerita tersebut adalah ....
- Penakut dan pemalu.
- Suka mencuri dan usil.
- Memiliki rasa mau tahu yang tinggi dan apresiatif.
- Sombong dan suka ikut kombinasi urusan orang lain.
Kunci jawaban: Memiliki rasa mau tahu yang tinggi dan apresiatif.
13. Mengapa tokoh "Aku" menggambarkan Arum sebagai anak yang pendiam namun mempunyai mata yang tajam?
- Karena Arum suka memarahi orang yang menyentuh barangnya.
- Karena Arum adalah pengamat yang jeli, terbukti dari perincian sketsa gambarnya.
- Karena Arum tidak suka berkawan dengan siapa pun di sekolah.
- Karena Arum sering kehilangan barang-barangnya.
Kunci jawaban: Karena Arum adalah pengamat yang jeli, terbukti dari perincian sketsa gambarnya.
14. Bagaimana perasaanmu jika Anda menjadi Raka di akhir cerita?
- Marah lantaran dibentak oleh Arum.
- Senang lantaran sukses mengembalikan kitab yang hilang.
- Bingung dan merinding lantaran memandang gambar masa depan di kitab itu.
- Kecewa lantaran tidak sempat membaca seluruh isi buku.
Kunci jawaban: Bingung dan merinding lantaran memandang gambar masa depan di kitab itu.
15. Kejadian di akhir cerita menunjukkan bahwa kitab catatan biru tersebut ....
- Hanyalah kitab gambar biasa milik anak seni.
- Berisi rencana jahat Arum terhadap sekolah.
- Memiliki keanehan alias unsur misterius yang tidak logis.
- Merupakan kitab harian yang berisi curhatan Arum.
Kunci jawaban: Memiliki keanehan alias unsur misterius yang tidak logis.
16. Konflik utama yang muncul dalam quote cerita di atas adalah ....
- Raka menemukan kitab yang hilang.
- Arum yang kehilangan kitab catatannya.
- Ketegangan antara Raka yang mau tahu dan reaksi Arum yang tak terduga.
- Keindahan gambar-gambar di dalam kitab biru.
Kunci jawaban: Ketegangan antara Raka yang mau tahu dan reaksi Arum yang tak terduga.
17. Cerita di atas menggunakan perspektif pandang ....
- Orang pertama (Aku).
- Orang kedua (Kamu).
- Orang ketiga serba tahu (Dia).
- Orang ketiga pengamat.
Kunci jawaban: Orang pertama (Aku).
18. Pilihlah sifat-sifat yang menggambarkan tokoh Arum dalam cerita! (Pilih 2 jawaban)
- Periang dan mudah bergaul.
- Misterius dan tertutup.
- Ceroboh dan tidak peduli.
- Peka terhadap perincian visual (pengamat).
Kunci jawaban: Misterius dan tertutup; Peka terhadap perincian visual (pengamat)
19. Pernyataan Benar alias Salah. Analisis unsur intrinsik cerita "Misteri Buku Catatan Biru".
- Latar suasana cerita berubah dari tenang menjadi tegang.
- Tokoh "Aku" dan Arum sudah berkawan sejak lama.
- Cerita berhujung dengan penyelesaian masalah yang jelas (Happy Ending).
Kunci jawaban: Benar-Salah-Salah
20. Manakah kalimat dalam teks yang menunjukkan bahwa kitab biru itu mempunyai keistimewaan supranatural/ajaib?
- "Isinya bukan catatan pelajaran, melainkan sketsa-sketsa indah."
- "Di sana tergambar sketsa wajahku... persis seperti kejadian satu menit yang lalu."
- "Kulit bukunya berwarna biru tanpa nama pemilik."
- "Setiap gambar diberi keterangan tanggal dan puisi pendek."
Kunci jawaban: "Di sana tergambar sketsa wajahku... persis seperti kejadian satu menit yang lalu."
Semoga contoh soal TKA beserta kunci jawabannya di atas bisa membantu Si Kecil belajar di rumah dan mendapatkan nilai yang memuaskan di sekolah.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·