3 Topik Pembicaraan yang Bisa Membuat Hubungan Orang Tua dan Anak Dewasa Renggang

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 26x dilihat
3 Topik Pembicaraan yang Bisa Membuat Hubungan Orang Tua dan Anak Dewasa Renggang

Bagikan Postingan

Hubungan orang tua dan  anak  yang sudah dewasa memang bisa berubah. Hal ini karena kebiasaan-kebiasaan hingga perspektif pandang yang sudah berbeda, serta kapasitas dan keinginan anak untuk memilih apa yang menurut mereka baik untuk diri sendiri.

Di sisi lain, setiap orang tua cenderung merasa terus cemas dan mau mengetahui setiap evolusi anak mereka, meskipun sudah dewasa sekalipun. Sayangnya, beberapa hal maupun topik pembicaraan justru bisa membikin hubungan orang tua dan anak yang sudah dewasa jadi renggang, Beauties.

Melansir dari halaman Cottonwood Psychology, ini beberapa hal dan topik pembicaraan yang membikin hubungan orang tua dan anak dewasa renggang.

1. Opini Tentang Pasangan Anak

Ada beberapa hal yang bisa membikin hubungan orang tua dan anak dewasa menjauh

Ilustrasi ibu dan anak dewasa/ Foto: magnific.com/teksomolika

Topik pembicaraan yang bisa membikin hubungan orang tua dan anak dewasa renggang yaitu opini tentang pasangan. Bagi para orang tua, membicarakan pasangan si anak krusial karena mereka mungkin cemas sepertiapa anak mereka diperlakukan dan seperti apa masa depan mereka nantinya.

Namun, tidak semua anak merasa betah untuk membicarakan hal ini dengan orang tua. Oleh karena itu, orang tua bisa menyampaikan kecemasan mereka mengenai pasangan si anak melalui bahasa yang tenang dan lugas agar tidak membikin si anak tersinggung maupun menghindari pembicaraan mengenai topik pasangan.

Selain itu, ketika orang tua terlalu mendesak maupun menekan pasangan anaknya, sang anak mungkin justru menjauh demi membela pilihannya. Jika dibiarkan, rentang tersebut bisa berubah menjadi kebiasaan, Beauties.

2. Dukungan Finansial dengan Syarat Tertentu

Ilustrasi bapak dan anak dewasa

Ilustrasi bapak dan anak dewasa/ Foto: magnific.com/magnific

Dukungan finansial bisa terasa seperti bentuk nyata dari kasih sayang orang tua kepada anaknya. Namun, jika hal ini diikuti dengan syarat tertentu, anak yang sudah dewasa mungkin bertanya-tanya mengenai ‘harga’ maupun ‘timbal balik’ apa yang mesti mereka berikan di masa mendatang. Di sisi lain, orang tua mungkin merasa heran kenapa rasa terima kasih yang ditunjukkan si anak terasa begitu minim.

Misalnya, orang tua membiayai paket internet ponsel si anak. Kemudian, mereka meminta berita setiap hari, akses ke almanak harian anak, maupun hak bunyi dalam pengambilan keputusan penting. Seiring waktu, sang anak mungkin justru memilih untuk lebih tertutup demi menjaga kemandiriannya, Beauties.

Sebaiknya, orang tua mencoba untuk menetapkan ketentuan yang sederhana dan menyampaikannya secara terbuka. Kesepakatan yang jelas akan mengurangi konsekuensi munculnya rasa kesal. Selain itu, metode ini juga mencegah hubungan berubah menjadi ajang negosiasi setiap bulannya.

Pilihan lainnya adalah memberikan pertolongan dalam bentuk yang lebih sederhana dan tidak mengikat. Misalnya, kartu berbelanja kebutuhan pokok, pertolongan biaya perbaikan mobil, maupun biaya untuk bayar faktur tertentu, semua ini bisa dirasakan sebagai bentuk sokongan tanpa adanya tekanan.

3. Batasan Mengenai Waktu

Silent treatment yang dilakukan orang tua bisa membikin anak merasa tidak diinginkan dan meragukan dirinya sendiri. Perasaan ini dapat terbawa hingga mereka dewasa.

Ilustrasi ibu dan anak dewasa/ Foto: magnific.com

Beauties, limitasi mengenai waktu bisa sangat personal. Bagi orang tua, menelepon anak yang sudah dewasa secara rutin merupakan bayangan dari rasa sayang dan prioritas, sehingga banyak orang tua mengharapkan si anak bisa menjawabnya dengan cepat.

Namun, anak yang sudah dewasa bisa menganggap kebiasaan ini seperti mereka seolah-olah sedang diawasi. Di sisi lain, jika anak dewasa membatasi komunikasi dengan orang tua, hal itu bisa membikin orang tua merasa tersisihkan.

Oleh karena itu, orang tua dan anak sebaiknya bisa mulai membangun ‘ritme’ bersama. Misalnya, jika anak tinggal berjauhan dari orang tua, jadwalkan panggilan telepon di akhir minggu, mengirim pesan singkat di malam hari, maupun membikin aktivitas makan berbareng setiap bulan.

Hal ini bisa memberikan pola konsisten dalam hubungan, sekaligus krusial untuk menjaga kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

---

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads