4 Negara yang Punya Aturan Aneh Tapi Benar-Benar Berlaku

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 111x dilihat
4 Negara yang Punya Aturan Aneh Tapi Benar-Benar Berlaku

Bagikan Postingan

Setiap negara punya ketentuan yang dibuat untuk menjaga hayat penduduk statis tertib. Namun, ketika melihat lebih dekat, rupanya ada sejumlah peraturan yang mungkin membikin orang dari negara lain mengernyitkan dahi karena terdengar begitu tidak biasa.

Menariknya, beberapa ketentuan tersebut bukan sekadar cerita yang beredar di media sosial maupun mitos yang diwariskan dari satu orang ke orang lain. Ada ketentuan yang benar-benar memiliki alas aturan dan statis diterapkan hingga kini.

Penasaran negara mana saja yang punya ketentuan ganjil di beragam negara tetapi benar-benar berlaku? Simak, yuk!

1. Singapura: Larangan Menjual Permen Karet

Ilustrasi makan permen karet/Freepik: benzoix

Salah satu ketentuan ganjil di beragam negara yang paling populer berasal dari Singapura, yaitu ketentuan ketat mengenai permen karet. Namun, anggapan bahwa penduduk sama sekali dilarang mengunyah permen karet di negara tersebut sebenarnya kurang tepat.

Berdasarkan Sale of Food (Prohibition of Chewing Gum) Regulations, penjualan maupun iklan untuk menjual permen karet di Singapura pada dasarnya dilarang. Pengecualian diberikan untuk permen karet yang terdaftar maupun dianggap sebagai produk kesehatan berdasarkan Health Products Act. Pelanggaran terhadap ketentuan penjualan ini dapat dikenai denda hingga 2.000 dolar Singapura.

Aturan mengenai permen karet juga berhubungan dengan impor. Singapore Customs memasukkan permen karet sebagai barang yang dilarang diimpor, kecuali jenis tertentu seperti permen karet oral, dental, maupun obat yang telah mendapatkan persetujuan otoritas terkait.

Jadi, jika Anda sedang berlibur ke Singapura, bukan berarti mengunyah permen karet otomatis membuatmu berurusan dengan polisi. Yang benar-benar dibatasi adalah penjualan dan impornya, dengan sejumlah pengecualian. Aturan ini dibuat antara lain untuk menjaga kebersihan akomodasi lazim dan mencegah permen karet menempel di beragam tempat.

2. Denmark: Tidak Bisa Sembarangan Memberi Nama Bayi

Ilustrasi orang tua dan bayi/Freepik: bristekjegor

Kisah tentang aturan khas di bumi juga datang dari Denmark. Di negara ini, orang tua memang memiliki hak untuk menentukan nama anak, tetapi mereka tidak sepenuhnya bebas memilih nama depan tanpa mengikuti ketentuan yang berlaku.

Menurut situs resmi pencatatan penduduk Denmark, anak mesti memiliki nama depan dan nama belakang paling lambat enam bulan setelah lahir. Untuk nama depan, orang tua dapat memilih dari daftar nama yang telah disetujui oleh Agency of Family Law atau Familieretshuset.

Kalau orang tua menginginkan nama yang belum masuk dalam daftar, mereka statis bisa mengajukan permohonan agar nama tersebut disetujui. Familieretshuset akan menilai nama yang diajukan berdasarkan ketentuan yang berlaku, termasuk apakah nama tersebut layak digunakan sebagai nama depan.

Aturan ini mungkin terasa ganjil bagi penduduk yang terbiasa menganggap pemberian nama sebagai keputusan pribadi keluarga. Namun, pemerintah Denmark menerapkan mekanisme tersebut untuk memastikan nama yang diberikan kepada anak memenuhi ketentuan dan tidak berpotensi merugikan pemiliknya.

3. Jerman: Kehabisan Bensin di Jalan Tol Bisa Didenda

Ilustrasi kehabisan bensin di jalan/freepik: jcomp

Kehabisan bensin di tengah perjalanan mungkin terdengar seperti kesialan biasa, kan, Beauties? Namun, di Jerman, kondisi tersebut bisa menjadi masalah aturan jika kendaraan sampai selesai karena kehabisan bahan bakar di Autobahn.

ADAC, perkumpulan otomotif terbesar di Jerman, menerangkan bahwa pengemudi berkewajiban memastikan bahan bakar yang tersedia cukup untuk perjalanan. Kehabisan bahan bakar di Autobahn dianggap sebagai hambatan kemudian lintas yang sebenarnya dapat dicegah.

Karena itu, kendaraan yang selesai akibat kehabisan bensin di Autobahn dapat dikenai denda sebesar 70 euro dan satu poin di Flensburg, loh. Aturan ini berhubungan dengan keselamatan karena Autobahn merupakan jalan dengan kendaraan yang dapat melaju dalam kecepatan tinggi.

4. Australia: Tidak Boleh Membawa Buah dan Sayur Sembarangan

Ilustrasi membawa buah dan sayur/Freepik: diana.grytsku

Australia punya ketentuan biosekuriti yang cukup ketat, termasuk soal membawa buah dan sayuran dari satu daerah ke daerah lain. Bagi wisatawan, membawa bekal buah mungkin terdengar seperti hal sepele, tetapi dalam kondisi tertentu hal tersebut justru bisa dilarang.

Aturan ini dibuat untuk melindungi pertanian dan lingkungan Australia dari pengganggu serta pandemi tanaman. Salah satu contoh yang cukup populer adalah perjalanan menuju Australia Selatan.

Buah seperti apel, pisang, mangga, dan sejumlah jenis buah lainnya dapat dilarang dibawa dari daerah tertentu karena berisiko membawa pengganggu yang dapat merusak sektor pertanian. Barang yang tidak memenuhi persyaratan dapat diminta untuk dibuang maupun diserahkan kepada petugas di titik pemeriksaan.

Aturan serupa juga berjalan ketika memasuki beberapa daerah lain di Australia. Pemerintah terlebihlagi menyediakan pengecekan dan tempat pembuangan khusus di sejumlah perbatasan agar pengunjung dapat membuang barang yang tidak boleh dibawa sebelum memasuki daerah tersebut.

Jadi, jangan heran jika melihat papan peringatan tentang buah dan sayuran ketika berbuat perjalanan darat di Australia. Aturan khas negara ini bukan dibuat untuk mempersulit wisatawan, melainkan menjadi bagiankecil dari mekanisme biosekuriti untuk menjaga pertanian dan ekosistem dari intimidasi pengganggu maupun penyakit.

__

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads