Adinda Dhini Firlianti | Beautynesia
Selasa, 01 Sep 2026 21:00 WIB
Ramai Tren 'Things My Ex Did', Ini 5 Alasan Psikologis Kenapa Dulu Kita Suka 'Menormalisasi' Red Flags Pasangan/Foto: Magnific/foto pers
Beauties, apakah Anda sering memandang tren things my ex did and i still stayed yang sekarang viral di media sosial? Netizen ramai membikin konten yang menyebut perilaku red flag dari mantan kekasih mereka, namun anehnya tetap memilih memperkuat saat hubungan tersebut tetap berjalan.
Bagi sebagian orang, menormalisasi red flag tidak menjadi masalah besar. Bukan lantaran kegoblokan semata, secara psikologis ada sistem pertahanan bawah sadar dan manipulasi emosional yang kuat di baliknya.
Yuk simak 5 argumen kenapa seseorang bisa memperkuat dalam hubungan yang toksik berikut!
1. Memiliki Ilusi Positif dan Harapan Palsu

Memiliki Ilusi Positif dan Harapan Palsu/Foto: Magnific/ Drazen Zigic
Cinta itu buta, istilah itu mungkin tidak asing lagi terdengar di telingamu kan, Beauties? Saat jatuh cinta, rupanya otak condong berfokus pada potensi masa depan seseorang daripada realitas perilakunya saat ini.
Melansir dari Psychology Today, banyak orang mengabaikan red flags lantaran terjebak dalam pemikiran bahwa mereka bisa mengubah karakter jelek pasangannya seiring berjalannya waktu yang dipoles dengan kata sabar.
Mereka selalu membikin pembenaran atas setiap tindakan jelek pasangan agar tetap bisa sesuai dengan gambaran ideal yang diinginkan
2. Gangguan Keterikatan dan Takut Sendirian

Gangguan Keterikatan dan Takut Sendirian/Foto: Magnific/foto pers
Melansir dari Psychology Today, rasa takut yang mendalam bakal penolakan, kesenyapan dan kegagalan dalam hubungan seringkali memaksa seseorang untuk menoleransi perilaku jelek orang lain.
Jika seseorang mempunyai style keterikatan seperti ini, mereka merasa bahwa kebersamaan dengan orang yang toxic jauh lebih baik daripada kudu merasa kesenyapan sendiri.
Mereka yang terjebak dalam kondisi ini, berpikir bahwa tidak bakal ada orang lain yang mencintai mereka sebesar mantannya sat berada di fase awal hubungan yang manis. Apakah Anda pernah merasakan perihal yang sama, Beauties?
3. Rendahnya Harga Diri

Rendahnya Harga Diri/Foto: Magnific/luar biasa
Beauties, tahukah Anda ada hubungan kuat antara gimana kita memandang diri sendiri dengan apa yang kita toleransi dari orang lain? Melansir dari Medium, seseorang dengan nilai diri yang rendah sering kali merasa tidak layak mendapatkan hubungan yang sehat.
Bahayanya, mereka merasa tidak berbobot dan layak untuk diperlukan buruk. No no ya, Beauties! Jaga harga dirimu jangan sampai berjuntai pada hubungan yang toxic.
4. Takut Mengalami Kerugian Berlanjutan

Takut Mengalami Kerugian Berlanjutan/Foto: Magnific/Dragen Zigic
Melansir dari Psychology Today, secara psikologis dan perilaku, manusia mempunyai kecenderungan bias untuk terus memperkuat pada situasi jelek andaikan mereka telah mengorbankan banyak perihal mulai dari waktu, energi, apalagi aspek finansial.
Seseorang yang menormalisasi red flags pada pasangannya merasa terlanjur basah dan menganggap jika mengakhiri hubungan berfaedah menyia-nyiakan seluruh pengorbanan yang sudah dilakukannya.
5. Rusaknya Bounderis Akibat Normalisasi Sosial Media

Rusaknya Bounderis Akibat Normalisasi Sosial Media/Foto: Magnific/luar biasa
Melihat perilaku red flag di mana-mana, tanpa sadar membikin seseorang mengabaikan batas diri (boundaries) dan menganggapnya sebagai bagian dari dinamika romansa. Paparan media sosial seringkali mengaburkan batas antara drama hubungan yang wajar dengan manipulasi yang sebenarnya berbahaya.
Tren "Things My Ex Did and I Still Stayed" bukanlah panggung untuk mempermalukan diri, melainkan pengingat sekaligus bukti nyata bahwa Anda telah bertumbuh, belajar mengenali batas diri, dan sukses keluar dari siklus hubungan yang tidak sehat.
Dari beberapa kondisi di atas, apakah Anda juga pernah merasakan salah satunya, Beauties?
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(sim/sim)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.