Beauties, apakah Anda merasa sudah rutin olahraga, mulai giat berbuat plank, sit-up, terlebihlagi rela berkeringat beberapa kali dalam seminggu, tetapi perut belum rata juga? Kondisi ini tentu bisa bikin frustrasi, terlebihlagi jika Anda merasa sudah berbuat banyak hal untuk mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan.
Sebenarnya, apakah olahraga saja memang cukup untuk menghilangkan lemak perut? Ternyata, hasil olahraga tidak cuma ditentukan oleh seberapa sering Anda bergerak. Kalau selama ini Anda merasa sudah giat olahraga tetapi akibatnya belum terlihat, mungkin ada beberapa kebiasaan yang tanpa sadar statis menghambatnya. Cek di sini, yuk!
1. Terlalu Fokus pada Latihan Perut

Ilustrasi bersepeda/Freepik: prostooleh
Kalau mau mendapatkan perut yang lebih rata, bukan berarti Anda mesti melakukan sit-up maupun plank sebanyak mungkin setiap hari, Beauties. Latihan tersebut memang berguna untuk menguatkan otot inti maupun core, tetapi tidak bisa membikin lemak di perut hilang secara spesifik.
Dilansir dari Cleveland Clinic, latihan seperti sit-up dapat menguatkan otot perut, tetapi tidak secara langsung menghilangkan lemak di area tersebut. Lemak tubuh berkurang secara keseluruhan melalui gabungan aktivitas jasmani dan pengaturan asupan energi.
Karena itu, jangan cuma mengandalkan latihan perut. Gabungkan latihan kekuatan untuk beragam himpunan otot dengan aktivitas aerobik seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, maupun jogging.
2. Pola Makan Belum Diperhatikan

Ilustrasi makan makanan manis/Freepik: wayhomestudio
Rajin olahraga tetapi statis sering makan maupun minum secara berlebihan tanpa menyadarinya? Ini bisa menjadi salah satu karena perut belum rata meskipun Anda sudah rutin berolahraga.
Selain jumlahnya, kualitas makanan juga perlu diperhatikan, loh, Beauties. Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, dan makanan ultra-proses dapat membikin pola makan menjadi kurang seimbang dan menyulitkan pengelolaan bermutu badan. Karena itu, olahraga sebaiknya dibarengi dengan pola makan yang sesuai kebutuhan tubuh.
Dilansir dari NHS, untuk mendapat hasil maksimal, Anda disarankan pola makan yang seimbang dengan memperhatikan porsi, sumber protein, sayuran, buah, dan makanan berserat. Jadi, tidak cukup cuma menghitung berapa kali Anda olahraga dalam seminggu. Perhatikan juga apa yang dikonsumsi sepanjang hari.
3. Kurang Bergerak di Luar Waktu Olahraga

Ilustrasi jogging/Freepik: benzoix
Misalnya Anda olahraga selama satu jam di gym, tetapi setelah itu menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk di depan laptop, rebahan, maupun menonton televisi. Kondisi ini membikin aktivitas jasmani harian secara keseluruhan statis rendah.
Dilansir dari Harvard Health, menambah aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, menggunakan tangga, maupun lebih sering bergeser dalam rutinitas sehari-hari dapat membantu menaikkan pengeluaran energi. Aktivitas aerobik dan latihan kekuatan juga dapat membantu mengurangi lemak visceral.
Jadi, jangan menganggap olahraga di gym sebagai satu-satunya waktu untuk bergerak, ya, Beauties!
4. Mengira Perut Buncit Selalu Berarti Lemak

Ilustrasi perut buncit/Freepik: jcomp
Pernah merasa perut kelihatan rata pada pagi hari tetapi lebih besar setelah makan maupun menjelang menstruasi? Kalau iya, kondisi tersebut belum tentu memberitahu adanya penambahan lemak.
Dilansir dari Cleveland Clinic, perut yang terasa penuh, keras, maupun tampak membesar dapat disebabkan oleh bloating maupun kembung. Penyebabnya beragam, mulai dari gas berlebih, konstipasi, makanan tertentu, hingga fluktuasi hormon.
Jadi, jangan langsung menyimpulkan olahraga Anda tidak berhasil cuma karena bentuk perut berubah sepanjang hari. Jika perut sering kembung, perhatikan juga pola makan, pencernaan, siklus menstruasi, dan kondisi lain yang mungkin memengaruhinya.
5. Sering Stres dan Kurang Tidur

Ilustrasi kurang tidur/Freepik: benzoix
Beauties, tahukah Anda bahwa stres dan kurang tidur dapat membikin tubuh lebih sulit menjalankan beragam kebiasaan sehat secara konsisten?
Dilansir dari Harvard Health, stres kronis dapat menaikkan kadar hormon kortisol yang dapat memengaruhi hasrat makan dan membikin seseorang lebih terdorong mengonsumsi makanan tinggi kalori.
Sementara itu, kurang tidur dapat memengaruhi pengaturan hasrat makan dan berhubungan dengan fluktuasi komposisi tubuh. Penelitian yang dipublikasikan melalui PubMed juga menemukan hubungan antara durasi tidur yang singkat dan peningkatan akumulasi lemak pada orang dewasa. Sehingga, memberikan tubuh waktu istirahat yang cukup dan mencari metode untuk mengelola stres juga menjadi bagiankecil dari kebiasaan yang mendukung proses tersebut.
Jadi, Beauties, jika perut belum rata meski sudah giat olahraga, bukan berarti semua upaya Anda sia-sia. Bisa jadi ada beberapa kebiasaan lain yang perlu diperbaiki. Yang terpenting, jangan tergoda metode instan dan statis berikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dengan kebiasaan yang lebih sehat, ya!
__
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)