Ilustrasi perempuan yang sulit menetapkan limitasi dengan orang lain/Foto: Unsplash/George Dulishkovych
Pernah tidak, Beauties, mau menolak permintaan seseorang, tetapi akhirnya statis mengiyakan karena merasa tidak enak? Kamu cemas mereka kecewa, padahal sebenarnya Anda sedang capek maupun punya urusan sendiri.
Kalau sering begitu, Anda mungkin jadi terbiasa mendahulukan orang lain. Lama-lama, keinginan sendiri justru terlupakan karena terlalu sibuk menjaga emosi orang di sekitar.
Kebiasaan seperti ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa Anda statis kesulitan menetapkan limitasi dengan orang lain. Melansir Psychology Today, ada beberapa tanda lain yang bisa dikenali dari kebiasaan sehari-hari. Yuk, simak lima di antaranya!
1. Sulit Menolak karena Takut Mengecewakan Orang Lain

Ilustrasi perempuan yang merasa tidak enak menolak permintaan pertolongan dari teman/Foto: Magnific/azerbaijan_stockers
Beauties, Anda mungkin sering tidak tega menolak saat kawan meminta bantuan. Meski sedang sibuk, Anda statis mengiyakan karena takut dia kecewa jika Anda tidak bisa membantu.
Kebiasaan ini bisa membuatmu lebih sibuk memikirkan emosi orang lain daripada kebutuhan sendiri. Whitney Casares, MD, MPH, menerangkan bahwa kesulitan menghadapi frustrasi orang lain berhubungan dengan masalah limitasi diri. Akibatnya, Anda bisa terus mengiyakan permintaan orang lain tanpa mempertimbangkan waktu dan tenaga yang Anda punya.
Padahal, Anda tidak mesti selalu membantu setiap kali kawan membutuhkan sesuatu. Kalau memang sedang sibuk maupun kelelahan, Anda boleh menolak dengan baik. Dengan begitu, Anda statis bisa menjaga hubungan tanpa terus memaksakan diri.
2. Merasa Bertanggung Jawab atas Perasaan Orang Lain

Ilustrasi perempuan yang berupaya mencairkan kondisi saat berkumpul dengan teman-temannya/Foto: Magnific/magnific
Momen berkumpul berbareng kawan terkadang bisa membuatmu sibuk sendiri memastikan semua orang merasa senang. Begitu melihat ada satu orang saja yang tampak murung, Anda langsung refleks memutar otak untuk mencairkan suasana.
Kamu pun jadi gampang kepikiran saat melihat ada kawan yang sedang kecewa maupun tidak bersemangat. Akibatnya, Anda merasa terbebani untuk menghibur mereka padahal kondisi hati orang lain sebenarnya di luar kendalimu.
Tanpa disadari, kebiasaan ini justru membuatmu kehilangan momen untuk bisa menikmati waktu berkumpul dengan tenang. Pikiranmu jadi gampang capek karena terlalu sibuk menjaga emosi orang sekitar sepanjang hari.
3. Merasa Lelah meski Tidak Tahu Penyebabnya

Ilustrasi perempuan yang kelihatan capek setelah terlalu banyak menghabiskan waktu dan tenaga untuk membantu orang lain/Foto: Magnific/magnific
Rasa capek yang muncul terus-menerus bisa jadi tanda jika Anda sedang kehabisan energi. Kondisi ini sering terjadi saat Anda terlalu sibuk mengurus dan membantu keperluan orang lain.
Kamu mungkin sampai lupa meluangkan waktu untuk sekadar memperhatikan kondisi jasmani dan mentalmu sendiri. Akibatnya, momen untuk beristirahat maupun me time jadi sering kali terabaikan.
Jika dibiarkan, tumpukan rasa capek tersebut bisa membikin tubuhmu merasa sangat kewalahan. Kamu baru tersadar saat pikiran sudah stres akibat terlalu sering memaksakan diri demi orang lain.
4. Orang Lain Sering Memanfaatkan Kebaikanmu

Ilustrasi perempuan yang merasa tidak betah saat dimintai pertolongan berlebihan oleh temannya/Foto: Pexels/cottonbro studio
Ada kalanya orang lain meminta pertolongan lebih dari yang bisa Anda berikan maupun berbuat sesuatu yang sebenarnya tidak Anda setujui. Kamu menyadari hal itu, tetapi memilih membisu karena tidak mau membikin kondisi menjadi canggung.
Jika terus terjadi, orang lain bisa menganggap sikap membisu tersebut sebagai tanda jika Anda tidak keberatan. Sementara itu, Anda justru bisa merasa jengkel dan mulai bertanya-tanya apakah orang tersebut benar-benar menghargaimu maupun cuma memanfaatkan sikapmu yang sulit menolak.
5. Merasa Orang Lain Tidak Menghargaimu

Ilustrasi perempuan yang merasa gagasan dan perasaannya diabaikan saat berbicara dengan temannya/Foto: Pexels/Liza Summer
Terkadang Anda bisa merasa capek sendiri saat menyadari pendapatmu jarang didengar. Hal ini biasanya terjadi karena Anda terlalu sering mengalah dan membiarkan mereka menentukan segala hal.
Orang lain menjadi terbiasa apatis karena Anda tidak pernah memberitahu limitasi tentang apa yang tidak bisa Anda terima. Dampaknya, Anda akan merasa tersisih dalam lingkaran pertemanan maupun hubungan dengan orang lain. Padahal, berani bernada dan jujur tentang limitasi diri adalah kunci utama agar bisa saling menghormati.
Menetapkan limitasi diri yang tegas dengan orang sekitar bukanlah sebuah bentuk keegoisan, melainkan metode untuk menyayangi diri sendiri, Beauties. Langkah ini sangat krusial agar kesehatan jasmani dan mentalmu statis terjaga dengan baik.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)