55 Faedah Hari Arafah (bag. 2)

May 16, 2026 12:57 AM - 3 jam yang lalu 161

Faedah ke-10:

Allah memberikan keistimewaan bagi siapa saja yang Dia kehendaki berupa pembebasan dari api neraka, baik orang yang wukuf di Arafah maupun umat muslim di seluruh penjuru dunia. Oleh lantaran itu, Allah menjadikan hari setelahnya menjadi hari raya bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Baik yang berhaji di tanah suci maupun yang tidak, disebabkan upaya mereka dalam meraih pembebasan Allah pada hari Arafah. Kaum muslimin tidak menunaikan ibadah haji setiap tahun. Hal ini merupakan corak rahmat dan keringanan dari Allah, Ia menjadikan tanggungjawab tersebut hanya sekali seumur hidup.

Faedah ke-11:

Hari Arafah merupakan hari berbaikan sangka kepada Allah dan tidak berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah melakukan baik kepada orang-orang yang wukuf dengan maghfirah dan rahmat-Nya.

‘Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata,

جئت إلى سفيان الثوري عشية عرفة وهو جاثٍ على ركبتيه، وعيناه تذرفان، فقلت له:من أسوأ هذا الجمع حالاً؟ قال: الذي يظن أن الله لا يغفر له

“Aku datang kepada Sufyan ats-Tsauri pada malam hari Arafah, dia sedang bersimpuh dengan kedua lututnya dan kedua matanya meneteskan air mata. Maka saya bertanya kepadanya, ‘Siapakah orang yang paling jelek keadaannya di antara kerumunan orang yang wukuf ini?’ Ia menjawab, ‘Orang yang mengira bahwa Allah tidak bakal memberikan pembebasan kepadanya’.” (Lathaiful Ma’arif, hal. 287)

Donasi Kincai Media

Faedah ke-12:

Keutamaan pembebasan dari neraka juga pemaafan dosa-dosa pada hari yang agung ini tidak hanya untuk jemaah haji dan orang yang wukuf saja, tetapi berlaku umum bagi semua kaum muslimin yang mengamalkan sebab-sebab dua keutamaan ini.

Faedah ke-13:

Keutamaan hari ini bersifat umum untuk orang yang berada di Arafah maupun kaum muslimin di beragam bagian dunia. Barang siapa yang berhaji di Arafah, maka dia telah mengumpulkan dua keutamaan, ialah kemuliaan tempat dan waktu.

Faedah ke-14:

Dianjurkan bagi kaum muslimin untuk memperbanyak amal ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah pada hari ini agar dia mendapatkan dua keistimewaan di atas, ialah pembebasan dan pembebasan dari neraka. Di antara ibadah yang bisa dilakukan adalah memperbanyak zikir kepada Allah, terutama tahlil yang merupakan dasar dan landasan kepercayaan Islam yang Allah Ta’ala sempurnakan pada hari Arafah. (Lathaiful Ma’arif, hal. 283)

Faedah ke-15:

Dikatakan dalam sebuah hadis,

 خيرُ الدعاءِ دعاءُ يومِ عرفةَ وخيرُ ما قلتُ أنا والنبيونَ من قبلي: لا إله إلا اللهُ وحدهُ لا شريكَ لهُ له الملكُ وله الحمدُ وهو على كلِّ شيء قديرٍ

“Sebaik-baik angan adalah angan pada hari Arafah dan sebaik-baik perkataan yang saya dan para Nabi sebelumnya ucapkan adalah, ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai`in qadiir (tiada sesembahan yang berkuasa disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).” (HR. At-Tirmidzi no. 3585, dinilai hasan oleh Al-Albani)

Atau dalam riwayat lain,

كان أكثر دعائ رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم عرفة : لا إله إلا الله وحده لا شريك له , له الملك وله الحمد , بيده الخير , وهو على كل شيء قدير 

“Doa yang banyak Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baca pada hari Arafah adalah, ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu la syariikalah lahul mulku walahul hamdu biyadihil khaiir wa huwa ‘alaa kulli syai`in qadiir (tiada sesembahan yang berkuasa disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Di tangan-Nyalah segala kebaikan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).” (HR. Imam Ahmad no. 6916, dinilai hasan lighairihi oleh para pen-tahqiq Musnad)

Faedah ke-16:

Balasan itu sesuai dengan kebaikan perbuatan. Barang siapa yang memerdekakan budak, maka Allah bakal membebaskannya dari neraka. Juga orang yang memperbanyak zikir kepada Allah dengan tahlil serta merealisasikan tauhid bakal diganjar dengan perihal yang serupa.

Faedah ke-17:

Kalimat tauhid itu balasannya setara dengan membebaskan hamba sahaya, yaitu dikeluarkan dari neraka, sebagaimana dikatakan dalam hadis sahih,

مَن قالَ: لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وحْدَهُ لا شَرِيكَ له، له المُلْكُ وله الحَمْدُ، وهو علَى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ، في يَومٍ مِئَةَ مَرَّةٍ؛ كانَتْ له عَدْلَ عَشْرِ رِقابٍ، وكُتِبَتْ له مِئَةُ حَسَنَةٍ، ومُحِيَتْ عنْه مِئَةُ سَيِّئَةٍ

“Barang siapa yang mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu biyadihil khaiir wa huwa ‘alaa kulli syai`in qadiir’ seratus kali dalam sehari, seolah-olah dia memerdekakan sepuluh budak, dan dituliskan baginya seratus kebaikan, serta dihapuskan darinya seratus keburukan.” (HR. Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691)

Faedah ke-18:

Merealisasikan kalimat tauhid dengan tulus dan jujur dapat menggugurkan dosa dan menghapusnya tanpa sisa. Tidak ada ibadah lain yang sebanding apalagi melampaui keutamaannya. Barang siapa yang mengucapkannya dengan tulus dari hatinya, maka Allah mengharamkan baginya neraka. (Lathaiful Ma’arif, hal. 214)

Faedah ke-19:

Para salafus shalih radhiyallahu ‘anhum bersungguh-sungguh dalam melaksanakan kebaikan kebaikan pada hari ini. Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘ahnu wukuf di Arafah, bersamanya 100 unta betina sebagai hewan kurban dan 100 hamba sahaya. Ia pun memerdekakan budak-budak tersebut, membikin orang-orang di sekitarnya meraung; bercampur antara tangisan dan doa. Mereka mengatakan,

ربنا، هذا عبدك قد أعتق عبيده، ونحن عبيدك فـأعتقنا

“Wahai Rabb kami, hamba-Mu ini telah membebaskan hamba sahayanya dan kami adalah hamba-Mu, maka bebaskanlah kami dari neraka.” (Lathaiful Ma’arif, hal. 283)

Barang siapa yang memerdekakan seorang budak, Allah bakal membebaskan setiap personil badannya dari panasnya neraka.

Faedah ke-20:

Disunahkan untuk memperbanyak zikir kepada Allah Ta’ala pada hari ini di setiap waktu dan setiap kondisi; baik dalam keadaan berdiri, duduk, berbaring, alias berkendara, maupun melangkah kaki.

Faedah ke-21:

Juga memperbanyak tahlil, takbir, dan tahmid. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang sepuluh hari awal Zulhijah, termasuk di dalamnya hari Arafah,

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

“Perbanyaklah mengucapkan tahlil takbir dan tahmid pada sepuluh hari pertama Zulhijah.” (HR. Imam Ahmad no. 546, dinilai sahih oleh para pen-tahqiq Musnad)

Faedah ke-22:

Merupakan suatu kebaikan yang begitu besar apabila wukuf di Arafah bertepatan dengan hari Jumat, di mana dua hari raya berkumpul. Dua hari ini merupakan hari yang utama, bertepatan dengan wukufnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu. Berkumpulnya waktu mustajab setelah Asar berbarengan dengan berdirinya para jemaah haji di Arafah untuk bermohon dan merendahkan diri serta keutamaan-keutamaan lainnya. (Lihat Zadul Ma’ad, 1: 60)

Faedah ke-23:

Sebagian orang awam mempunyai kepercayaan bahwa jika wukuf di Arafah bertepatan dengan hari Jumat, maka hajinya setara dengan 7 kali alias 70 kali alias 72 kali haji alias selain itu. Ini merupakan kepercayaan batil yang tidak memiliki dalil.

[Bersambung]

***

Penerjemah: Atma Beauty Muslimawati

Artikel Kincai Media

Sumber:

Diterjemahkan dari e-book Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah yang berjudul 55 Faidah fi Yaumi ‘Arafah: https://almunajjid.com/books/lessons/124

Selengkapnya