7 Ciri Orang Yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil, Bisa Bikin Stres Dan Overthinking

Mar 11, 2026 09:55 AM - 1 bulan yang lalu 15086

Jakarta -

Banyak yang sering berpesan ketika mengandung jangan membenci orang lain alias kelak anaknya mirip sama yang dibenci. Padahal sebenarnya ini lebih ke kondisi emosional Bunda bisa memengaruhi kesehatan janin. Untuk itu ibu mengandung perlu memahami karakter orang yang perlu dihindari selama hamil.

Kehamilan sejatinya menjadi masa yang penuh kebahagiaan. Namun, ibu mengandung rentan stres dan gelisah.

Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa stres ibu mengandung dapat meninggalkan jejak biologis yang mempengaruhi kesehatan janin. Karena itu, selain menjaga pola hidup sehat, ibu mengandung juga krusial memilih lingkungan sosial yang dapat mendukung kondisi bentuk dan mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


7 Ciri orang yang sebaiknya dihindari ibu hamil

Ibu mengandung sebisa mungkin dikelilingi orang-orang yang menghargai dan memahami kerentanan Bunda. Berikut ini tujuh orang yang kudu Bunda hindari selama kehamilan dilansir YourTango:

1. Perempuan yang menceritakan kisah persalinan mereka yang menakutkan

Bailey Gaddis, penulsi dari Feng Shui Mommy: Creating Balance Amidst the Chaos for Blissful Pregnancy, Childbirth and Motherhood, mengatakan bahwa tak ada ruang tambahan untuk cerita persalinan yang menakutkan dalam perjalanan seseorang menjadi ibu. 

"Saya percaya pikiran Anda sudah terampil dalam seni berenang melalui skenario terburuk; Anda tidak perlu orang lain menceritakan pengalaman mereka," jelas Gaddis.

Jika orang asing, ibu, kerabat perempuan, sepupu, teman, mahir akupunktur, alias siapa pun mencoba berbagi cerita persalinan dengan Bunda, hentikan mereka dan tanyakan apakah cerita tersebut bakal membahagiakan untuk persalinan Bunda yang bakal datang, alias justru rasa takut.

Jika itu bakal menanamkan rasa takut, mintalah mereka untuk menceritakan kisah tersebut setelah Bunda melahirkan.

2. Petugas medis yang mengatakan, "Anda tidak bisa melakukannya."

Ibu mengandung menginginkan tenaga kesehatan yang mengingatkan betapa luar biasa persalinan dan hal-hal yang dapat Bunda lakukan untuk mewujudkannya.

Meskipun Bunda mempunyai serangkaian keadaan khusus, dan memerlukan intervensi medis tertentu pada persalinan nanti, perjalanan Bunda menuju menjadi seorang ibu tetap bisa luar biasa dan penyedia jasa kesehatan kudu mendukungnya. 

Jika penyedia jasa kesehatan selalu berbincang dengan nada khawatir, carilah orang lain yang memancarkan optimisme untuk persalinan yang senang dan sehat yang bakal mereka upayakan dalam membantu Bunda.

3. Bagian dari diri sendiri yang mengatakan "Kamu tidak bisa melakukannya"

Ini adalah kawan yang susah untuk ditinggalkan. Individu jiwa yang dimaksud kemungkinan telah berbareng Bunda selama hidup ini dan telah menyatakan untuk menjaga Bunda tetap kondusif dari risiko.

Dan sekarang, diri sendiri ikut panik tentang ketidakpastian jalan yang dilalui. Bunda dapat memutuskan hubungan dengan sisi diri yang penuh ketakutan dan membatasi ini dengan memilih untuk mengikuti intuisi, alih-alih bunyi ketakutan. 

4. Orang-orang yang memberi tahu gimana Bunda semestinya melahirkan

Individu-individu ini merasa nyaman dengan langkah mereka memilih untuk melahirkan dan mau Bunda memvalidasi pilihan mereka dengan membikin pilihan yang sama.

Bunda mungkin secara intuitif merasa selaras dengan beberapa pilihan yang disarankan orang-orang ini, jika demikian maka bagus dan ikuti saja.

Tetapi gimana jika Bunda merasa tidak selaras dengan pilihan yang mereka tawarkan? Bunda dapat mengatakan tidak, dan memilih sesuatu yang lain.

Pilihan Bunda tidak ada hubungannya dengan mereka. Jika mereka menyadari perihal itu dan tidak terikat pada apakah Bunda mengikuti langkah mereka alias langkah lain, pertahankan mereka.

Jika mereka menekan untuk melakukannya dengan langkah mereka, Bunda mungkin perlu membatasi hubungan dengan mereka, setidaknya sampai bayi lahir.

5. Teman yang membikin Bunda merasa tidak kondusif secara emosional

Ketika Bunda mempunyai kawan yang tidak mengerti gimana kebahagiaan Bunda dan suami dengan kehamilan yang tidak direncanakan ini, kemudian kawan itu membagikan pemikirannya kepada semua orang yang mau mendengarkan, maka sebaiknya jauhi. 

Bunda mungkin bakal merasa sakit hati dan merasa lenyap kepercayaan dengannya. Tetap berbareng kawan tersebut hanya bakal menghabiskan banyak daya emosional. Usahakan ibu mengandung tetap menjaga hati selama kehamilan.

6. Ibu kandung alias ibu mertua yang serba cemas

Intervensi ibu, termasuk ibu yang sedang memberikan infus rasa takur dosis tinggi, jangan sampai memasuki ruang persalinan dan langsung meninggalkan ruangan. Banyak dari kita sangat berjuntai pada pendapat ibu, meskipun kita tidak suka mengakuinya. Meskipun Bunda mungkin tidak selalu setuju dengan pendapat tersebut, pendapat itu seringkali mempunyai pengaruh kuat dalam pikiran kita.

Jika Bunda mempunyai sosok ibu yang sering berbagi pemikiran yang menambah rasa takut pada kehamilan, Bunda dapat melarangnya membicarakan semua perihal tentang persalinan saat berbareng dengannya.

Bunda dapat menghabiskan waktu untuk mengatur bilik bayi, alias merencanakan pesta menyambut bayi, tetapi jika percakapan mulai mengarah ke persiapan persalinan, komplikasi medis, alias perihal lain yang mungkin membuatnya takut, jauhkan dia dari pembicaraan tersebut.

7. Orang-orang yang iri dengan kehamilan Bunda

Memutuskan hubungan dengan orang lain itu sulit. Budaya kita mengajarkan wanita untuk menyenangkan orang lain dengan segala cara, tetapi Bunda berkuasa untuk mengeluarkan orang-orang yang iri.

Bunda berkuasa merasa berkekuatan untuk menyatakan kewenangan memilih siapa untuk diajak bergaul.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya