Alasan Rossa Laporkan 78 Akun Pencemaran Nama Baik, Berimbas Pada Pekerjaan

Apr 24, 2026 09:50 AM - 1 hari yang lalu 1809

Jakarta -

Penyanyi Rossa tengah menjadi sorotan setelah mengambil jalur norma atas puluhan akun yang diduga merusak reputasinya di media sosial. Tim manajemennya pun telah melayangkan somasi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kuasa Hukum Manajemen Rossa, Natalia Rusli, yang mengungkap ada 78 akun yang telah menyebarkan tuduhan dengan narasi yang tidak sesuai fakta.

“Kurang lebih ada yang kita laporkan sekitar 78 akun. 78 akun yang sudah kami laporkan dan kami juga menginformasikan, ada akun yang sudah meminta maaf dan men-takedown. Kami membuka pintu, kami sangat berterima kasih teman-teman ada yang mau sadar,” ungkap Natalia, dikutip dari laman CNN Indonesia, Kamis (23/4/2026).

Alasan Rossa melayangkan gugatan ke 78 akun pencemaran nama baik

Terkait masalah tersebut, Rossa baru-baru ini memberikan tanggapannya saat menjadi bintang tamu dalam salah satu bagian podcast Ivan Gunawan.

Ia mengaku sebelumnya tak mau terlalu memikirkan apa yang disampaikan netizen. Namun, pihak manajemen akhirnya memilih jalur norma dengan maksud untuk melindungi sang penyanyi.

“Sebetulnya saya pribadi enggak terlalu pusing lah ya. Kalau manajemennya justru yang merasa bahwa sebuah manajemen itu bukan hanya untuk mencarikan pekerjaan, tapi melindungi artisnya dari segi norma juga dari segi segala macam gitu. Nah, saya bilang ya jika manajemen silakan saja,” ungkap Rossa, dikutip dari kanal YouTube C8 Podcast.

Rossa menyetujui keputusan tersebut juga lantaran banyak orang-orang sekitar yang mulai bertanya tentang apa yang terjadi, Bunda.

“Aku bilang gitu ya lantaran memang jadinya banyak yang nanya gitu kenapa, apa yang terjadi sama Rossa gitu. Apa yang bisa kita bantu? Lebih banyak juga yang nanyain gitu kayak apa yang bisa kita bantu. Benar enggak mukanya Rossa rusak? Gitu,” tuturnya.

Tak hanya itu, tuduhan yang tersebar di media sosial juga memengaruhi beberapa brand yang bekerja sama dengan Rossa. Bahkan, dia mengungkap hampir ada yang mau membatalkan jadwal.

“Terus pertanyaan selanjutnya juga kayak tetap bisa tampil enggak ya di kegiatan ini? Jadi, kembali lagi ke kerjaan lantaran saya sudah punya schedule. Nah, itu yang membikin manajemen saya berpikir, ‘Oh ini ancaman gitu’,” jelas Rossa.

“Karen memang itu menyangkut ke brand gitu ya. Kalau misalnya ada yang cancel kan berfaedah kelak saya mungkin manajemen juga kudu mengembalikan duit dan lain sebagainya padahal kan saya sehat wal afiat,” sambungnya.

Menurutnya, kebebasan berkomentar di media sosial sekarang terasa mengkhawatirkan lantaran kerap disalahgunakan untuk menyebarkan perihal negatif.

“Kalau buat saya mungkin lebih ke, ‘Aduh ini era udah mengerikan banget ya,’ gitu. Sudah terlalu bebas gitu. Berkomentar, ‘Oh ini kan kebebasan gue untuk berkomentar’. Iya betul gitu, tapi jika udah merugikan nama orang lain kan kudu menjadi ada morality ya di dalam diri kita. Kayak misalnya tanggung jawab juga gitu kan,” ujar Rossa.

Rossa pun menyayangkan orang-orang yang menyebarkan hoaks hanya untuk kepentingan pribadi, Bunda.

“Kayak misalnya yang Anda omongin itu manusia juga loh, Anda menyakiti emosi orang lain gitu dan itu bukan buat semata, tapi justru kepentingan mereka pribadi yang bisa diuangkan gitu,” tuturnya.

Ia pun berambisi dengan tindakan norma yang diambilnya ini dapat membikin orang-orang lebih bijak menggunakan media sosial.

“Jangan sampai sosial media ini menjadi bahan untuk tuduhan gitu untuk menyebarkan kebencian gitu kan seram banget ya. Mudah-mudahan dengan ini saya bisa membujuk orang-orang untuk lebih bijak bersosial media, meskipun ini pahit mungkin buat yang disomasi,” ungkap Rossa.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya