Anak People Pleaser Bisa Jadi Tak Bahagia Saat Dewasa Menurut Psikologi, Ini 3 Cara Mencegahnya

Apr 12, 2026 07:00 PM - 2 hari yang lalu 2764

Jakarta -

Memiliki anak yang ramah dan sopan rasanya seperti hidayah bagi setiap orang tua. Mereka sering berbagi mainan, selalu mengucapkan "tolong" dan "terima kasih," dan jarang bentrok dengan teman-temannya.

Namun di kembali sikap manis itu, bisa saja ada perihal yang tidak terungkap, Bunda. Anak mungkin selalu mau menyenangkan orang lain alias biasa juga disebut dengan people pleaser.

Selain itu, anak yang selalu mengutamakan kebutuhan orang lain daripada dirinya sendiri kerap menghindari bentrok alias takut mengecewakan orang lain. Perilaku seperti ini rupanya bisa membikin anak tidak senang saat mereka dewasa, lho.

Oleh lantaran itu, Bunda bisa menyimak ulasan berikut ini agar bisa mengenali tanda-tanda anak people pleaser dengan lebih jelas. 

Anak people pleaser bisa membikin mereka tidak senang saat dewasa

Menurut seorang psikolog anak di Fast Company Innovation Festival, Amerika Serikat, Becky Kennedy, sifat mau selalu menyenangkan orang lain ini bisa menjadi sumber kekhawatiran dan rasa sunyi ketika anak dewasa nanti.

"Kita menyayangi anak-anak yang selalu berupaya menyenangkan orang lain saat mereka tetap muda, lantaran mereka sudah sangat pandai memperhatikan apakah kita senang dengan mereka dan mengubah perilaku mereka sesuai dengan itu," jelas Kennedy, mengutip dari CNBC Make It.

"Dalam jangka panjang, jika kita mau tahu apa yang sering menimbulkan kekhawatiran dan rasa sunyi saat dewasa, itu biasanya berasal dari sifat-sifat seperti ini," ujarnya.

Beberapa mahir juga menyebut bahwa mendahulukan kebutuhan orang lain daripada diri sendiri dapat membikin anak condong menghindari bentrok dan berjuntai pada pujian dari orang lain, Bunda.

Lambat laun, anak pun bisa kehilangan kesadaran terhadap apa yang mereka butuhkan alias inginkan sendiri. Anak mungkin merasa bahwa keberadaan mereka hanya berfaedah jika bisa membikin orang lain 'bahagia'.

Tanda-tanda anak people pleaser

Anak-anak yang condong mau selalu menyenangkan orang lain biasanya kesulitan untuk mengatakan "tidak". Mereka kerap mengorbankan kemauan alias kebutuhan dirinya sendiri demi orang lain.

Bicara soal perihal ini, terdapat beberapa tanda anak people pleaser yang bisa dikenali seperti dikutip dari laman Parents:

  • Anak sering minta maaf, apalagi saat sebenarnya tidak perlu.
  • Anak sering mencari kepastian, misalnya bertanya berulang kali, "Apakah ini baik-baik saja?" alias "Apakah saya melakukannya dengan benar?".
  • Anak jarang mengatakan "tidak," meski jelas itu bukan perihal yang mereka inginkan alias sukai.
  • Anak melakukan sesuatu hanya agar disukai orang lain, misalnya pura-pura menikmati musik yang sebenarnya tidak mereka suka.
  • Anak condong menghindari konflik.
  • Anak susah menetapkan batasan, sehingga mengambil lebih banyak tanggung jawab daripada yang bisa mereka tangani lantaran takut mengecewakan orang lain.

Cara menghindari agar anak tidak jadi people pleaser

Sebagai orang tua, Bunda bisa membantu anak belajar untuk tidak selalu berupaya menyenangkan orang lain. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari CNBC Make It:

1. Beri tahu anak bahwa kasih sayang Bunda tidak berubah meskipun sedang marah

Bunda bisa menunjukkan anak bahwa meski sedang kesal, rasa sayang tetap ada. Misalnya, dengan mengatakan, "Ya, Bunda sedang kesal, sayang, dan meskipun Bunda sedang kesal, Bunda tetap menyayangimu".

Orang tua bisa rutin mengulang kalimat ini agar anak merasa lebih percaya diri. Dengan begitu, kebiasaan anak selalu mencari pengesahan dari orang lain perlahan bisa berkurang.

2. Hargai pilihan anak saat mereka berbeda

Selanjutnya, Bunda bisa mengenali anak ketika mereka melakukan perihal yang berbeda dari kebiasaan orang tua. Misalnya, saat orang tua mengatakan, "Kamu tahu Bunda sering makan yogurt untuk sarapan, tapi Anda tetap memilih yang Anda suka. Bunda pun senang Anda bisa menjadi diri sendiri".

Cara ini tentu bisa membantu anak merasa dihargai meski pilihannya berbeda dari orang tuanya. Anak pun belajar bahwa mereka boleh punya pendapat dan seleranya sendiri tanpa kudu takut merasa salah.

3. Ajak anak membikin pilihan sendiri

Bunda bisa membujuk anak untuk belajar mengambil keputusan sendiri, walaupun terkadang membikin orang lain sedikit kecewa. Contohnya, saat anak sedang bermain lampau saudaranya mau meminjam mainannya, Bunda bisa memberi kesempatan anak untuk memilih apa yang mau dilakukan.

Seiring berjalannya waktu, anak bakal lebih percaya diri dan berani menentukan pilihan mereka. Hal ini perlahan juga mengurangi kebiasaan mereka selalu menuruti kemauan orang lain.

Itulah penjelasan mengenai anak people pleaser bisa menjadi tidak senang saat dewasa menurut ilmu jiwa dan langkah menghindarinya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya