Angka Kematian Ibu Di Indonesia Masih Tinggi, Pogi Luncurkan Program Sprin

Apr 24, 2026 01:50 PM - 2 hari yang lalu 2909

Jakarta -

Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi parameter untuk menggambarkan akibat kematian yang dihadapi wanita selama kehamilan dan persalinan. AKI tetap menjadi persoalan kesehatan global, Bunda.

Kabar baiknya, Angka Kematian Ibu (AKI) di Tanah Air sebenarnya sudah mengalami penurunan. Namun menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp. FER, MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, penurunan ini tetap jauh dari sasaran di tahun 2030.

"Kalau ikut SDGs itu (targetnya) kudu di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Kalau di bawah 70 artinya kudu di bawah 3.500 ibu yang wafat selama mengandung dan bersalin. Sekarang kita tetap 5.000-an yang meninggal untuk setahun," kata Budi dalam kegiatan Press Conference POGI: Menuju Gerakan Nasional untuk Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) di Jakarta Pusat, belum lama ini.

Budi mengatakan bahwa kematian ibu bisa terjadi lantaran banyak faktor. Salah satunya adalah usia ibu mengandung yang terlalu muda alias terlalu tua. Perempuan yang mengandung dan melahirkan terlalu sering juga berisiko untuk mengalami komplikasi kehamilan yang menakut-nakuti nyawa.

"Kalau kita mapping dari penyebabnya, 80 persen kematian ibu itu terjadi di akomodasi kesehatan alias rumah sakit, dan sebagian besar terjadi 24 jam pasca persalinan. Artinya, kemungkinan sebagian besar rujukannya terlambat, kasusnya sudah tidak bagus," ujar Budi.

"Penyebab kematian ibu juga terjadi pada perempuan-perempuan usia muda, di umur 19 tahun. Artinya, tidak boleh menikah terlalu sigap alias mengalami teen pregnancy. Kemudian, ada juga unmet need for contraception, ialah perempuan-perempuan yang lebih dari 5 hingga 6 hamil, lampau meninggal. Artinya, kudu dilakukan pemahaman bahwa menjaga kesehatan organ reproduksi ya, tidak boleh mempunyai anak terlalu banyak, tidak boleh mengandung terlalu muda, alias tidak boleh mengandung pada usia terlalu tua."

Selain aspek usia, kesiapan mental untuk mengandung juga penting. Sebelum hamil, wanita perlu mempersiapkan kondisi mental hingga fisiknya agar kehamilan melangkah lancar dan bayi lahir sehat.

"Kehamilan mental ini kudu dijaga. Hamil ini kudu sehat ibunya dan kudu nutrisinya baik," ungkapnya.

POGI siapkan program SPRIN untuk menekan AKI

Untuk menekan nomor kematian ibu (AKI), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyiapkan program SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia). Gerakan ini diharapkan bisa menjangkau semua wanita di Indonesia, Bunda.

"SPRIN bukan sekadar program, melainkan sebuah aktivitas kolektif untuk mendorong perubahan nyata dan berkelanjutan. Kami mau mengubah langkah pandang masyarakat bahwa kesehatan wanita bukan rumor sektoral, melainkan fondasi utama pembangunan bangsa. Ketika wanita sehat dan berdaya, maka family menjadi lebih kuat, generasi yang lahir lebih berkualitas, dan pada akhirnya bakal memperkuat daya saing bangsa secara keseluruhan," ungkap Budi.

SPRIN lahir dari kebenaran bahwa nomor kematian ibu di Indonesia tetap menjadi sorotan. Saat ini, AKI di Indonesia tetap berada di kisaran 189 per 100.000 kelahiran hidup, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.

"Gerakan SPRIN ini konsentrasi untuk menurunkan masalah-masalah dalam kesehatan dann reproduksi, seperti menyematkan ibu, mengatasi stunting, dan kematian bayi," ujar Budi.

Ada 10 konsentrasi utama dalam aktivitas SPRIN yang dibuat oleh POGI bekerja sama dengan beragam lintas sektor, yakni:

  1. Skrining DNA HPV dan vaksinasi HPV massal
  2. Edukasi kesehatan reproduksi remaja dan dewasa
  3. Suplemen mikronutrien bagi semua Ibu Hamil
  4. Program rencanakan dan kawal kehamilan Indonesia
  5. Skrining Hb dan unsur besi ibu hamil
  6. Cek kesehatan wanita menopause
  7. Podcast Kesehatan reproduksi
  8. SPRIN Certified - mutu jasa kesehatan reproduksi
  9. Pendidikan kader SPRIN = SPRINTER
  10. Finansial sehat untuk reproduksi sehat

Dari 10 konsentrasi tersebut, Budi mengatakan bahwa ada beberapa poin yang tengah difokuskan untuk mengatasi masalah-masalah yang berangkaian dengan kesehatan reproduksi.

"Ada tiga fokus, ialah suplementasi mikronutrien bagi semua perempuan, merencanakan kehamilan dan mengawalnya sampai persalinan dengan selamat, serta vaksinasi HPV dan skrining untuk kanker serviks bagi semua wanita di Indonesia," ujarnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya