Angka Kematian Ibu Melahirkan Di Inggris Tertinggi Dalam 20 Th, Aturan Baru Diberlakukan

May 01, 2026 01:30 PM - 2 jam yang lalu 57

Jakarta -

Kematian ibu melahirkan tetap menjadi masalah kesehatan di banyak negara maju. Negara Inggris menjadi salah satu negara yang mengalami kenaikan nomor kematian ibu melahirkan, Bunda.

Menurut data, terdapat 252 kematian ibu dari tahun 2022 hingga 2024. Angka tersebut 20 persen lebih tinggi jika dibandingkan informasi dari tahun 2009 hingga 2011. Bila dijumlahkan, nomor kematian di negara Inggris ini setara dengan 12,8 kematian untuk setiap 100.000 ibu yang melahirkan.

Inggris telah berupaya untuk menurunkan nomor kematian ibu selama beberapa tahun. Namun menurut kepala perawat di NHS Inggris, Kate Brintworth (CMO), meskipun perbaikan sedang dilakukan, tidak satu pun yang berpikir bahwa sistem perawatan tepat berada di 'tempat yang tepat'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Kami merasa bahwa keadaan belum cukup baik," katanya kepada Sky News.

"Kehilangan anak adalah penderitaan yang mengerikan. Saya pikir itu adalah salah satu perihal terburuk yang dapat terjadi pada manusia, dan tanggung jawab kita sebagai pemimpin di bagian persalinan adalah untuk memastikan keluarga-keluarga tersebut tidak mengalami penderitaan itu."

NHS memperkenalkan Maternal Care Bundle

Untuk mengurangi nomor kematian ibu, NHS Inggris memperkenalkan patokan alias program baru yang diberi nama Maternal Care Bundle. Ini merupakan serangkaian standar nasional wajib yang mengharuskan staf klinis untuk mengidentifikasi dan menindaklanjuti tanda-tanda peringatan tanpa penundaan.

Selama bertahun-tahun, rekomendasi tentang pengelolaan komplikasi berisiko tinggi telah melangkah beriringan dengan ragam dalam penerapannya di rumah sakit. Standar baru dari NHS ini dirancang untuk menutup kesenjangan tersebut.

Melansir dari laman Distilled Post, penyebab langsung kematian ibu selama alias segera setelah kehamilan adalah pembekuan darah, penyakit jantung, dan sepsis. Kondisi-kondisi tersebut memerlukan kecepatan respons klinis dari staf medis di akomodasi kesehatan.

Data MBRRACE-UK berulang kali mengidentifikasi keterlambatan dalam pengenalan dan pengobatan sebagai aspek penyebab kematian yang dapat dicegah. Pada kondisi sepsis, intervensi yang sigap padahal berpotensi untuk menyelamatkan nyawa ibu.

Para klinisi juga menangani perbedaan populasi pasien yang secara material. Saat ini, banyak wanita yang melahirkan di usia lebih lanjut, mempunyai tingkat obesitas tinggi, dan menjalani kehamilan dengan kondisi kardiovaskular alias metabolik yang sudah ada sebelumnya. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan akibat dan menghadirkan kompleksitas klinis tinggi.

Kucuran biaya untuk menekan nomor kematian ibu

NHS Inggris juga telah mengalokasikan 25 juta poundsterling alias Rp580 miliar untuk meningkatkan triase persalinan, dengan tujuan unik untuk memastikan wanita yang datang dengan komplikasi tak terduga dievaluasi oleh master senior dengan lebih cepat. Kecepatan pasien yang kondisinya memburuk untuk ditangani mahir telah diidentifikasi sebagai titik kegagalan kritis dalam tinjauan kasus berganda.

National Maternity and Neonatal Taskforce mempunyai sasaran pengurangan separuh nomor kematian ibu pada tahun 2030. Target tersebut telah ditetapkan sejak beberapa tahun lalu, Bunda.

Sistem jasa kesehatan ditingkatkan

Pada program di bulan Maret tahun ini, NHS juga menawarkan penilaian akibat awal untuk tromboembolisme vena kepada semua ibu mengandung sebelum kunjungan antenatal pertama mereka. Kondisi ini merujuk pada pembekuan darah yang terbentuk di pembuluh darah vena dalam, yang sekarang menjadi penyebab utama kematian ibu.

Nah, siapa pun yang diidentifikasi berisiko tinggi bakal ditawari obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan dalam waktu 72 jam.

Perubahan lain yang bakal diterapkan pada Maret 2027 adalah pemberian akses kepada setiap wanita yang menderita epilepsi ke tim ahli untuk mengelola gangguan tersebut selama kehamilan. Rencana yang disesuaikan juga meliputi pengendalian kejang, dan akses tepat waktu ke obat-obatan yang kondusif digunakan selama kehamilan.

Perempuan juga bakal secara rutin dinilai kesehatan mentalnya. Jika diperlukan, ibu mengandung dengan masalah kesehatan mental dapat dirujuk ke jasa khusus.

Sementara bagi ibu mengandung yang mengalami perdarahan hebat, dia bakal menerima perawatan dari master ahli kebidanan dan anastesi dengan lebih cepat.

NHS memperkirakan program ini dapat mengurangi jumlah kematian yang disebabkan oleh pembekuan darah, stroke, penyakit jantung, bunuh diri, sepsis, perdarahan obstetri, dan preeklamsia. Langkah-langkah ini juga diharapkan bisa mengatasi kecenderungan ibu mengandung mengakhiri hidup, yang juga menjadi penyebab utama kematian antara enam minggu hingga satu tahun usai melahirkan.

Demikian buletin tentang peningkatan nomor kematian ibu melahirkan di Inggris. Semoga info ini bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Selengkapnya