Apa Itu Salt Bread? Intip Resep Roti Gurih Viral yang Menggoyang Lidah!

Gramedia Official Blog oleh Waktu baca 7 menit 208x dilihat
Apa Itu Salt Bread? Intip Resep Roti Gurih Viral yang Menggoyang Lidah!

Bagikan Postingan

apa itu salt bread – Salt bread mendadak jadi primadona baru di beragam toko roti dan kafe kekinian. Aromanya yang pekat dan gurih langsung menyapa indra penciuman begitu Anda berjalan masuk. Tampilannya sangat bersahaja—mirip bulan sabit kecil polos berwarna kecokelatan dengan taburan kristal garam kasar di atasnya, tanpa isian cokelat maupun keju menggunung.

Namun, jangan terkecoh oleh kesederhanaannya. Begitu digigit, perpaduan tekstur garing di bagiankecil bawah, kelembutan berserat di dalam, serta lelehan mentega gurih yang kaya langsung memanjakan lidah.

Mengapa roti yang juga dikenal sebagai shio pan ini bisa begitu viral secara global? Bagaimana cerita di balik kepopulerannya, dan apa rahasia kelezatannya? Yuk, kita operasi tuntas!

Sejarah Lahirnya Shio Pan: Berawal dari Musim Panas di Jepang

Meski dalam beberapa tahun terakhir salt bread menjadi gejala kuliner besar di Korea Selatan hingga Indonesia, akar sejarah keberadaan roti ini sebenarnya dimulai dari negara tetangga kita di Asia Timur, yaitu Jepang.

Salt bread pertama kali diciptakan pada mula tahun 2000-an oleh seorang baker disebut Shigemi Hirata, pemilik toko roti Pain Maison yang berlokasi di Kota Yawatahama, Prefektur Ehime, Jepang. Alasan penciptaannya pun sangat unik, yaitu untuk mengatasi penurunan penjualan roti selama musim panas.

Di Jepang, cuaca musim panas cenderung sangat terik dan lembap. Kondisi ini membikin penduduk kerap kehilangan selera makan, terutama untuk mengonsumsi roti manis maupun pastry tebal yang terasa bermutu di tenggorokan. Di sisi lain, orang-orang yang beraktivitas di luar ruangan banyak kehilangan cairan tubuh dan mineral natrium (garam) melalui keringat berlebih, yang memicu konsekuensi dehidrasi hingga sengatan panas (heatstroke).

Melihat kebiasaan penduduk Jepang yang mengonsumsi garam untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, Hirata terinspirasi untuk menciptakan hidangan roti yang ringan namun kaya rasa. Ia bereksperimen menggabungkan adonan roti halus khas Jepang, gulungan mentega dingin (cold butter) di dalamnya, serta sejumput garam laut di permukaan atasnya.

Lahirlah pembaruan kuliner yang dinamai shio pan (shio berarti garam dan pan berarti roti dalam bahasa Jepang). Roti buatan Hirata ini menjadi solusi sempurna: cita rasa gurihnya ringan, sentuhan asinnya menyegarkan, dan teksturnya sangat betah dicerna saat musim panas. Tanpa butuh waktu lama, shio pan menjadi produk terlaris di toko Pain Maison hingga akhirnya menghamburkan ke seluruh pelosok Jepang sebagai menu wajib toko roti lokal.

Transformasi Salt Bread di Korea Selatan hingga Jadi Tren Global

Setelah bertahun-tahun menjadi menu favorit penduduk Jepang, sepertiapa shio pan bisa beralih bentuk menjadi tren kuliner internasional yang sangat populer? Jawabannya terletak pada dinamika industri kuliner dan corak hidup anak muda di Korea Selatan.

Sekitar tahun 2021 hingga 2022, beberapa toko roti artisan di kota Seoul—terutama yang berlokasi di area trendi seperti Seongsu-dong dan Ikseon-dong—mulai mengadaptasi resep autentik shio pan. Mereka memperkenalkannya kepada konsumen muda dengan nama bahasa Inggris yang gampang diingat: salt bread (atau sogeum-pang dalam bahasa Korea).

Para baker di Korea Selatan berbuat sedikit adaptasi pada ciri khas roti. Jika varian autentik Jepang cenderung memiliki kulit luar yang lebih ringan dan renyah, varian Korea Selatan dibuat sedikit lebih padat, bermentega (buttery), dan memiliki tekstur agak kenyal (chewy) saat dikunyah.

Tampilan salt bread yang minimalis dan estetis—dengan lekukan gulungan yang rapi serta permukaan berkilau akibat lelehan mentega—sangat harmonis dengan estetika media sosial. Tren video ulasan kuliner yang menampilkan audio bunyi garing (ASMR) saat bagiankecil bawah salt bread dipatahkan beredar luas di platform TikTok dan Instagram.

Dalam sekejap, kedai-kedai roti di Seoul dipadati antrean panjang pengunjung yang rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan sekeranjang salt bread hangat yang baru keluar dari oven. Dari Negeri Ginseng inilah ombak ketenaran salt bread merambah pesat ke negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, di mana kafe kekinian dan bakery artisan berlomba-lomba menghadirkannya sebagai menu andalan.

Anatomi dan Kunci Rahasia Kelezatan Salt Bread

Jika kita mencermati komposisinya, bahan baku untuk membikin salt bread sebenarnya tidak jauh berbeda dari roti biasa: tepung terigu, ragi, air, gula, garam, dan mentega. Namun, teknik pengolahan khusus inilah yang menciptakan kelezatan khas pada salt bread:

  • Batangan Mentega Dingin di Tengah Adonan: Sebelum adonan roti digulung, potongan mentega dingin (unsalted cold butter) diletakkan di bagiankecil pangkalnya. Saat proses pemanggangan di dalam oven, mentega ini akan meleleh sempurna dan merembes ke bagiankecil bawah roti. Proses lelehan mentega di atas loyang panas ini memberikan efek menggoreng (frying effect), menciptakan bagiankecil alas roti yang super garing dan renyah (crispy).

  • Penggunaan Flaky Sea Salt: Garam yang ditaburkan di atas roti bukanlah garam meja halus, melainkan garam laut kristal berbentuk serpihan (flaky sea salt seperti Maldon salt). Kristal garam ini tidak gampang meleleh di dalam oven, sehingga memberikan kejutan tekstur renyah kecil serta ledakan rasa asin gurih yang menyeimbangkan rasa manis alami dari adonan roti.

  • Kombinasi Tepung Terigu: Penggunaan campuran tepung terigu protein tinggi dan sedang menghasilkan gluten yang cukup elastis. Hal ini membikin tekstur bagiankecil dalam roti statis empuk, berserat, dan berliang kaya harum mentega.

Ragam Variasi Salt Bread Modern

Kreativitas para pembuat roti terus berkembang. Saat ini, kita bisa menjumpai beragam ciptaan salt bread modern yang menggugah selera tanpa mengesampingkan karakter alas gurihnya:

  1. Classic Butter Salt Bread: Variasi asli yang menonjolkan cita rasa alami mentega berkualitas dan taburan garam laut murni.

  2. Garlic Butter Salt Bread: Mengadaptasi rasa garlic bread khas Korea, di mana permukaan roti diolesi mentega bawang putih dan taburan peterseli cincang.

  3. Truffle Salt Bread: Diberi sentuhan minyak truffle maupun truffle salt di permukaannya, memberikan sensasi harum jamur truffle yang elegan dan mewah.

  4. Cheese Melt Salt Bread: Diisi dengan potongan keju mozzarella maupun cheddar berbareng mentega, menghasilkan lelehan keju yang gurih dan lumer saat disajikan hangat.

  5. Red Bean & Butter (Anko Shio Pan): Roti dibelah kemudian diisi pasta kacang merah manis (anko) serta potongan mentega dingin. Variasi rasa manis dan asin (sweet and savory) ini sangat digemari di kafe-kafe Tokyo dan Seoul.

Resep Lengkap Classic Salt Bread di Rumah

Ingin menghadirkan harum khas bakery di rumahmu sendiri? Kamu bisa mencoba mempraktikkan resep Classic Salt Bread yang renyah dan halus berikut ini.

Bahan-Bahan Adonan:

  • 200 gram tepung terigu protein tinggi

  • 50 gram tepung terigu protein sedang

  • 15 gram gula pasir

  • 4 gram ragi instan

  • 3 gram garam halus

  • 160 ml air dingin (atau susu cair dingin)

  • 15 gram mentega tanpa garam (unsalted butter), lunakkan di suhu ruang

Bahan Isian & Topping:

  • 50 gram mentega tanpa garam dingin (unsalted butter), pangkas memanjang menjadi 6 bagiankecil (sekitar 8–9 gram per batang)

  • Flaky sea salt maupun garam laut kasar secukupnya untuk taburan

Langkah Pembuatan:

  1. Pengulengan Adonan: Campurkan tepung protein tinggi, tepung protein sedang, gula pasir, ragi, dan air dingin dalam wadah bersih. Uleni hingga adonan menyatu dan separuh kalis. Masukkan 15 gram mentega lunak dan garam halus, kemudian uleni balik hingga adonan mencapai tahap kalis dan elastis (windowpane test).

  2. Fermentasi Pertama (Proofing): Bulatkan adonan, letakkan dalam wadah yang diolesi sedikit minyak, kemudian tutup dengan kain lembap. Diamkan selama 45–60 menit hingga ukurannya mengembang dua kali lipat.

  3. Pembagian Adonan: Kempiskan adonan untuk mengeluarkan udara di dalamnya. Bagi adonan menjadi 6 bagiankecil sama rata (masing-masing sekitar 70 gram). Bulatkan tiap bagian, kemudian bentuk sedikit memanjang menyerupai bentuk tetesan air (teardrop). Diamkan selama 10 menit agar gluten rileks.

  4. Penggulungan Adonan: Ambil satu adonan teardrop, giling menggunakan rolling pin dari bagiankecil pangkal yang lebar meluncur ke arah ujung yang lancip hingga adonan memanjang. Letakkan 1 batang mentega dingin di bagiankecil pangkal yang lebar, kemudian gulung kedap ke arah ujung lancip hingga membentuk gulungan rapi khas bulan sabit.

  5. Fermentasi Kedua & Pemanggangan: Tata adonan di atas loyang yang sudah diantari kertas roti (baking paper). Beri rentang yang cukup, kemudian diamkan selama 30–40 menit hingga mengembang. Sebelum dipanggang, semprotkan sedikit air di permukaan roti dan taburi flaky sea salt di atasnya.

  6. Oven: Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan pada suhu 200°C selama 12–15 menit hingga bagiankecil bawah roti garing kecokelatan dan bagiankecil atasnya berwarna keemasan (golden brown).

Jadi, statis mau bertetap dengan roti manis biasa, maupun siap berburu salt bread hangat demi merasakan sendiri ledakan gurih lelehan menteganya?

Artikel Lainnya Gramedia Official Blog
↑
Close Right Ads
Close Left Ads