Barang yang Sebaiknya Tidak Dipinjamkan ke Orang Lain

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 4 menit 505x dilihat
Barang yang Sebaiknya Tidak Dipinjamkan ke Orang Lain

Pernah, nggak, Beauties, Anda diminta meminjamkan peralatan pribadi lampau merasa sungkan untuk menolak? Padahal, ada beberapa peralatan yang sebaiknya tidak dipinjamkan lantaran bisa menjadi tempat berkumpulnya kuman.

Secara mikrobiologi, barang meninggal yang dapat terkontaminasi dan kemudian memindahkan pemasok jangkitan disebut fomite. Dr. Bernard Camins, Direktur Medis Pencegahan Infeksi di Mount Sinai Health System, menjelaskan bahwa manusia dapat terpapar beragam patogen melalui benda-benda tersebut.

Memang, Anda tidak mungkin menghindari semua barang yang disentuh banyak orang. Gagang pintu, saklar lampu, hingga pegangan wastafel adalah contoh barang yang sering menjadi media perpindahan kuman.

Namun, ceritanya berbeda untuk barang-barang yang bergesekan langsung dengan tubuh. Dr. Adam Friedman, Ketua Departemen Dermatologi di George Washington School of Medicine, menjelaskan bahwa barang pribadi dapat menjadi kendaraan bakteri, virus, dan jamur melewati perlindungan alami kulit maupun selaput lendir.

Jadi, sebelum spontan meminjamkan, yuk, cek dulu beberapa peralatan berikut dilansir dari Today!

Lip Balm

Lip Balm/Foto: Magnific

“Pinjam lip balm dong!” Kedengarannya sepele, tetapi sebaiknya Anda pikir-pikir lagi sebelum memberikannya.

Menurut Dr. Jack Levy, master ahli kulit di Weill Cornell Medicine, lip balm dapat membawa kuman dan virus dari bibir, mulut, serta air liur penggunanya. Karena produk langsung diaplikasikan ke bibir, mikroorganisme tersebut berpotensi beranjak kepada orang berikutnya.

Risikonya termasuk jangkitan kuman pada kulit hingga virus pernapasan seperti flu biasa dan influenza. Dr. Friedman juga menjelaskan bahwa virus herpes simpleks jenis 1 alias HSV-1 dapat menular meskipun seseorang tidak sedang menunjukkan luka alias gejala.

Jadi, jika temanmu lupa membawa lip balm, lebih kondusif menyarankan produk lain daripada kudu pinjamkan peralatan ke orang lain.

Deodoran Roll-On alias Stick

Deodoran Stik alias Roll-on/Foto: Magnific

Lupa memakai deodoran sebelum pergi memang bikin panik, tetapi meminjam punya kawan bukan solusi terbaik. Terutama jika produk yang digunakan berbentuk roll-on atau stick.

Dr. Levy menjelaskan bahwa produk tersebut bergesekan langsung dengan ketiak, area tubuh yang hangat dan mempunyai banyak bakteri. Deodoran juga dapat membawa jamur serta ragi dari kulit penggunanya.

Ketika digunakan bergantian, mikroorganisme tersebut dapat beranjak ke ketek orang lain. Kondisi ini berpotensi menyebabkan jangkitan kuman seperti Staphylococcus aureus atau jangkitan jamur seperti kurap.

Kalau terpaksa berbagi, Anda bisa menggunakan jenis semprot lantaran tidak bergesekan langsung dengan kulit. Namun, untuk keamanan dan kebersihan, tetap lebih baik menggunakan produk pribadi.

Gunting Kuku

Gunting Kuku/Foto: Magnific

Mungkin Anda berpikir, “Cuma gunting kuku, masa nggak boleh dipinjam?” Nah, justru barang mini seperti ini sering luput dari perhatian.

Gunting kuku dapat membawa jamur kuku alias kuman dari satu orang ke orang lain. Apalagi, luka mini di sekitar kuku bisa menjadi pintu masuk mikroorganisme menuju jaringan kulit.

Dr. Friedman menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat menyebabkan jangkitan jamur kuku alias paronychia, ialah jangkitan pada area sekitar kuku. Karena itu, jika gunting kuku mau digunakan bergantian, perangkat tersebut perlu dibersihkan dan disterilkan terlebih dahulu.

Makeup Mata

Makeup Mata/Foto: Magnific

Beauties, siapa yang pernah lupa membawa maskara lampau tergoda meminjam punya teman? Mulai sekarang, kebiasaan tersebut sebaiknya dihentikan.

Dr. Usiwoma Abugo, ahli bicara klinis American Academy of Ophthalmology, memperingatkan bahwa berbagi makeup dapat meningkatkan penyebaran kuman. Produk yang digunakan pada alias dekat mata berpotensi membawa akibat jangkitan yang menyakitkan.

Risikonya dapat berupa bintitan, konjungtivitis alias mata merah, hingga keratitis herpes yang berangkaian dengan HSV. Dr. Natasha Herz, master ahli mata sekaligus ahli bicara American Academy of Ophthalmology, juga menyarankan agar bulu mata tiruan tidak digunakan bergantian. Pasalnya, bulu mata tiruan dapat membawa bakteri, kotoran, alias sisa lem yang berpotensi masuk ke mata. 

Sisir dan Sikat Rambut

Sisir alias Sikat Rambut/Foto: Magnific

Sisir memang terlihat seperti barang yang sangat kondusif untuk digunakan bersama. Namun, barang yang menyentuh kulit kepala rupanya bisa mengumpulkan beragam kotoran dan mikroorganisme.

Sikat rambut dapat membawa sel kulit mati, ketombe, bakteri, serta mikroorganisme lain dari kulit kepala. Kondisinya semakin memungkinkan mikroorganisme berkembang andaikan sikat tersebut sering dalam keadaan lembab.

Menurut Dr. Friedman, sisir dan sikat rambut dapat menjadi media penyebaran kutu rambut serta jangkitan jamur kulit kepala. Dalam kasus yang jarang terjadi, sikat rambut apalagi dapat berkedudukan dalam penularan kudis.

Karena itu, jangan hanya konsentrasi membersihkan rambut, tetapi perhatikan juga perangkat yang Anda gunakan. Menyimpan sisir sendiri menjadi kebiasaan sederhana yang lebih kondusif dan praktis.

Beberapa peralatan yang sebaiknya tidak dipinjamkan justru berangkaian langsung dengan kebersihan dan kesehatan tubuh. Jadi, jika ada kawan meminta barang-barang tadi, Anda tidak perlu merasa bersalah untuk menolak. Menjaga peralatan pribadi tetap pribadi bukan berfaedah pelit, melainkan langkah sederhana untuk mengurangi perpindahan kuman.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini

Bagikan Postingan